Rahasia Fit Saat Puasa

Filed in Laporan khusus, Majalah by on 07/06/2016

Suplemen penjaga stamina dan pengendali nafsu makan saat puasa.

Dua belas tahun terakhir, kolak kacang hijau menjadi menu andalan dr Zainal Gani saat makan sahur. “Secangkir kolak kacang hijau sudah cukup untuk memenuhi nutrisi selama sehari,” ujar dokter sekaligus herbalis di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur itu. Menurut Gani nutrisi yang terkandung pada kudapan yang berbahan biji Phaseolus radiatus dan santan itu cocok menjadi menu sahur meski tanpa mengonsumsi nasi dan lauk pauk.

Kunyit asam plus madu.

Kunyit asam plus madu.

“Kandungan asam laurat pada santan plus protein, vitamin, dan mineral pada kacang hijau menjaga tubuh tetap semangat seharian beraktivitas tanpa merasa lelah dan lapar meski puasa,” ujar dokter alumnus Universitas Brawijaya itu. Ia meracik sendiri kudapan itu dengan memarut setengah buah kelapa lalu memerasnya untuk mendapatkan santan. Sementara itu, secangkir kacang hijau ia rebus dengan air hingga mendidih dan mencampurkan santan.

Sedikit gula
Menurut dr Zainal Gani cara itu akan menghasilkan kolak kacang hijau yang kental hingga menyerupai bubur. “Rasanya lezat dan nikmat. Perut juga terasa kenyang meski seharian berpuasa,” ujar Zainal Gani.Tak hanya saat sahur, santan juga mengontrol gula darah jika dikonsumsi saat berbuka. “Bisa diolah menjadi kolak, atau sayur lodeh sebagai menu berbuka puasa tapi sebaiknya jangan dikasih gula,” tuturnya.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran, universitas Brawijaya itu konsumsi gula secara berlebihan saat berbuka akan mengganggu metabolisme tubuh yakni kinerja pankreas untuk memproduksi insulin menjadi berat. Kenapa saat puasa tubuh kerap merasa lemah atau lesu? Ahli gizi dari Rumasakit Imanuel, Bandung, dr Dadang Arief Primana MSc SpKO SpGK menuturkan hal itu lantaran asupan gula kurang memadai. “Dengan berkurangnya jumlam makanan yang diserap tubuh. Maka energi pun otomatis berkurang dari biasanya,” tuturnya.

Wahyu Suprapto menganjurkan berbuk a puasa dengan kurma dan buah tin segar.

Wahyu Suprapto menganjurkan berbuk a puasa dengan kurma dan buah tin segar.

Sejatinya tipe karbohidrat pada makanan maupun minuman bisa dibagi menjadi 3 jenis yaitu karbohidrat sederhana seperti minuman soft drink, sirop, karbohidrat olahan seperti tepung terigu, tepung gandum, dan karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum. “Karbohidrat sederhana dan olahan lebih cepat diserap tubuh, sementara karbohidrat kompleks lebih lambat terserap,” kata dr Dadang.

Oleh karena itu menurut ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia cabang Bandung itu, agar energi tersimpan dalam jangka waktu yang konsumsi makanan atau minuman dengan tipe karbohidrat kompleks adalah pilihan tepat, sementara jika yang dibutuhkan energi dalam waktu cepat bisa mengonsumsi karbohidrat sederhana atau olahan.

Herbalis di Kotamadya Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto menganjurkan berbuka dengan mengonsumsi kurma atau buah tin tetapi yang segar. “Jenis gula pada buah itu yaitu fruktosa sangat bagus sebagai sumber energi yang bisa cepat terserap tubuh setelah puasa,” ujar Wahyu. Namun ia tak menganjurkan konsumsi kurma atau buah tin olahan seperti manisan.

Pemahaman konsumsi kurma saat berbuka puasa perlu dipahami adalah kurma segar, bukan olahan. “Manisan kurma atau buah tin biasanya ditambah gula jenis glukosa. Hal itu justru tak baik bagi kesehatan terutama pankreas,” ujar Wahyu. Hal itu pula yang membuat rasa lemas dan mengantuk setelah mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi lantaran tubuh bekerja secara berlebihan, sehingga energi terkuras.

