Pupia: Panasea dari Surga

Filed in Obat tradisional by on 18/01/2016
Buah pupia Momordica cochinchinensis sebagai campuran pembuatan makanan tradisional di Vietnam. Di negara itu pupia dikenal sebagai buah surga karena memiliki banyak khasiat.

Buah pupia Momordica cochinchinensis sebagai campuran pembuatan makanan tradisional di Vietnam. Di negara itu pupia dikenal sebagai buah surga karena memiliki banyak khasiat.

Buah pupia mengandung betakaroten 10 kali lebih banyak dibandingkan wortel dan likopen 70 kali lebih tinggi dibandingkan tomat.

Sosok pupia atau tepurang bagai bola karet mainan anak-anak. Sekujur kulitnya tumbuh bintil kecil. Warna kulitnya jingga amat seronok. Ketika buah dibelah tampaklah selaput yang menyelimuti biji pipih berwarna merah terang. Pembungkus biji itu bercitarasa tawar. Namun, kandungannya sungguh dahsyat, antara lain kaya betakaroten dan likopen—berkhasiat sebagai antioksidan kuat.

Penelitian Dr Le-Thuy Vuong dari Vietnam membuktikan pupia memiliki betakaroten 10 kali lebih banyak dibandingkan wortel atau mengandung 17—35 mg per 100 g. Adapun kandungan likopen 70 kali lebih banyak daripada tomat. Selama ini umbi wortel Daucus carota sohor sebagai produsen betakaroten; tomat sumber likopen. Buah pupia mengungguli keduanya.

Buah susul-menyusul. Panen raya Desember hingga Januari.

Buah susul-menyusul. Panen raya Desember hingga Januari.

Buah surga
Kini beberapa petani di tanahair menanam pupia Momordica cochinchinensis. Nama genus itu mengingatkan kita akan peria Momordica charantia. Keduanya memang masih sekerabat dekat, anggota famili Cucurbitaceae. Pantas penampilan pupia mirip peria. Kolektor tanaman di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Janto Gunawan membudidayakan lebih dari lima tanaman di halaman rumah.

Gunawan mendapatkan biji tanaman kerabat melon itu dari rekannya, Sucipto, di Malang, Jawa Timur. Sucipto membudidayakan 30 tanaman di ruamahnya. Tanaman merambat itu mampu tumbuh hingga puluhan tahun. Batang utamanya membesar hingga sepaha. Menurut Gunawan pupia berbuah pada umur 9 bulan. Pupia berbuah susul-menyusul. Di sebuah tanaman, tampak buah ranum, ada pula yang masih hijau, pentil, bahkan bunga yang kuncup.

Pupia berasal dari Vietnam. Masyarakat negeri bekas jajahan Perancis itu menyebutnya gac (baca yek) berarti sesuatu yang bulat mengacu pada bentuk buah. Masyarakat mancanegara memberi nama kundur pahit berduri atau melon merah. Bahkan ada pula yang menyebut baby jackfruit meski tak berkaitan sama sekali dengan nangka. Masyarakat Vietnam mengolah seludang biji dan nasi sebelum mengonsumsinya.

Minuman berbahan buah pupia berkhasiat untuk kesehatan.

Minuman berbahan buah pupia berkhasiat untuk kesehatan.

Makanan itu biasa disajikan pada acara khusus seperti pernikahan atau menyambut tamu baru. Selaput biji yang berwarna merah tua mengungkapkan kehidupan, vitalitas, dan umur panjang. Selain dikonsumsi di acara-acara tertentu, masyarakat Vietnam juga biasa mengolah pupia menjadi saus dan jus. Mereka mengenal pupia sebagai buah yang turun dari surga karena memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan penyakit alias panasea.

Masih asing
Secara turun-temurun masyarakat Vietnam mempercayai pupia mampu mengobati masalah kulit, gangguan mata, dan mempercepat penyembuhan luka luar. Menurut Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, buah itu belum familiar digunakan sebagai obat di Indonesia. “Saya mengetahui tanamannya, tapi pasar tanaman obat di Indonesia belum ada yang menjual gac. Mungkin karena gac bukan tanaman asli Indonesia dan tidak digunakan oleh nenek moyang sebagai herbal,” ujarnya.

Menurut Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia akarnya jika diletakkan di air mengeluarkan busa seperti sabun sehingga cocok untuk mencuci pakaian. Masyarakat Bali dan Ambon mengonsumsi daun yang agak pahit. Tanaman itu dapat tumbuh di hutan dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Pupia tersebar di kawasan Indochina seperti Myanmar, Vietnam, Laos, dan Thailand.

Pupia tumbuh merambat sekerabat dengan peria.

Pupia tumbuh merambat sekerabat dengan peria.

Taman Wisata Mekarsari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menanam pupia sejak 2005. Menurut Asisten Manajer Agro di Taman Wisata Mekarsari, AF Margianasari tanaman itu didatangkan dari Thailand dan masih sebatas sebagai tanaman hias dan koleksi. Ia menanam pupia di dalam pot sebagai tanaman hias di pintu masuk salah satu kawasan tanaman buah.

Margianasari juga menanam pupia di bedengan sepanjang 30 meter dan merambatkan di sebuah para-para. “Kami pernah mencoba membuat makanan tradisional Vietnam yang menggunakan gac, tapi menurut kami rasanya tidak cocok untuk lidah orang Indonesia. Karena belum mengetahui pemanfaatan lainnya jadi belum kami kebunkan dalam skala luas,” ujar Margianasari.

Pupia mengalami perubahan warna dari muda hingga matang. Buah berwarna kuning sebulan setelah penyerbukan. Buah matang berwarna jingga atau merah.

Pupia mengalami perubahan warna dari muda hingga matang. Buah berwarna kuning sebulan setelah penyerbukan. Buah matang berwarna jingga atau merah.

Merah
Pupia dapat berbuah dengan baik di Indonesia walaupun ukurannya tidak sebesar di negara asalnya. Di Indonesia bobotnya sekitar 300—350 gram. “Di Thailand berat gac bisa mencapai 500 gram lebih,” ujar Janto. Menurut Margianasari buah pupia di Indonesia juga tidak bisa memiliki warna semerah di luar negeri. “Di sini buah yang matang berwarna jingga, tidak bisa merah. Kemungkinan itu faktor iklim atau memang varietasnya yang berbeda,” ujar Margianasari.

Pertumbuhan bunga hingga buah matang memerlukan waktu sekitar dua bulan. Bunga yang sudah diserbuki membutuhkan waktu tiga pekan hingga buah berwarna hijau. Tiga pekan kemudian buah akan berubah menjadi hijau kekuningan sampai kuning seluruhnya. Perubahan warna itu berlanjut sampai buah berwarna merah atau jingga. Bentuk daun pupia mirip daun markisa.

Perbedaan terlihat pada ukuran daun pupia lebih lebar dan memiliki tepi daun yang halus, sedangkan daun markisa lebih kecil dan tepi daun bergerigi. Di Thailand buah itu sudah dibudidayakan untuk produksi minuman herbal. Panen raya berlangsung pada Desember hingga Januari. Saat itulah masyarakat mereguk khasiat betakaroten dan likopen yang melimpah dari buah surga. (Ian Purnama Sari)

 

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software