Rumah Mewah Bagi California

Filed in Ikan konsumsi by on 05/12/2010 0 Comments

Joko membenamkan bis beton itu secara vertikal hingga kedalaman 20 cm. Jadi, yang menyembul ke permukaan dasar kolam hanya 10 cm. Jarak antarbis beton 1 m dan ditata zigzag. Lingkaran-lingkaran bis beton itu nantinya menjadi tempat nyaman untuk nila memijah. Kolam mewah itu diperuntukkan induk nila california yang didatangkan Joko dari Sukabumi pada 2009.

Menurut Otong Zaenal Arifin, peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar di Bogor, Jawa Barat, pemijahan Oreochromis niloticus secara alami diawali dengan pembuatan sarang oleh jantan dengan cara menggali cekungan di dasar kolam. Anggota keluarga Chiclidae itu lantas mengundang betina untuk bertelur dalam sarang. Usai betina bertelur, pembuahan terjadi setelah jantan menyemprotkan sperma. Berikutnya telur dibuahi dan disimpan di mulut betina.

Keringkan kolam

Untuk memijahkan nila, para peternak lazim melakukan beberapa persiapan, seperti mengeringkan kolam dan menambahkan lumpur mengandung pasir. Tujuannya untuk memudahkan sang jantan membuat sarang. Setelah itu kolam diairi kembali.

Langkah persiapan itu diabaikan Joko. Ia membuat sarang buatan agar tak perlu repot mengeringkan kolam dan menambahkan lumpur berpasir. Ia juga membantu sang pejantan agar tak perlu membuang energi untuk menggali sarang. Si jantan cukup menunggu sang betina bertandang kedalam sarang yang tersedia.

Sang betina pun tinggal memilih sarang yang akan disinggahi. Setelah merasa cocok, mereka akan kawin. ‘Proses pemijahan berjalan alami. Saya hanya mempermudah tugas sang jantan dengan menyediakan tempat untuk memijah,’ katanya.

Di kolam seluas 200 m2 itu, Joko menebar 420 induk nila berbobot 1,5 – 2 kg dengan perbandingan jantan dan betina 1:3. Artinya padat tebar induk hanya 2 ekor per m2. Dengan begitu diharapkan ikan leluasa menentukan pasangan untuk memijah.

Berkat kolam mewah buatan Joko, setiap induk rata-rata menghasilkan 3.000 – 4.000 telur setiap kali memijah. Selang 40 hari pascabertelur si betina kembali siap bertelur. Dalam setahun betina mampu memijah 9 kali. Di kolam biasa hanya 5 – 6 kali dalam setahun karena betina terpaksa bertelur di luar sarang. Ia enggan dibuahi jantan karena kondisi sarang kurang nyaman. ‘Sarang nyaman membuat pasangan nila terangsang kawin sehingga frekuensi memijah meningkat,’ tutur Joko.

Protein tinggi

Untuk perawatan induk, Joko rutin memberikan pakan berprotein tinggi yang diracik sendiri. Mantan peternak ayam petelur itu membuat pakan dari campuran ampas pembuatan bir, bekatul, dan tepung ikan. Seluruh bahan difermentasi selama 7 hari untuk mendongkrak kandungan protein. Ia juga menambahkan vitamin, tetes tebu, dan minyak jelantah. Campuran bahan-bahan itu lalu digiling dan dicetak memakai mesin pencetak pelet.

Joko meramu pelet sendiri agar menghemat biaya pakan. Dengan campuran bahan itu, ia hanya mengeluarkan ongkos pakan Rp4.000/kg. Sementara harga pelet di pasaran mencapai Rp7.000/kg. Toh meski meramu sendiri, Joko mampu menghasilkan pakan berkualitas dengan kandungan protein mencapai 32%. Pakan berprotein tinggi membuat pertumbuhan induk nila melesat hingga berbobot 1,5 – 2 kg/ekor dalam kurun 10 bulan dari tebar ukuran 2 cm. Menurut Dr Rustadi dari Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada, induk nila perlu pakan berprotein tinggi agar telur yang dihasilkan lebih banyak. Harap mafhum, makin berat bobot induk, maka produksi telur. Jumlah telur kian banyak biasanya sebanding dengan bobot. Contohnya betina berbobot 300 g, menghasilkan 250 – 300 butir telur.

Air deras

Di kolam Joko, tingkat kelulusan hidup benih mencapai lebih dari 90%. Itu karena kualitas air tetap terjaga meski ia tak pernah menguras kolam. Joko memanfaatkan sumber air dari mataair Mudal Temanggung yang deras dengan debit hingga 160 liter per detik. Dengan begitu jumlah oksigen terlarut senantiasa melimpah. Pakan yang tidak termakan dan kotoran ikut terbawa arus. Kolam terhindar dari bahaya endapan yang dapat menghasilkan amonia.

Tingkat kelulusan hidup bibit juga tinggi karena larva segera dipindah ke kolam perawatan bibit di samping kolam induk. Pemindahan larva mesti segera dilakukan agar di kolam induk tidak tersisa anakan berukuran 5 – 7 cm. ‘Nila seukuran itu rakus makan sehingga kanibal. Begitu ada larva baru dilepas induk, mereka langsung memakannya,’ kata Joko. Di kolam mewah buatan Joko induk dan anak-anak nila california hidup sejahtera. Semua itu berawal dari kehadiran sarang buatan. (Imam Wiguna)

Keuntungan kolam dengan bis beton: induk nyaman berpijah, frekuensi bertelur meningkat

Joko Hartono benamkan 108 bis beton di kolam seluas 200 m2 untuk pemijahan nila

Pakan induk racikan Joko Hartono mengandung protein hingga 32%

 

Powered by WishList Member - Membership Software