Rawat Para Biduan

Filed in Satwa by on 01/02/2013 0 Comments

Dua peternak membagi resep cara pleci jadi langganan juara.

Prestasi Orek, Samba, dan Cabai Rawit sepanjang 2012 begitu mengesankan. Ketiga pleci milik Wagiyanto itu menggondol lebih dari 60 gelar juara di berbagai lomba burung kicauan tingkat regional dan nasional. Yanto, si empunya, pun mendapat julukan Yanto Pleci. Itu nama kedua yang diberikan sesama pehobi selama berkiprah 20 tahun di burung kicauan. “Dulu saat burung murai batu saya sering juara di kontes, nama panggilan di lomba adalah Yanto Murai,” kata pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, itu.

 

Nun di kota hujan, Bogor, Jawa Barat, ada Sarjito yang plecinya juga langganan juara kontes. Rolet, salah satu pleci andalannya telah menjadi kampiun di 60 lomba burung kicauan pada kurun 2010-2012. Rolet terkenal rajin bersuara sehingga tak hanya memikat juri, tetapi penonton lomba. “Suara cericitnya gacor,” ujar Sar-panggilan akrab Sarjito.

Pakan bermutu

Yanto dan Sar merawat khusus pleci-pleci koleksi agar juara. Yanto, misalnya, rutin menjemur pleci selama 2 jam setiap hari supaya stamina burung fit. Pakan yang diberikan berupa sesendok makan pur setiap hari yang dikombinasikan pemberian seperempat buah pisang kepok.

Satuhu dan Supriyadi pada 1999 mengungkap gizi pisang kepok per 100 g bahan terdiri atas air (70 g), karbohidrat (27 g), serat kasar (0,5 g), protein (1,2 g), lemak (0,3 g), abu (0,9 g), kalsium (80 mg), fosfor (290 mg), - karotein (2,4 mg), thiamine (0,5 mg), riboflavin (0,5 mg), asam askorbta (120 mg), dan kalori (104 kal).

Yanto menyebut pisang kepok sebagai sumber vitamin supaya burung tidak lemas. Komposisi pakan itu dipertahankan sampai menjelang kontes. Saat lomba Yanto memberi pakan berupa 20-30 ulat hongkong. Cara itu terbukti membuat Orek, Samba, dan Cabe Rawit rajin berkicau selama lomba.

Lain lagi yang dilakukan Sarjito. Selain menjemur seperti dilakukan Yanto, ia menyiapkan pakan berupa bubur bayi rasa pisang yang dicampurkan bersama pur. “Bau pisang sangat disukai pleci,” kata Sar. Pada akhir pekan pleci-pleci itu mendapat menu spesial buah-buahan seperti pisang kepok dan apel. “Apel membuat burung lebih tahan penyakit dan metabolismenya bagus,” tambah Sar. Berbagai riset di mancanegara terkait apel sudah membuktikan Malus domestica itu kaya vitamin C dan serat.

Biasanya sebelum kontes ayah 4 anak itu memberi pakan 2-3 ekor jangkrik dan setengah sendok teh kroto. Jangkrik dan kroto adalah sumber protein yang membuat stamina burung terjaga. “Cara pemberiannya dilolohkan langsung ke mulutnya,” kata kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, 41 tahun silam itu. Sesudah kontes, pemberian pakan kembali seperti semula.

Kandang umbaran

Bukan hanya pakan yang membuat pleci juara. Bagi Suwarno, pehobi di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, mental bertanding turut berpengaruh. Oleh sebab itu Suwarno rajin memasukkan pleci ke dalam kandang umbaran berukuran 4 m x 0,8 m x 1 m setelah burung dimandikan. Di sana sang burung terbang ke sana-kemari selama 1-2 jam agar fisiknya prima. “Dengan begitu mau bertarung setiap minggu pun oke,” ujarnya.

Selain memberi pisang, Suwarno juga menyediakan anggur dan larutan penyegar tubuh yang banyak dijual di toko untuk sang biduan. “Sesekali burung perlu juga mendapat pakan telur burung puyuh,” ujar karyawan perusahaan swasta di Kota Depok itu. Dengan cara di atas itu Suwarno bisa “menyulap” pleci yang semula ogah berkicau, menjadi rajin berkicau plus memiliki fisik prima dalam waktu 3 bulan.

Pleci-pleci Yanto, Sarjito, dan Suwarno saat ini memang langganan juara kontes. Bagi mereka membuat pleci juara tak sulit. Berilah pakan yang tepat supaya fisik burung prima dan berujung suara gacor. (Riefza Vebriansyah)

Waspada Hujan

Ajay Supendi, pehobi pleci di Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat ketar-ketir saat tiba musim hujan. Hawa dingin yang muncul menyebabkan bulu pleci ngebalon alias mengembang. “Bulu kecilnya juga rontok,” ujar Ajay. Bila sudah begitu burung mogok berkicau. Namun, kini Ajay sudah bisa mengatasi dengan cara memberikan 2 ulat bambu setiap hari selama musim hujan. “Ulat bambu bisa menghangatkan tubuh burung,” ucap pria kelahiran Bogor itu.

Daya tahan tubuh prima menjadi pelindung burung terhadap serangan penyakit, terutama di musim hujan. Menurut Ajay yang sudah bermain pleci sejak 3 tahun lalu daya tahan tubuh pleci bisa didongkrak dengan memberikan kuning telur burung pipit yang dicampurkan setetes minyak ikan dan sesendok teh susu kental manis. “Ramuan itu diberikan setiap hari,” kata Ajay.

Supriyanto di Yogyakarta memilih memberikan 1 sendok teh kroto, pepaya, dan semangka. “Semangka bisa meningkatkan vitalitas burung,” kata Suprianto. Sebagai tambahan pria 43 tahun itu juga rutin memberikan 2 sendok makan gula yang dilarutkan dalam air sebagai sumber energi bagi sang burung. (Riefza Vebriansyah)


Keterangan Foto :

  1. Cabai Rawit, pleci andalan Wagiyanto, juara berkat perawatan prima
  2. Wagiyanto, ahli pencetak burung kicau jawara
  3. Minyak ikan salah satu menu para juara, Fungsinya meningkatkan stamina
 

Powered by WishList Member - Membership Software