Pertanian Cerdas

Filed in Majalah, Sayuran by on 18/01/2020

Traktor tanpa awak karya BBP Mektan.

Menurut Perekayasa Madya di Pusat Teknologi Produksi Pertanian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Ir. Arief Arianto Hidayat, MSc.Agr, inovasi berperan terhadap kemajuan pertanian Indonesia. Inovasi untuk menyempurnakan atau meningkatkan fungsi dari pemanfaatan suatu produk atau sumber daya sehingga kita mendapatkan manfaat yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, petani perlu mengenal sistem pertanian cerdas.

Pertanian cerdas cara pertanian yang menggunakan platform yang terhubung dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Ia mencontohkan penggunakan telepon dalam mengumpulkan berbagai informasi seperti kondisi lingkungan, status hara tanah, kelembapan udara, kondisi cuaca. Informasi dikumpulkan dari sensor-sensor di lahan pertanian. “Data itu menjadi bahan analisis dalam pengambilan keputusan dalam pemberian air irigasi, distribusi unsur hara,” kata Arief.

Dalam era Industri 4.0 pemanfaatan teknologi informasi meluas dan mempercepat berbagai proses dengan kecepatan yang tidak terbayangkan sebelumnya. “Jika Indonesia akan bersaing di pasar global, mau tidak mau harus menguasai keunggulan teknologi itu. Jika tidak maka justru pasar Indonesia yang saat ini memiliki populasi sebanyak 267 juta yang terambil oleh bangsa lain,” kata Arief.

Menurut Dr. Ir. Arief Daryanto dari Institut Pertanian Bogor tantangan utama di sektor pertanian ke depan adalah memproduksi pertanian dengan lebih banyak, lebih baik kualitasnya, lebih sedikit input, lebih bersahabat dengan alam, lebih berkelanjutan. Tantangan utama itu muncul karena permintaan komoditas pertanian dan olahannya selalu meningkat, sementara laju konversi lahan pertanian ke nonpertanian cukup kencang. (Sardi Duryatmo)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software