Raja dari Kebun Kopi

Filed in Uncategorised by on 03/09/2012 0 Comments

Durian parak kopi berdaging kuning dan bertekstur pulenBuah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu cocok untuk menggambarkan lima pohon durian keturunan parak kopi yang bersifat unggul seperti sang induk.

PKT2-4 satu buah berbobot 1,7—2,3 kgPKT1-1 turunan parak kopi dengan daging berwarna krem bercitarasa manis legitBerbiji kempes dan berbuah di luar musim. Itulah ciri durian parak kopi asal Nagari Aripan, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Durian yang dalam bahasa Minang berarti kebun kopi-karena pohon induk tumbuh di kebun kopi-itu berbobot 1,6-2 kg. Raja buah itu istimewa dengan rasa manis legit dan bertekstur pulen, daging tebal. Porsi daging buah yang bisa dimakan mencapai 31,12%, biji kempes. Pantas harganya mahal, 3 kali lipat daripada durian lokal biasa.  Apalagi, durian parak kopi kerap berbuah di luar musim, Juni-Juli. Durian lain pada Oktober-November.

Pohon induk parak kopi berumur lebih dari 100 tahun dengan diameter batang mencapai 120 cm, kira-kira selebar bentangan tangan orang dewasa. Karena buahnya istimewa banyak masyarakat menanam biji durian parak kopi supaya mendapat keturunannya. Memang dengan perbanyakan melalui biji sulit untuk mendapatkan keturunan berkarakter seperti induk, tapi cara perbanyakan yang sama juga membuka peluang mendapatkan keturunan yang lebih unggul.

5 keturunan

Hasil penelusuran dan pengamatan periset di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Tropika, Solok, Sumatera Barat, dari 2005 hingga 2009, ditemukan 5 keturunan parak kopi yang memiliki buah bersifat unggul. Di antaranya berdaging tebal, berbiji kempes (seedless), warna daging kuning, tekstur daging pulen, dan berpotensi berbuah di luar musim. Kelima turunan itu selanjutnya disebut PKT (Parak Kopi Turunan)-1, PKT2-1, PKT2-2, PKT2-3, dan PKT2-4.

Yang disebut pertama berbobot 2-2,5 kg. Buah bulat dengan warna kulit cokelat kelabu. Daging buah krem dengan rasa manis legit dan bertekstur pulen. Memang biji buah dari pohon berumur 30 tahun itu tidak kempes. Namun porsi daging buah yang dapat dimakan lebih tinggi dibanding induknya, yaitu 33,81%.

PKT2-1 istimewa karena hampir 75% bijinya kempes. Bobot buah 1,7-2,6 kg dengan warna kulit hijau kecokelatan. Sayang, kulit buah tebal sehingga porsi daging buah yang dapat dimakan hanya 25,12%. Saat ini pohon PKT2-1 berumur 15 tahun. Biji kempes juga ditemui pada PKT2-2, yaitu sekitar 64% dari total biji dalam satu buah. Buah berbentuk lebih lonjong dibandingkan turunan parak kopi lain. Warna kulitnya hijau kekuningan dan warna daging kuning tidak merata. Rasa PKT2-2 manis dengan tekstur basah.

PKT2-3 berbobot 2-2,5 kg dengan kulit buah hijau kecokelatan. Dagingnya berwarna krem, lebih tebal dan manis dibandingkan keempat turunan parak kopi lain. Porsi daging buah yang dapat dimakan mencapai 33,6%. Tekstur daging buah yang sangat pulen membuat durian itu menjadi primadona. PKT2-4 memiliki porsi daging cukup besar, mencapai 32,9%. Tekstur daging buah dari pohon berumur 15 tahun itu pulen dan rasanya manis legit.

Luar musim

Sama dengan induk, kelima keturunan parak kopi berbuah di luar musim. Menurut Dr Lutfi Bansir SP MP, peneliti durian di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, tanaman durian berbuah di luar musim karena mampu berbuah tiga kali dalam dua tahun.

Itu karena setiap bunga memerlukan waktu 6-8 bulan untuk menjadi buah, setelah itu ada masa istirahat selama 3 bulan untuk memunculkan bunga lagi. Kasusnya berbeda dengan durian di Kasembon, Malang, Jawa Timur, yang waktu berbunga dan berbuahnya berlainan di setiap dahan sehingga pohon seolah-olah berbuah tiada henti.

Potensi pohon yang mampu berbuah di luar musim ditandai dengan munculnya bunga meski pohon sedang berbuah. Itu terjadi karena pohon durian mudah terpacu untuk berbunga. Cadangan makanan yang ada dalam pohon digunakan untuk berbunga lagi. Itu seperti pada durian parak kopi dan keturunannya yang buahnya dapat dinikmati meski di luar musim. (Panca Jarot Santoso MSc, peneliti durian di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat)

Keterangan Foto :

  1. PKT1-1 turunan parak kopi dengan daging berwarna krem bercitarasa manis legit
  2. Durian parak kopi berdaging kuning dan bertekstur pulen
  3. PKT2-4 satu buah berbobot 1,7-2,3 kg
  4. Penanaman dengan biji ternyata membuka peluang mendapatkan keturunan yang lebih unggul
  5. PKT2-3 bertekstur sangat pulen
  6. PKT2-2 berbuah di luar musim
  7. PKT2-1 memiliki biji kempes hingga 75%

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software