Pinguicula Bak Ratu Sejagad

Filed in Tanaman hias by on 01/04/2010 0 Comments

Namun jangan salah! Sosok tinggi semampai di Taman Mini Square, Jakarta Timur, itu bukan ratu sejagad asal India. Ia Sansevieria pinguicula berdaun panjang dan ramping. Tingginya 35 cm dengan 30 daun membentuk bangun simetris. Sosoknya yang matang dan tanpa cacat membuatnya melenggang menjadi jawara kelas utama round leaf pada kontes sansevieria awal Maret 2010.

Lazimnya sosok pinguicula: kekar, pendek dengan daun membulat dan besar. “Daun panjang dan runcing sang juara seperti pinguicula di alam yang telah dewasa. Tampilannya benar-benar matang,“ kata Taufik Hidayat, juri asal Tangerang.

Ajang pemanasan

Menurut Mamay Komarsana, juri asal Cianjur, pinguicula koleksi Duta Ong diduga berasal dari anakan, bukan dari semaian biji. “Asupan nutrisi dari induk membuat pertumbuhannya lebih cepat memanjang,” katanya. Pinguicula asal semaian biji cenderung lebih lambat sehingga bentuk daun cenderung pendek tapi besar.

Seperti Lara Dutta dan Priyanka Chopra yang melibas para pesaingnya, pinguicula itu mampu menaklukkan 34 lawannya di kelas utama round leaf. Lawan terberatnya Sansevieria ballyi milik Sun Glo dan Sansevieria suffruticosa milik Salim. Keduanya tampil majemuk dengan anakan muncul memenuhi pot. Namun, kematangan dan kemulusan pinguicula yang tampil tunggal, membuat keduanya harus puas berada di posisi ke-2 dan 3.

Hajatan yang digelar Metropolitan Sansevieria Club (MSC) bersama Trubus itu juga membuka kelas utama flat leaf, madya round leaf, madya flat leaf, dan minisize. “Total peserta 98 tanaman, ini bagai pemanasan buat kontes sansevieria nasional yang akan digelar pada 17—18 April 2010 di Taman Anggrek Indonesia Permai, Jakarta Timur,” tutur Sentot Purnomo, penasehat MSC.

Empat juri—Taufik, Mamay Komarsana, Anna Sylvana, dan Syah Angkasa sepakat menobatkan juara ke-1 berturut-turut pada Sansevieria sp ‘tanzania’ milik Tangerang Sansevieria Club (utama flat leaf), samurai dwarf milik Roy Genggam (madya round leaf), Sansevieria humiflora milik Zahra (madya flat leaf), dan Sansevieria horwood milik nurseri Vito (minisize).

Ratunya ratu

Dua minggu sebelumnya persaingan ketat juga terjadi di Mall Taman Mini Square. Saat itu 60 aglaonema beradu cantik dalam 2 kelas kontes: tunggal dan majemuk. Udara panas di lokasi kontes sempat membuat panik pemilik ratu daun. Toh, mayoritas aglaonema tetap tegar dan tampil optimal.

Di tengah embusan udara panas, persaingan keras pun berlangsung. Angelina mutasi milik Henry bersaing ketat dengan 45 peserta lainnya. Akhirnya 3 juri—Gatot Purwoko, Nurdi Basuki, dan Syah Angkasa—menobatkannya di kursi jawara kelas tunggal. Ia mengalahkan adelia mutasi yang juga milik Henry dan surya milik Poernomo Hery yang mesti rela di posisi 2 dan 3. “Sosok angelina paling kompak dan rapat. Meskipun klorofil sangat sedikit, pertumbuhannya normal. Lawannya punya kelemahan di arah daun yang kurang teratur,” tutur Syah Angkasa.

Di kelas majemuk, sexy pink koleksi Aseng menjadi ratu di antara 15 ratu daun lainnya. Daun berwarna dasar pink lembut itu tampil rimbun dan kompak. “Di antara pesaing beratnya, ia paling rimbun dan dewasa,” kata Gatot Purwoko. Harlequin dan hot lady milik Harry Setiawan yang menjadi lawan terberatnya menyerah kalah di posisi runner up dan juara ke-3. Kedua ratu terbaik di kontes aglaonema itu seolah menyambut pinguicula ramping—bak Lara Dutta dan Priyanka Chopra—yang akhirnya menjadi jawara sansevieria 2 minggu setelahnya.

