Rumput Laut Maniskan Durian

Filed in Buah, Majalah by on 20/04/2016

 

Durian Menjadi lebih manis karena pemberian pupuk organik.

Durian Menjadi lebih manis karena pemberian pupuk organik.

Panen durian pada 2015 membuat I Made Sandy semringah. Maklum panen durian lokal Bali itu terasa lebih manis daripada biasanya. “Durian jadi lebih manis dan berwarna jingga cerah,” ujar petani durian di Denpasar, Bali itu. Selain kualitas durian yang meningkat, kuantitas panen juga terdongkrak. Produksi meningkat 70%. Dari sebuah pohon menghasilkan sekitar seratus buah.

Melonjaknya produksi durian Sandy, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas lantaran pemberian pupuk organik cair. Sandy memberikan pupuk organik berbahan rumput laut dan ikan yang diperkaya asam amino. “Pupuk itu juga mengandung nutrisi makro dan mikro berimbang, serta zat pengatur tumbuh seperti auksin, giberelin, sitokinin, dan betain,” kata Dyah Praningtyas, bagian kontrol kualitas CV Dua Djaya, produsen pupuk organik di Bali.

Sandy mengencerkan 6 tutup botol setara 30 ml pupuk cair dengan 10 liter air. Kemudian menyiramkan larutan itu dengan membuat lubang di sekitar tajuk. Pemberiannya 10 liter per tanaman. Frekuensinya, satu kali dalam sepekan sampai tanaman berbuah.

Menurut Prof Dr Tualar Simarmata Ir MS, ahli tanah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, kandungan asam amino yang terdapat dalam pupuk itu berperan sebagai nutrisi bagi perkembangan mikrob di dalam rhizosfer (lapisan tanah tempat mikroorganisme tumbuh). Selain itu asam amino juga merangsang pertumbuhan akar sehingga penyerapan nutrisi dari dalam tanah menjadi lebih optimal. Jika pemberian asam amino melalui daun maka menjadi nutrisi bagi mikrob yang hidup di filosfer atau permukaan daun. Akibatnya, aktivitas fotosintesis optimal. Dengan begitu karbohidrat hasil fotosintesis makin banyak sehingga menambah rasa manis pada buah.

Penambahan asam amino berperan optimal jika kebutuhan kalium yang diperlukan selama fase generatif terpenuhi. Kalium berfungsi membentuk dan mengangkut karbohidrat, katalisator dalam pembentukan protein, mengatur kegiatan berbagai unsur mineral, serta meningkatkan kadar karbohidrat dan gula dalam buah. Pantas saja buah durian yang dihasilkan Sandy manis karena kebutuhan kalium tercukupi dari pemberian pupuk organik dengan kandungan makro dan mikro nutrien yang berimbang.

Menurut Dyah pemberian pupuk organik yang kaya unsur hara itu dapat diberikan pada fase vegetatif maupun generatif. Konsentrasinya sama, 1—2 ml per liter air. “Pembedanya hanya frekuensi pemberian,” ujar Dyah. Misalnya, pada masa vegetatif cukup sebulan sekali. Frekuensi dipersering menjadi 2 minggu sekali ketika memasuki masa pembentukan buah. (Desi Sayyidati Rahimah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software