Petik Bawang di Lahan Pasir

Filed in Sayuran by on 01/05/2010 0 Comments

Volume panen itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi bawang merah di lahan tanah sebesar 9 – 10 ton/ha. Nun di pesisir Pantai Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Mardiyanto juga memanen bawang merah varietas tiron di lahan berpasir. Produksinya bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan Pujiyanto, mencapai 16,3 ton/ha. Yang istimewa lagi lokasi kebun yang berjarak 200 m dari tepi pantai itu cocok pula ditanam varietas kubis dataran rendah dengan produksi mencapai 61,97 ton/ha.

Menanam berbagai komoditas sayuran di lahan pasir belum populer. Harap mafhum beragam kendala siap menghadang pekebun. Embusan angin laut yang mengandung kadar garam tinggi, misalnya, selain dapat merobohkan tanaman, juga mematikan tanaman akibat konsentrasi garam berlebih. Yang lain, kandungan bahan organik dan hara di lahan pasir sangat rendah sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Pelindian atau pencucian hara yang tinggi membuat pemupukan kerap tak efektif.

Spesifik

Kendala-kendala itu dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi yang spesifik lokasi penanaman. Contohnya tanah pasir pantai memiliki perkolasi atau aliran air dalam tanah 250 kali lebih tinggi dibanding tanah lempung. Hal itu dapat diatasi dengan memberi lapisan kedap air seperti bentonit dan vertisol atau tanah lempung.

Bentonit memiliki sifat pengatusan atau pengeringan lambat yang berpotensi sebagai lapisan kedap air. Sementara vertisol memiliki permeabilitas atau kemampuan meloloskan air lebih rendah. Keunggulan vertisol adalah lebih banyak tersedia dibanding bentonit. Hasilnya? Tokcer. Pemberian lapisan bentonit 15% atau vertisol sebanyak 50% dengan tebal 2 cm dapat memacu produksi tanaman kubis hingga 36 – 40%; bawang merah 70%. Pemberian vertisol membuat tanaman tetap hijau meski memasuki akhir pembentukan umbi.

Untuk mengatasi embusan angin, tanam tumbuhan pemecah angin seperti cemara udang Casuarina equisetifolia. Penanaman itu sekaligus memperbaiki kondisi iklim mikro di sekitar lokasi penanaman. Sementara untuk mengurangi penguapan pada zona perakaran dan permukaan tanah, lahan perlu diberi mulsa jerami sebanyak 5 ton per ha. Mulsa jerami juga efektif untuk menekan gulma. Kendala efisiensi pemupukan diatasi dengan pemberian pupuk nitrogen secara cair (kocor) bukan tugal. Dengan cara kocor efisiensi pemupukan 39,3%, cara tugal 24,5%.

Lengkap

Untuk menyiasati kondisi buruk biologis dan kimia dari tanah, perlu pula dibenamkan pupuk kandang sebanyak 20 ton/ha. Penambahan bahan organik itu mampu meningkatkan kemampuan tanah mengikat air. Kombinasi pemberian tanah lempung (vertisol), pupuk kandang, dan jerami selain dapat menekan run off (air limpasan) dan erosi akibat angin, juga ampuh mengurangi pencucian hara.

Walhasil kondisi tanah membaik sehingga meningkatkan penyerapan hara serta aktivitas jasad renik berupa mikroba tanah lebih baik. Imbasnya kesuburan tanah meningkat. Sebagai sumber pengairan dapat memanfaatkan ketersediaan air tawar pada kedalaman 3 – 6 m dari permukaan tanah.

Pemberian paket teknologi lengkap meliputi mulsa jerami, pemupukan nitrogen kocor seminggu sekali, pupuk kandang 20 ton/ha, dan tanah lempung 30 ton/ha pada kubis di Pantai Bunton, Cilacap memberikan hasil 61,97 ton/ha; bawang merah 16,3 ton/ha. Hasil itu lebih tinggi dibandingkan tanpa penerapan teknologi: 35,96 ton kubis/ha dan 11 ton/ha bawang merah.

Secara hitungan ekonomis pun menguntungkan. Perbandingan keuntungan dibagi biaya pada budidaya bawang merah di lahan pasir mencapai 1,35. Sifat lahan pasir yang sarang (porous) pun memungkinkan budidaya tanaman hortikultura di luar musim (off season) untuk menangguk untung lebih besar di saat sentra terkendala cuaca. (Dr Ir Saparso MP, Lektor Kepala pada Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)

 

 

  1. Garis pantai Indonesia mencapai 110.000 km. Potensial sebagai lahan pertanian
  2. Produktivitas kubis di lahan berpasir 1,5 kg per tanaman
  3. Produksi bawang merah 16,3 ton per ha di lahan pasir pantai, lahan tanah biasa 9 – 10 ton

 

Powered by WishList Member - Membership Software