Rumput Bikin Awet Muda

Filed in Info Khusus, Majalah by on 04/06/2014
Rumput laut salah satu sumber anti oksidan, baik untuk kesehatan kulit

Rumput laut salah satu sumber anti oksidan, baik untuk kesehatan kulit

Rumput laut menghambat penuaan dini.

ni rutinitas Astriani Aziza, mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. Setiap pagi, setelah mandi, ia mengoleskan calir atau lotion untuk melindungi kulitnya dari paparan sinar matahari. Pada malam hari, sebelum rebah ke peraduan ia mengoleskan calir pelembap. Perawatan rutin itu membuat kulit Aziza mulus dan kencang.

Aziza hanya satu dari jutaan perempuan di dunia yang berusaha mempertahankan kecantikan. Harap mafhum, tampil cantik merupakan obsesi kaum Hawa di seluruh dunia. Untuk meraih kecantikan itu tidak gratis. Setiap bulan Aziza merogoh kocek hingga Rp500.000 untuk produk kecantikan, terutama perawatan kulit. “Saya membeli 3 produk agar kulit tetap cantik,” katanya. Kesibukan di kampus menjadikan kulitnya terpapar matahari setiap hari.

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan penuaan dini kulit

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan penuaan dini kulit

Tabir surya

Kulit adalah organ tubuh manusia. Luas permukaan kulit manusia dewasa mencapai 2 m2. Fungsi utamanya melindungi organ penting, pembuluh darah, otot, dan tulang dari udara luar. Harap mafhum, udara membawa spora cendawan, mikrob, atau virus yang melayang-layang mencari mangsa. Terdiri atas 3 lapisan—epidermis, dermis, dan hipodermis—kulit juga mempertahankan suhu tubuh. Ketika gerah, aliran darah lebih cepat dan pori-pori kulit membuka untuk membuang kelebihan panas. Saat dingin, pori-pori menutup untuk mempertahankan panas tubuh.

Di kulit luar juga terdapat lapisan rambut yang terhubung dengan saraf untuk mengindera kondisi luar tubuh seperti sentuhan, suhu dan kelembapan udara, atau embusan angin. Toh, meski berfungsi sebagai pelindung, kulit pun perlu perlindungan. Terutama perlindungan dari terpaan sinar matahari.

Kulit memerlukan perlindungan dari terpaan sinar matahari. Maklum, paparan sinar itu salah satu biang kerusakan kulit. “Paparan sinar matahari termasuk penyebab eksternal yang membuat penuaan dini kulit. Faktor eksternal lainnya adalah asap rokok dan polusi udara,” ujar Dr dr Anak Agung Gde Putra Wiraguna SpKK (K), FINSDV, FAADV, spesialis kulit dan kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, Bali. Musababnya, sinar matahari terutama sinar ultraviolet (UV) dapat merusak sel-sel tubuh.

“Penduduk negara tropis memerlukan pelindung kulit dari paparan sinar UV,” kata Prof Dr dr J Alex Pangkahila MSc SpAnd FSS AIFO

“Penduduk negara tropis memerlukan pelindung kulit dari paparan sinar UV,” kata Prof Dr dr J Alex Pangkahila MSc SpAnd FSS AIFO

Untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan dini kulit perlu asupan antioksidan dari luar tubuh. Bahan antioksidan tersedia melimpah di alam: dalam buah, daun, bunga, atau akar tumbuhan. Tumbuhan yang sering dipakai sebagai sumber antioksidan antara lain teh hijau, buah anggur, ubijalar ungu, atau rumput laut. Di Bali, konsumsi rumput laut jenis bulung boni Caulerpa spp menjadi kebiasaan masyarakat.

Kelompok alga hijau itu menjadi kudapan di Pulau Dewata secara turun-temurun. Tradisi itu menarik perhatian Wiraguna sehingga ia meriset kandungan zat aktif. Wiraguna lantas meneliti khasiat ekstrak bulung boni sebagai produk antioksidan alternatif. Ia menemukan bahwa bulung boni mengandung karotenoid, vitamin A, vitamin C, vitamin E, polifenol, asam amino, dan mineral. “Kandungan bulung boni sangat beragam,” ujar ayah satu anak itu.

