Rangkaian Saat Ikrar Setia

Filed in Tanaman hias by on 01/04/2013 0 Comments

Buket bunga pengantin pria karya Liena SaminBeragam rangkaian untuk hari istimewa: buket, gaun, hingga meja makan.

Semarak warna-warni bunga lambang cinta selalu hadir menghiasi ritual sejoli yang  berjanji sehidup semati. Ketika pasangan pengantin berjalan beriringan, pengantin wanita erat menggenggam buket bunga. Biasanya mereka membawa buket mawar putih lambang kesucian berbentuk bulat sebagai pilihan. Namun, tidak bagi Lieana Samin, perangkai bunga di Jakarta Selatan. Ia justru membuat buket bunga cantik dari lilitan kawat tembaga cokelat yang dibentuk menyerupai hati lambang cinta.

 

Untuk melahirkan buket bunga itu, mula-mula Lieana membuat rangka tangkai dari tisu yang diikat erat menggunakan selotip lantas dililit kawat tembaga. Selanjutnya, ia membuat rangka bentuk hati dari kawat bangunan, menyelimuti dengan floral tip lalu melilitnya rapat dan renggang menggunakan kawat tembaga. Hasil tangan Lieana itu memang bukan untuk pengantin wanita. “Buket sepanjang 50 cm itu spesial bagi pria yang ingin melamar calon pasangan hidupnya sebagai ungkapan kesediaan untuk hidup bersama,” katanya.

Bunga meja

Meski lilitan kawat mendominasi, kehadiran sembilan tangkai kalalili, cymbidium, carnation—ketiganya berwarna kuning, dan rutbekia berhasil membuat buket itu tampil cantik dan elegan. “Saya memilih bunga warna kuning supaya kontras dengan warna kawat dan menyiratkan kesan maskulin,” katanya. Selain berfungsi sebagai buket pengantin, rancangan itu juga dapat digunakan sebagai buket bunga penghias meja.

Lieana memamerkan buket bunga cantik itu pada demo merangkai bunga bertajuk “Beautiful Wedding” yang diselenggarakan oleh Ikatan Perangkai Bunga Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Selatan di Gedung Titan Center, Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 14 Maret 2013. “Kami menampilkan rangkaian bunga untuk acara pernikahan hasil karya enam sekolah merangkai bunga di Jakarta,” kata Lucia Raras, ketua panitia.

Pada acara itu juga menampilkan rangkaian istimewa rancangan Andy Djati Utomo SSn AIFD CFD. Andy merias tiga payung sederhana menjadi buket pengantin nan cantik. Ia memanfaatkan sebuah payung besi dan dua payung tradisional khas Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pada payung rangka besi, Andy melepas kain payung itu lalu melilitkan benang wol rapat di setiap rangka. Ia menambahkan lengkungan kawat aluminium membentuk hati  yang dililit benang wol sebagai aksen.

Sementara untuk penghias, ia meletakkan daun silver dust, bunga ornithogalum, hipericum, dendrobium putih, dan anggrek bulan putih. Adapun untuk dua payung tradisional yang tersisa, Andy melepas kain payung pertama lantas menempelkan hiasan berupa daun kering yang dilipat membentuk sudut tajam. Ia menyusun satu per satu lipatan menjadi bentuk hati di tengah rangka.

Untuk mempercantik tampilan, pengajar di Intuition Floral Art Studio itu meletakkan untaian daun smilax, anggrek bulan ungu, gomprena, dan anggrek tanah di pinggir payung serta ornamen keemasan di puncaknya. Sementara pada payung kedua, Andy tidak melepas kain payung melainkan menyelimutinya dengan daun ivy lantas menempelkan lembaran petal cymbidium hijau di tengah payung membentuk lambang hati.

Andy sengaja menampilkan buket pengantin berupa payung lantaran keberadaannya kurang populer dibanding buket pengantin lain. “Buket pengantin itu beragam bentuknya ada bulat, panjang, kipas, dan payung. Saya ingin memperkenalkan buket pengantin berbentuk payung yang dapat digunakan untuk upacara pernikahan di luar ruangan,” katanya.

Buket bunga cantik juga ditampilkan oleh Rohidin, perangkai bunga dari tim Intuition Floral Art Studio asuhan Andy Djati Utomo. Ia menampilkan rangkaian bunga untuk meja pengantin. Mula-mula Rohidin membentuk pola hati yang terbuat dari kertas karton lantas ditutup dengan bulu mercy dan daun andong merah sebagai fokus rangkaian. Untuk dasar rangkaian, ia menggunakan floral foam. Selanjutnya Rohidin meletakkan satu per satu elemen seperti bunga mawar merah muda, eringyum, agapanthus biru, snapdragon ungu,  anthurium ungu, carnation ungu, lili paris, puring, silver dust, caspea, song of jamaica, dan futoi.

Nyentrik

Rangkaian bunga karya Irin Yasin, perangkai bunga di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga tampil menawan lantaran menghadirkan unsur etnik khas Indonesia berupa lembaran tikar. Tikar yang dikenal sebagai alas duduk itu ternyata mampu memberikan kesan unik dan berbeda pada rangkaian. Lihat saja rangkaian bunga setinggi dua meter hasil karyanya yang tampil nyentrik berkat juntaian tikar berwarna merah.

Irin menyangga rangkaian menggunakan empat batang kayu dolken seukuran lengan pria dewasa. Di puncak kayu, ia meletakkan floral foam lantas menghiasnya dengan mawar merah, mawar jingga, ruscus, dan roncean melati. “Rangkaian itu cocok diletakkan di pojok ruangan atau di belakang singgasana pengantin,” katanya.

Pengajar di Florin’s Pondok Bunga itu juga memamerkan rangkaian nyentrik lain sebagai pemanis meja dari akar pohon. “Pola liukan akar sudah terbentuk cantik dari alam, saya hanya menambahkan pemanisnya saja,” katanya. Di atas akar kering itu, Irin meletakkan keranjang rotan lantas mengisinya dengan tikar berwarna cokelat yag dibentuk bulat, asparagus bintang, dan bunga mawar putih. Tak ketinggalan lembaran tikar berwarna merah menjadi pemanis rangkaian.

Rangkaian Mirawati dan Nancy Muladi, perangkai bunga di Jakarta Barat, tak kalah menarik. Mereka menampilan rangkaian bunga penghias altar dari penyangga yang terbuat dari susunan sendok plastik. Mula-mula tim dari Chrisanty Flower itu membuat rangka setinggi 75 cm dari kawat ayam. Selanjutnya mereka menyusun kepala sendok plastik bekas hingga menutup rangka. Di puncak penyangga itu, mereka meletakkan wadah plastik berisi floral foam lantas ditutup dengan mawar merah muda, mawar merah, lili ungu, carnation putih, baby bread, ruscus, dan leather leaf.

Perangkai lain, Virgilius Tjhoea Choirul, dari Herli Design School di Jakarta Pusat, menghadirkan rangkaian bunga penghias mobil. Sementara Teresa Maria Ineke T. AIFD CFD pengajar di sekolah bunga Newline Floral Education Center di Jakarta Selatan, menampilkan gaun pengantin yang terbuat dari lembaran-lembaran janur. Sementara Mimi Sumiaty Wihardja, pengajar di Vania Flower Design, Jakarta Utara, memamerkan rangkaian bunga penghias meja dan kursi makan di acara pernikahan. Di tangan para desainer bunga itu, bunga-bunga lambang cinta penghias upacara pernikahan itu tampil semakin menarik. (Andari Titisari)

 

Powered by WishList Member - Membership Software