Herbal
Menurut Wahyu Suprapto kurma berkhasiat menambah energi tubuh secara cepat lantaran jenis gula yang terkandung di dalamnya yaitu berantai pendek cepat terserap tubuh. Itu membuat tubuh bisa langsung memanfaatkan kurma. Selain itu serat kurma tinggi dan halus sehingga tidak menganggu pencernaan. Sementara buah tin mengandung vitamin C dan betakoreten yang tinggi sebagai antioksidan. “Selain segar, konsumsi buah tin bisa juga dibuat salad,” ujar Wahyu.

Bubur kacang hijau cocok sebagai menu saur maupun berbuka.

Bubur kacang hijau cocok sebagai menu saur maupun berbuka.

Untuk menambah stamina plus menjaga daya tahan tubuh bisa mengonsumsi jamu atau ramuan herbal. Namun, menurut pengajar di Jurusan Obat Tradisional, Universitas Airlangga itu konsumsi jamu sebaikanya setelah berbuka puasa alias saat perut terisi. Ia tak menganjurkan saat sahur atau perut kosong. “Kandungan minyak asiri pada beragam herbal bisa mempercepat gerak peristaltik usus. Jika perut dalam keadaan kosong, maka tidak ada yang diproses oleh gerakan itu. Yang paling sederhana bisa menyebabkan diare,” ujar Wahyu.

Dr Arijanto berpendapat serupa, khususnya pada herbal temulawak Curcuma xanthorrhiza yang sejatinya bisa menjaga kesehatan lever, pencernaan, dan daya tahan tubuh manusia. “Temulawak menjaga stamina tubuh tapi di satu sisi sifatnya menambah nafsu makan. Jika dikonsumsi saat saur, malah menambah rasa lapar saat berpuasa,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya itu.

Maka konsumsi herbal sebaiknya setelah berbuka puasa. Beberapa herbal cocok dikonsumsi sebagai penambah stamina tubuh saat puasa. Misalnya minuman kunyit asam, cabai puyang dan sari pace atau mengkudu. Wahyu Suprapto menganjurkan untuk meminumnya setelah berbuka puasa. Cara membuatnya juga sederhana. “Untuk kunyit asam, parut satu rimpang kunyit dan tambahkan 2 buah asam kawak atau asam jawa.

Rebus semua bahan dengan 1,5 gelas air lalu tambahkan madu sesuai selera. Kunyit asam menjaga kesehatan organ dalam plus meningkatkan imun tubuh. Untuk cabai puyang, ambil satu biji cabai jawa Piper retrofractum dan 2—3 iris lempuyang Zingiber aromaticum lalu memarkan kedua bahan itu. Rebus dengan 1,5 gelas hingga tersisa 1 gelas dan tambahkan madu sesuai selera.

dr Zainal Gani menjadikan kacang hijau sebagai menu favorit untuk sahur

dr Zainal Gani menjadikan kacang hijau sebagai menu favorit untuk sahur

“Cabai puyang berkhasiat menghangatkan badan dan memperlancar peredaran darah, sehingga tidak mudah sakit dan energi maksimal,” kata Wahyu. Herbal lain, ambil buah mengkudu mengkal dan setengah rimpang laos. Cara pembuatannya sama dengan cabai puyang dan kunyit asam. Untuk penderita mag yang ingin tetap dapat berpuasa, “Sebaiknya sudah dipersiapkan 2—3 pekan sebelum memasuki bulan puasa,” ujarnya.

Ramuan itu berisi 15 g rimpang lempuyang, 15 g rimpang kencur Kaempferia galanga, 20 g rimpang temukunci Boesenbergia pandurata, 20 g rimpang temulawak, 15 g biji ketumbar Coriandrum sativum, 10 g biji kedawung Parxia roxburghii, 15 g daun trawas Tetranthera brawas, 10 g rimpang kapulaga Amomum cardamomum, dan 15 g biji merica bolong Melaleuca leucadendra.

Ambil 2 sendok teh setiap herbal dalam bentuk serbuk kering itu, lalu rebus dengan 1,5 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Konsumsi sehari sekali setelah berbuka puasa atau saat perut sudah terisi. “Semua bahan akan bersatu padu menyehatkan lambung, usus, dan pencernaan secara umum, sehingga penyakit mag bisa teratasi dan tidak mengganggu saat berpuasa,” ujar Wahyu. (Bondan Setyawan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software