Putih Susu Peringkat Satu

Filed in Buah by on 30/06/2011

Durian rose, peringkat kedua, memiliki warna jingga yang menarikMilk, pemenang pertama Kontes Durian Lokal BanyuwangiMilk durian koleksi Lamiran – penebas durian, warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia menyematkan nama Milk karena daging buah putih susu. Buah dari pohon berumur 80 tahun memenuhi syarat sebagai durian unggul. ‘Rasanya enak, manis, dan lembut di mulut. Aroma pun tidak terlalu tajam,’ kata Charles Leroy Schiefer. Dalam kontes durian itu Charles, warga Amerika Serikat, menjadi juri. Lazimnya warga asing tak menyukai durian karena beraroma tajam.

Satu lagi kelebihan si putih susu, porsi buah yang dapat dikonsumsi mencapai 23%. Itu lebih besar daripada standar buah unggul, yaitu 20%. Pesaing terdekatnya, rose dari Desa Plantaran hanya memiliki porsi yang dapat dimakan 20%. Lima juri yang terdiri atas Dr Lutfi Bansir SP MP, Luqman Qurata Aini SP MSi PhD, Eko Mulyanto, Suroso, dan Charles, pada Kontes Durian Lokal di Banyuwangi, Juni 2011, sepakat menobatkan Milk menjadi jawara pertama. Milk mengungguli 22 peserta lain yang datang dari seantero kabupaten paling timur di Pulau Jawa. ‘Milk unggul di rasa dan porsi buah konsumsi,’ kata juri Dr Lutfi Bansir SP MP.

Cek pohon

Pada kontes itu, Lamiran mengirimkan 3 durian Milk dari pohon yang tumbuh di pekarangan. Selama ini milk tak pernah keluar dari desanya. Harap mafhum, pembeli antre di rumah Taufik sehingga buah tak sempat keluar. Rose hasil eksplorasi Eko Mulyanto di kaki Gunung Raung, Kecamatan Songgon. Menurut Eko Mulyanto, rose bercitarasa lezat dan lembut. Aromanya juga harum bagai mawar.

Sayang, ia kalah di segmen porsi yang dapat dimakan. Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi menyelenggarakan kontes untuk mencari durian lokal berkarakter dan layak dikembangkan. Oleh karena itu, selain penilaian kualitas buah, para juri pun mengecek langsung ke pohon induk. Tujuannya untuk memastikan tanaman mampu menyerbuk sendiri sehingga pohon mampu berbuah sepanjang tahun.

Banyuwangi sebetulnya mempunyai durian merah yang seronok. Sayang, ketika kontes berlangsung si merah absen. ‘Kontes berlangsung di pengujung musim sehingga ada beberapa buah unggul hasil eksplorasi yang tidak bisa ikut kontes,’ ujar Lutfi  Bansir, peneliti di Pusat Penelitian Durian, Universitas Brawijaya. Menurut Lutfi keragaman durian di Banyuwangi memang tinggi.

Lutfi serta Eko kerap mengeksplorasi durian. Terakhir pada April 2011, mereka mengeksplorasi durian di kaki Gunung Ijen, Kampung Anyar, Licin, Banyuwangi pada akhir April 2011. Hasilnya antara lain durian belum bernama berdaging buah krem semburat merah muda dan beraroma lembut. Menurut Eko, durian itu cocok untuk orang asing karena aromanya tak begitu menyengat. Citarasanya kombinasi manis, asam, dan gurih, serta memiliki porsi yang dapat dimakan 23%. Pohon durian itu mampu menyerbuk sendiri dan selalu berbuah pada Mei – Agustus.

Pemerah bibir

Jenis lain dari Banyuwangi adalah lipstik atau lipen, salah satu koleksi Bunadin di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Lipen berwarna menarik, kuning muda dan semakin tua di dekat pangkal daging buah dekat biji. ‘Sebenarnya lipen termasuk durian lokal, tetapi warna daging buah berbeda,’ kata Sujiono, pengepul yang kerap memborong lipstik.

Menurut Eko yang juga anggota staf Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi, pohon durian lipen termasuk jenis Durio zibethinus. Jika warna daging buahnya unik, karena pohon itu memiliki respon penyerapan unsur hara yang baik. ‘Unsur belerang asal kawah Gunung Ijen dan kandungan mineral seperti seng asal laut terbawa angin dan diserap oleh pohon. Unsur itu yang membuat warna durian di Banyuwangi beraneka ragam,’ kata ayah 2 anak itu.

Di kebun Bunadin terdapat 12 pohon berumur 150 tahun. Namun, hanya satu pohon yang menghasilkan durian berdaging merah seperti lipen. Itu bukti bahwa warna daging buah pada jenis itu tidak diturunkan secara genetik. Di dekat kebun Bunadin juga tumbuh dua pohon durian berdiameter batang 50 cm. Pohon itu menghasilkan durian berwarna kuning seperti kunyit. Daging buah tebal, biji kempes, manis, dan sedikit aroma alkohol khas durian. Duri buah pendek dan jarang-jarang menjadi ciri bahwa kunyit pun termasuk jenis zibethinus. (Tri Istianingsih/Peliput: Pranawita Karina)

 

Powered by WishList Member - Membership Software