Pukul Empat Pukul Kanker

Filed in Trubus kids by on 01/11/2009 0 Comments

 

Khasiat itu ada pada daunnya. Prof Sudjadi PhD, peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta membuktikan keampuhan bunga pukul empat sebagai antikanker secara ilmiah. Doktor biologi molekuler alumnus University of Leicester, Inggris, itu menguji invitro ekstrak protein daun pukul empat Mirabilis jalapa pada 3 jenis sel kanker, yaitu sel hela, myeloma, dan T47D. Ketiganya berturut-turut merupakan sel kanker leher rahim, sel plasma, dan kanker payudara.

Dalam riset itu ia menumbuk 60 gram daun Mirabilis jalapa berbunga merah dan mencampurkannya dengan 160 ml natrium klorida. Dari campuran itulah ia memperoleh ekstrak protein daun anggota famili Nyctaginaceae itu. Kemudian ia menginkubasi sel kanker dengan protein itu selama 24 jam. Hasilnya menakjubkan, pertumbuhan sel kanker terhambat.

RIP

Menurut Sudjadi nilai LC50-konsentrasi yang menyebabkan kematian 50% populasi sel kanker-pada sel hela, myeloma, dan T47D berturut-turut adalah 14,3 μg, 7,4 μg, dan 27,8 μg per ml. Semakin kecil nilai LC50, semakin tinggi sifat toksik terhadap sel kanker. Dr Edi Meiyanto, peneliti di pusat riset kanker Universitas Gadjah Mada, menyebutkan nilai LC50 di bawah 100 μg/ml menunjukkan ekstrak itu berpotensi sebagai agen kemopreventif.

Agen kemopreventif merupakan agen yang dapat mencegah dan menghambat proses perkembangan sel kanker serta membantu memulihkan kondisi kesehatan penderita kanker. Agen kemopreventif relatif aman karena hanya menyerang sel kanker tertentu.

Keampuhan daun Mirabilis jalapa menghambat pertumbuhan sel kanker lantaran mengandung protein MJ-C. Protein itu merupakan kelompok ribosome inhibiting protein, RIP-protein toksik yang mampu menghambat sintesis protein. Bila sintesis protein terhambat maka otomatis perkembangan sel kanker juga terhambat. Selain itu RIP juga memicu apoptosis alias program bunuh diri sel.

Jika dibandingkan dengan jenis RIP lain seperti MJ-30, protein MJ-C tergolong bersifat toksik sangat kuat. Nilai LC50 MJ -30 terhadap sel hela, myeloma, dan T47D berturut-turut adalah 7.050 μg, 1.250 μg, dan 361 μg/ml. Nilai itu jauh lebih besar ketimbang nilai LC50 MJ-C. Pada sel hela misalnya, MJ-C hanya perlu 14,3 μg/ml untuk membunuh 50% populasi sel kanker, sedangkan MJ 30 butuh 7.050 μg/ml. Menurut Sudjadi perbedaan aktivitas RIP itu diduga lantaran adanya perbedaan struktur pada masing-masing RIP, MJ-30 bersifat basa sedangkan MJ-C, asam.

Invivo

Sifat sitotoksik yang sangat kuat pada uji invitro membuat Sudjadi penasaran untuk menguji lebih lanjut. Pria kelahiran Yogayakarta itu lantas melakukan uji invivo melibatkan mencit. Ia menguji sekelompok mencit dan membaginya dalam 5 grup. Kelompok I tanpa perlakuan, kelompok II-V merupakan kelompok perlakuan. Selain kelompok II, semua kelompok perlakuan diberi RIP dengan konsentrasi berturut-turut 0,3 mg, 0,6 mg, dan 1,2 mg.

Selama percobaan, semua kelompok perlakuan dipapari sinar ultraviolet B 5 kali sepekan dan diberi dimetilbenz(a) antrasene (DMBA)-senyawa karsinogenik poten alias pemicu kuat timbulnya kanker. Tujuannya supaya kelompok uji menderita kanker kulit. Setelah lima pekan lalu dilakukan pengamatan. Hasilnya, sel-sel kanker muncul pada mencit yang tidak diberi RIP. Sedangkan mencit yang diberi RIP sel kanker baru muncul pada pekan ke-10. Artinya kandungan protein daun pukul empat mampu mencegah kanker kulit.

Bukan hanya mencegah, daun Mirabilis jalapa juga ampuh untuk mengobati kanker. Itu terbukti pada percobaan terhadap sepuluh ekor mencit penderita kanker kulit. Tercatat 35% mencit terbebas kanker kulit setelah Sudjadi mengoleskan RIP di tubuh mencit. Sedangkan sebagian lain, pertumbuhan sel kanker terhambat dan berkurang sedikit demi sedikit. Sudjadi menjelaskan kandungan RIP pada daun pukul empat memicu peningkatan ekspresi protein bax. Protein bax itulah yang menginduksi terjadinya apoptosis sehingga bisa mencegah dan mengobati kanker.

Ekstrak daun pukul empat datang sebagai pisau tajam. Sel kanker mengambil pisau itu dan melakukan program bunuh diri. Itulah apoptosis. Setelah sel kanker apoptosis, penderita berpeluang besar sembuh dari penyakit maut. Oleh karena itu Sudjadi berniat mengembangkan sifat antikanker Mirabilis jalapa. Sebab, secara invitro kandungan senyawa aktif daun pukul empat terbukti mampu mengatasi beragam sel kanker.

Dulu, daun pukul empat hanya digunakan untuk mengobati bisul. Dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia, K Heyne menyebutkan daun pukul empat yang telah dilayukan di atas api dan diolesi minyak kelapa berguna untuk penyembuhan bisul. Para herbalis, seperti Lukas Tersono Adi di Tangerang, Provinsi Banten, meresepkan daun pukul empat untuk mengatasi panas, sawan anak, dan antiradang. Namun, dengan adanya bukti ilmiah, kini daun pukul empat menjadi salah satu sumber antikanker baru. (Ari Chaidir/Peliput: Lastioro A Tambunan)

Prof Sudjadi, daun pukul empat mengandung protein RIP yang bersifat antikanker

Kulit mencit bebas kanker (kiri). Kulit mencit menderita kanker kulit, ditandai adanya nodul (bulatan) berpotensi kanker (kanan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software