Protein Belalang

Filed in seputar agribisnis by on 02/05/2013 0 Comments

Bahagia bersama belalang? Mengapa tidak! Sepulang dari Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta, rombongan saya mendapat titipan berapa kaleng plastik belalang goreng. Ada yang bumbu manis, sebagian lagi bumbu asin. Ketika saya letakkan di meja makan, sepertiga anggota keluarga keberatan.  Sepertiga lagi ragu-ragu, dan sisanya langsung menyukainya.  Belalang goreng asin itu dilahap dengan diam-diam.

Maaf, begitulah respons dunia terhadap belalang. Padahal, dalam agama Kristen  dikenal Nabi Yahya atau Yohanes Pembabtis yang hidup di padang gurun hanya dengan makan belalang dan minum madu alam.

Ajaran Islam punya kutipan dari Abdullah bin Aufa, R.A.: “Aku ikut perang bersama Rasul Allah S.A.W sebanyak tujuh peperangan dan kami selalu makan belalang”. (Hadis Sahih Muslim: 3604). Saudara-saudari kita di Malaysia memahami hadis itu dan banyak yang suka membeli belalang goreng di pasar.

Masyarakat Buddha di Thailand, China, Laos, dan Vietnam pun punya aneka resep memasak belalang.  Bahkan, ada peternakan belalang di Laos yang didukung Perserikatan Bangsa-bangsa. Mengapa? Sebab belalang terdaftar sebagai cadangan protein yang berkelanjutan. Hanya dunia belum pernah memasyarakatkan bagaimana menikmatinya.

Pangan aneh?

Selama ini masakan berbasis belalang masih dianggap oddities, makanan aneh!  Yang tidak aneh adalah bagi Alen, pengemudi keluarga kami yang lincah dan cerdas, kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat.  “Sewaktu kecil di kampung, kami suka membakar belalang di sawah,  terutama belalang padi yang kecil-kecil dan gurih.  Ada juga belalang yang berwarna merah,” kata Alen. Kenangan masa kecil itulah yang penting.  Dahulu saya diajari, kalau mau cerdas, mampu berlari cepat dan tangkas, suka-sukalah makan paha belalang.

Rasanya memang enak. Selain itu, paha belalang terkenal kuat.  Bisa membuat pemiliknya mampu melompat 40 kali panjang tubuhnya. Jadi belalang berukuran  10 cm bisa melompat sejauh 4 meter. Lompatan jauh itu memang diperlukan.  Di kota Salt Lake, negara bagian Utah, Amerika Serikat, awal tahun lalu diperkenalkan menu fried grasshopper alias belalang goreng.  Penjualnya, Abraham Santiago, pemilik restoran dari Meksiko.  Ia ingat masa kecilnya, dan masakannya langsung jadi berita besar.

Pelanggan belalang di restoran itu berdatangan dari jauh.  Mereka rela naik mobil sampai puluhan kilometer untuk mendapatkan hidangan eksotis itu.  Belalang segar diimpor dari Oaxaca di Meksiko.  Di sana belalang ladang dipelihara dan sudah jadi masakan sehari-hari.

Semoga kabar itu membesarkan hati para pelopor  kuliner belalang di Wonosari, Yogyakarta, maupun di Jombang, Jawa Timur, di Bali dan di semua kampung halaman penggemar belalang Indonesia. Belalang tidak hanya dikonsumsi pahanya seperti kodok. Belalang kayu Melanoplus cinereus yang banyak dijual eceran maupun partai besar di Desa Semanu, Gunung Kidul, dikonsumsi utuh-utuh.  Hanya sayap dan kotorannya yang dibuang. Seluruhnya disatai, direnteng, atau dimasak sebagai camilan.

Rp45-miliar

Di Meksiko, belalang memang sudah menjadi makanan tradisional sejak zaman orang Indian berjaya ratusan tahun lalu. Mereka menyebutnya chapulines. Biasanya chapulines dimakan dengan lembaran roti tortilla, bubur kacang hitam, dan keju khas yang disebut quesillo.  Jangan lupa, bumbunya ada macam-macam cabai  dan paprika. Secara umum di Amerika Serikat dan Eropa, masakan belalang dikaitkan dengan rasa kacang, rasa jamur, dan rasa udang.

Di Malaysia, belalang warna kuning kehijauan dengan titik-titik hitam, disebut belalang kunyit Valanga nigriconis, paling disukai.  Harga satu kilogram mencapai 30 ringgit di Pasar Besar Pasirputeh. Seorang penjualnya, Bidah Abdullah, sudah berniaga  belalang sejak 20 tahun lalu.  Ia juga menjual dalam bungkusan kecil 100 gram yang dihargai lima ringgit.