Medan

Adu molek sansevieria juga terjadi di kompleks Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara. Dalam kontes yang digelar Kelompok Tani Tanaman Hias Sri Deli dan Asosiasi Medan Sansevieria Indonesia (AMSI) itu 75 lidah mertua berlaga dalam 3 kelas: flat leaf, round leaf, dan prospek. “Kualitas peserta secara umum cukup matang dengan keragaman jenis yang lengkap. Namun banyak peserta berkualitas baik, tampil dalam pot yang kurang pas,” kata Willy Poernawan, juri dari Yogyakarta. Menurut Willy, pot sebaiknya disesuaikan dengan tanaman baik dari segi ukuran, warna, maupun bentuk.

Contoh tampilan Sansevieria lavranos 23295 milik Dartatik. Daun yang menjuntai panjang menyamping terlihat serasi dengan pot hitam berbentuk bulat dengan tinggi 40 cm. Kematangan karakter, keserasian arah daun, dan kemulusan daun makin sempurna dengan wadah yang proporsional dan seras. Itulah yang membuat juri Willy Poernawan (Yogyakarta), Bimo Sekti (Pati, Jawa Tengah), dan Paula Meriani (Medan) menobatkannya menjadi jawara terbaik di kelas round leaf. Lawan terberatnya, Sansevieria ballyi milik Coco Setiawan dan Sansevieria sp ‘Koko’ mesti rela berada di posisi ke-2 dan 3.

Di kelas flat leaf, Sansevieria hybrid milik Daniel dianugerahi gelar kampiun mengalahkan Sansevieria kenya hyacinth milik Anthony dan Sansevieria lavranos 23251 milik Dian. Sansevieria milik Daniel tampil majemuk dengan anakan yang muncul serasi dengan induk. “Terkontrolnya pertumbuhan anakan agar tak kelewat bongsor dibanding induk memberi nilai lebih,” tambah Willy.

Semua juara memang tergolong dewasa. Namun bukan berarti tanaman muda ciut nyali berlaga dalam kontes. Kelas prospek dibuka untuk mewadahi tanamantanaman kecil dengan tinggi dan panjang daun 1—15 cm. Persaingan sangat ketat dengan kualitas nyaris sebanding di kelas prospek akhirnya dimenangkan sansevieria blue leaf milik Triwati. Sansevieria yang meraih total nilai 156 itu mengungguli silver blue milik Wati Sahrial dan sansevieria hybrid milik Cristien. Pertarungan lidah mertua berkualitas itu makin membakar semangat pencinta sansevieria memoles koleksinya demi menjadi yang terbaik. (Nesia Artdiyasa)

Keterangan foto

  1. Sansevieria pinguicula milik Duta Ong, juara 1 kelas utama round leaf.
  2. Tampilan mulus dan matang Sansevieria humiflora milik Zahra. Arah daun ke segala penjuru mata angin
  3. Sansevieria horwood milik nurseri Vito. Mampu beranak meski media terbatas
  4. Sanseviria sp. ‘tanzania’juara ke-1 kelas utama flat leaf. Karakter daun dewasa sedikit terlipat
  5. Sansevieria “samurai dwarf” milik Roy Genggam, juara ke-1 kelas madya round leaf
  6. Angelina milik Henry, juara ke-1 kelas tunggal. Tetap kokoh di tengah embusan udara panas
  7. Sexy pink milik Aseng, juara ke-2 kelas majemuk. Sosok rimbun dan dewasa
  8. Adelia milik Henry, juara ke-2 kelas tunggal. Susunan daun rapat
  9. Juara ke-1 kelas prospek, di Medan. Ukuran kecil, tapi jumlah daun banyak
  10. Sansevieria lav. 23295, juara ke-1 kelas round leaf, di Medan. Tampilan serasi dengan pot
  11. Juara ke-1 kelas flat leaf, di Medan. Anakan tumbuh seimbang dengan induk

Foto-foto: Nesia Artdiyasa

 

Powered by WishList Member - Membership Software