Penemuan Wiraguna sejalan riset Julyasih dari Universitas Udayana pada 2011, yang menemukan kandungan jenis karotenoid, antara lain neoxanthin, astaxanthin, klorofil B, dan betakaroten. Dari penelitian Wiraguna, pemberian gel ekstrak bulung boni 0,2% dan 0,4% pada tikus wistar berefek sama dengan jel astaxantin 0,02%. Dosis gel ekstrak bulung boni yang optimal dari penelitian itu sebesar 0,2%. Ekstrak dengan dosis itu memberikan hasil maksimal melalui peningkatan ekspresi kolagen dermis, penurunan kadar MMP-dermis, dan penurunan ekspresi 8-OhdG dermis.

Riset itu juga memperlihatkan vitamin pada bulung boni menangkal oksigen radikal dan menetralkan lipid peroksidase yang memicu kerusakan kulit. “Efeknya menunda bahkan memperbaiki gejala klinis penuaan dini kulit yang terjadi,” kata Wiraguna.

Berbagai produk tabir surya mengandung antioksidan

Berbagai produk tabir surya mengandung antioksidan

Astaxantin

Radiasi ultraviolet menimbulkan reaksi akut seperti terbakar surya (sunburn), imunosupresi atau penurunan kekebalan tubuh, atau oksidatif. Sementara paparan sinar matahari kronis dapat berakibat penuaan dini alias photoaging dan kanker kulit. Proses penuaan terjadi akibat akumulasi perubahan patologis sel dan jaringan seiring waktu.

Efeknya adalah kemampuan jaringan untuk mengganti memperbaiki diri dari kerusakan semakin berkurang. “Akibatnya tubuh tidak dapat memperbaiki kerusakan secara alami,” kata Wiraguna. Itu membuka peluang bagi produsen kosmetik untuk menawarkan produk pelindung kulit.

Berbagai produk tabir surya hadir untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV pun membanjiri pasaran. “Banyak yang mengandung astaxantin,” kata Wiraguna. Astaxantin merupakan antioksidan dengan kekuatan 50—100 kali vitamin E. Selain astaxantin, produk tabir surya biasanya mengandung bahan kimia titanium dioksida (TiO2)) dan seng oksida (ZnO). Antioksidan dalam tabir surya memiliki dua lapisan pelindung. Lapisan pertama melindungi secara pasif dengan menyerap lalu memantulkan sinar UV, sedangkan lapisan kedua melindungi secara aktif melalui peningkatan cadangan antioksidan.

“Peningkatan kemampuan itu adalah untuk meredam radikal bebas yang berasal dari sinar UV,” alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu. Wiraguna menuturkan, masyarakat perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar UV. “Sifat pemakaian produk tabir surya di kulit hanya bertahan sementara, sehingga produk itu perlu diulang pemakaiannya.” katanya. Padahal harga produk tabir surya tidak murah. Sebagai gambaran produk pelindung sinar UV kualitas bagus mencapai Rp150.000 untuk masa pakai sebulan.

Dr dr Anak Agung Gde Putra Wiraguna SpKK (K), FINSDV, FAADV membuktikan gel ekstrak bulung boni dapat menghambat penuaan dini kulit

Dr dr Anak Agung Gde Putra Wiraguna SpKK (K), FINSDV, FAADV membuktikan gel ekstrak bulung boni dapat menghambat penuaan dini kulit

Menurut Prof Dr dr J Alex Pangkahila MSc SpAnd FSS AIFO, pakar seksologi di Denpasar, Bali, produk tabir surya hanya mampu mengurangi pembentukan radikal bebas sebesar 55%. Itu sebabnya guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu menjelaskan penambahan topikal antioksidan dalam produk tabir surya merupakan cara untuk meningkatkan perlindungan kulit terhadap paparan sinar UV. Salah satunya menambahkan ekstrak bulung boni.

Manfaat bulung boni sebagai sumber antioksidan untuk mencegah penuaan dini baru sebatas uji pada hewan percobaan. “Uji klinisnya akan segera dilakukan,” kata Wiraguna. Penelitian lain yang perlu dilakukan menurut suami Ir Ni Made Wiratni itu adalah mengukur efektivitas bulung boni dalam menghambat tanda-tanda penuaan dini kulit lain seperti penurunan kelembapan kulit dan peningkatan pigmentasi. Hal itu agar bulung boni dapat menjadi produk antipenuaan kulit pada masa depan.

Sejatinya penduduk negara tropis seperti Indonesia memerlukan pelindung sinar UV. “Penuaan dini kulit menjadi masalah masyarakat di daerah tropis karena sinar matahari ada sepanjang musim,” kata Alex. Selain menggunakan produk tabir surya, perlindungan fisik seperti pakaian tertutup, payung, turut berperan mengurangi paparan sinar matahari. (Rizky Fadhilah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software