Harga itu sama dengan kemasan  Rp25,000 belalang goreng Cap Walang di Jawa Timur. Kalau di Wonosari setara dengan satu porsi nasi goreng belalang ditambah segelas wedang jahe. Mengapa orang suka belalang?  Karena kandungan proteinnya sangat tinggi.  Kalau steik sapi kadar proteinnya mencapai 57%, belalang bisa mencapai 62%, bahkan lebih.  Lagi pula, karena ukurannya kecil, lebih mudah dikunyah.  Belakangan ada penelitian bahwa kandungan protein pada belalang ternyata lebih tinggi daripada protein udang windu sekali pun.

Permintaan belalang di Malaysia biasanya memuncak antara Agustus—Oktober. Sementara di China, konsumsi belalang relatif stabil.  Itu sebabnya peternakan belalang perlu dibuat permanen di kota-kota. Di kawasan Yangqing, Beijing, seorang peternak belalang bernama Li Shuqi (61tahun) memerlukan lima gedung untuk  memelihara dua juta belalang.

Setiap delapan jam kerja, seorang pekerja hanya bisa mengumpulkan  220 kg belalang.  Padahal cukup banyak restoran di Beijing yang menyediakan menu belalang setiap hari. Peternakan belalang perlu dikembangkan di Gunung Kidul juga.  Sekarang, belalang kayu dan belalang padi diburu bebas di luar.  Pada saat musimnya, seorang penangkap belalang bisa membawa pulang 3.000 ekor dalam semalam.  Kalau bulan purnama, lebih sulit lagi menangkapnya, karena belalang lebih lincah. Bisa-bisa pulang dengan kurang dari 1.000 ekor  yang setelah dibersihkan dan digoreng, jadinya kurang dari 1 kg.

Untuk memelihara belalang, dari telur sampai panen, hanya diperlukan waktu    75 hari.  Pakannya pun tidak sulit, cukup rumput dan sayur-sayuran.  Peternakan belalang alias  locus breeding di Eropa  merupakan bagian kecil ekspor serangga hidup.  Inggris, misalnya, setiap hari mengekspor 10.000 belalang dibandingkan sekitar 2-juta ekor jangkrik. Devisa ekspor jangkrik dan belalang untuk Inggris berkisar antar 2-juta—3-juta poundsterling setara Rp45-miliar per tahun. Serangga itu tidak dikonsumsi manusia, tetapi diutamakan untuk pakan burung, ikan hias, dan umpan pemancingan.

Belalang sembah

Di kalangan anak-anak pun, memelihara belalang mulai populer.  Modalnya hanya tabung plastik besar, diberi pasir dan ranting pohon-pohonan.  Belalang betina yang tubuhnya lebih besar, bertelur di pasir itu.  Untuk makanan bisa diberikan apa saja.  Termasuk biskuit dan tepung havermut. Banyak jenis belalang sejak dahulu dipelihara sebagai hiasan.  Jenis yang paling banyak dijadikan mainan anak-anak adalah belalang sembah atau praying mantis.

Namun, yang umum  disukai remaja di Inggris adalah belalang ranting dan belalang daun.  Kedua jenis itu menyesuaikan warna dan bentuk tubuhnya dengan habitatnya.  Pada masa kecil dahulu, kami juga suka menangkap belalang batu.  Warna sayapnya menyerupai tanah, sehingga mudah menyamar di antara kerikil.  Belalang cengkadak betina terkenal ganasnya.  Mereka selalu memangsa yang  jantan setelah selesai bersanggama.  Itulah jenis belalang pemakan serangga dan kanibal.  Adapun yang dimakan adalah belalang pemakan daun dan bunga, yang dikenal umum sebagai hama baik di Afrika maupun Australia. Dalam masyarakat Nusantara, belalang memiliki tempat terhormat dan sering dijadikan bahan peribahasa.  Ada istilah ”pecah  mata belalang” kalau tidur awal. Ada juga pepatah  “Belalang saja bisa menuai”  untuk rezeki yang datang dengan mudah dan tidak disangka-sangka.

Ada juga kepercayaan “Lain ladang lain belalang” yang mengisyaratkan bahwa setiap puak punya adat istiadat tersendiri.  Namun, ini juga mengisyaratkan bahwa ada banyak macam spesies belalang, diperkirakan lebih dari 10.000 jenis di seluruh muka Bumi. Sebagian hama, sebagian hiasan, dan sebagian lagi untuk obat maupun perbaikan gizi.

Larva belalang tertentu diyakini bisa membuat  anak-anak cerdas karena kaya dengan Omega 3, 6, dan 9. Sedangkan dalam kebudayaan Jepang, belalang dipercaya sebagai lambang percaya diri.  Di Yunani kuno, belalang menyimbolkan lompatan iman.  Akhirnya, boleh dicatat bagaimana Nabi Musa menggunakan belalang untuk melawan Firaun. Cerita itu membuat belalang sudah muncul dalam teks-teks hieroglip, dari zaman Mesir kuno.

*** *) Kolumnis Trubus sejak 2001, konsultan Jababeka Botanic Gardens, pengurus Tirto Utomo Foundation.

 

FOTO:

belalang serangga kaya protein

 

Powered by WishList Member - Membership Software