Resep Kuat Domba dan Sapi

Filed in Satwa by on 09/10/2010 0 Comments

 

Sapi rentan kehilangan bobot tubuh selama proses perjalananProf Dr Ir Muhammad Winugroho MSc, probiotik mencegah kehilangan bobot hidup hewan secara drastis selama transportasiProbiotik tokcer tekan kehilangan bobot tubuh domba dari 8,3% jadi tinggal 3,8%Walhasil, Max yang rutin mengirim sapi ke sebuah rumah pemotongan hewan di Jakarta itu kerap menderita kerugian lumayan besar. Tengok saja hitung-hitungan berikut: jika rata-rata bobot sapi yang dikirim 300 kg/ekor, kehilangan bobot 13% setara dengan 3,9 ton bobot sapi hidup. Dengan memperhitungkan harga sapi hidup pada Agustus 2010 yang mencapai Rp26.300 per kg, Max kehilangan pendapatan sebesar Rp102,5-juta. ‘Itu masih belum memperhitungkan biaya transportasi dan pakan,’ ungkap Max.

Ari Kusuma di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga kerap dirundung rugi. Kegiatan memasok domba ke sejumlah rumah pemotongan hewan di seputaran Jabodetabek menyebabkan kehilangan 8,3% bobot. ‘Padahal lama perjalanan hanya 4 – 6 jam,’ tutur Ari. Jika rata-rata domba yang dikirim berbobot 50 kg/ekor, pria 36 tahun itu kehilangan 4,15 kg bobot hidup per ekor. Dengan nilai jual per kg bobot hidup domba Rp25.000, Ari kehilangan pendapatan Rp103.750 per ekor.

Namun, kini keduanya tersenyum lega. Sejak menggunakan probiotik, kehilangan bobot tubuh selama perjalanan menyusut. ‘Sekarang kehilangan bobot tubuh hanya 7%,’ ujar Max. Artinya, dari 100 sapi yang ‘hilang’ hanya 7 ekor. Max pun menyelamatkan 6 sapi setara dengan pendapatan Rp47,3-juta. Kehilangan bobot pada domba hanya tinggal 3,8%. Itu berarti Rp56.250 mampu diselamatkan dari tiap domba.

Isotonik

Prof Dr Ir Herry Sonjaya DEA DES dari Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakaan Universitas Hasanuddin, Makassar, menuturkan selama proses transportasi hewan rentan kehilangan bobot tubuh. Mafhum saja selama perjalanan suhu udara kerap berfluktuasi. Pemberian pakan pun seadanya, misal rumput dan asupan air terbatas.

Akibatnya, ‘Hewan kehilangan energi dan menjadi stres,’ ungkap doktor fisiologi ternak dari Universite des Sciences et Technique du Languedoc, Montpellier, Perancis, itu. Padahal seperti yang disampaikan Prof Dr Ir Muhtarudin, guru besar nutrisi ternak dari Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pakan mestinya padat energi.

Probiotik yang dimanfaatkan Max Meroukh dan Ari Kusuma mengandung campuran ragi lokal Saccharomyces cerevisae, bubuk kolostrum, dan senyawa isotonik yang terdiri dari garam, natrium sitrat, kalium klorida, glukosa, dan magnesium klorida. Tak ketinggalan pula beragam vitamin seperti C, D, dan E.  Produk itu hasil riset Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor, Jawa Barat. ‘Dengan kandungan itu probiotik mampu mencegah stres dan meminimalisir penurunan bobot tubuh hewan secara drastis selama transportasi,’ ujar Prof Dr Ir Mohammad Winugroho MSc, periset probiotik.

Cara kerja probiotik sendiri mirip dengan minuman isotonik bagi manusia. ‘Fungsinya membantu tubuh hewan mengatur dan menjaga cairan tubuh yang hilang,’ tutur doktor nutrisi ternak dari Institut Pertanian Bogor itu. Mafhum selama perjalanan cairan tubuh hewan banyak yang hilang lewat pernapasan, urine, ataupun keringat. Padahal cairan tubuh penting untuk mengatur metabolisme tubuh, membantu proses pencernaan nutrisi, dan mengubah nutirisi jadi tenaga hingga menghantarkan zat-zat sisa hasil metabolisme untuk dibuang ke luar tubuh.

Praktis

Menurut Winugroho bakteri baik Saccharomyces cerevisae dalam probiotik dimanfaatkan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi pakan oleh tubuh. Sementara kolostrum, cairan prasusu yang dihasilkan kelenjar susu mamalia pada tahap akhir mengandung hingga beberapa hari pascamelahirkan yang kaya akan imunoglobulin, dimanfaatkan untuk meningkatkan dan membentengi kekebalan tubuh ruminansia menghadapi ancaman serangan bakteri patogen.

Glukosa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga. Sementara senyawa elektrolit seperti NaCl, KCl, dan magnesium klorida yang cepat diserap tubuh penting sebagai penjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Fungsi lain menjaga keseimbangan asam basa dan berperan dalam proses absorpsi (penyerapan, red) glukosa. ‘Membuatnya pun mudah dan dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita,’ tutur Winugroho.

Probiotik berbentuk serbuk itu diberikan sebanyak 50 g/ekor/hari untuk ternak besar. Ruminansia kecil sebanyak 10 g/ekor/hari. Probiotik itu diberikan 1 – 2 jam sebelum berangkat dan selama perjalanan. Pemberiannya dengan mencampurkan probiotik pada pakan atau air minum. ‘Pemberian lewat air minum lebih efektif karena probiotik cepat masuk ke dalam tubuh hewan,’ kata Winugroho. Begitu masuk lambung, segera diserap tubuh. Tidak ada ketentuan dosis pengenceran, yang penting serbuk probiotik terlarut dan mudah dikonsumsi hewan ternak.

Penambahan biaya membeli probiotik tertutup dengan penambahan pendapatan karena meminimalisir kehilangan bobot. Hitung-hitungan Max selama 7 hari perjalanan seekor sapi hanya menghabiskan 350 g probiotik. Dengan harga probiotik Rp60.000/kg, Max hanya mengeluarkan uang Rp21.000 per ekor. Sementara 6 sapi yang selamat karena probiotik memberikan omzet Rp47,3-juta. Berkat probiotik, transportasi hewan tak lagi bikin repot. (Faiz Yajri)

 

Probiotik mengandung kolostrum, mikroba baik, dan senyawa isotonik yang ampuh turunkan penyusutan bobot tubuh hidup sapi dari 13% jadi hanya 7%

Sapi rentan kehilangan bobot tubuh selama proses perjalanan

Probiotik tokcer tekan kehilangan bobot tubuh domba dari 8,3% jadi tinggal 3,8%

Prof Dr Ir Muhammad Winugroho MSc, probiotik mencegah kehilangan bobot hidup hewan secara drastis selama transportasi

 

Powered by WishList Member - Membership Software