Perlancar Jalan Napas

Filed in Obat tradisional by on 02/07/2013 0 Comments
Dr dr Andhika Rachman SpPD KHOM, “Sesak napas bisa timbul karena terjadi inflamasi kronik di saluran napas,”

Dr dr Andhika Rachman SpPD KHOM, “Sesak
napas bisa timbul karena terjadi inflamasi
kronik di saluran napas,”

Daun avokad mengatasi gangguan pernapasan akibat merokok.

Sebuah ruas jalan di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, siang itu agak lengang. Namun,  Ratno Sunardi Putra justru mengerem mendadak dan menghentikan mobil yang dikendarainya. “Saat itu saya sulit bernapas,” kata Ratno yang kemudian memarkir mobilnya di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak. Selang 15 menit sesaknya berangur-angsur hilang sehingga ia mampu melanjutkan perjalanan.

Ratno memang kerap mengalami sesak napas, terutama saat istirahat sehabis bekerja, sejak Juni 2012. “Saat itu napas terasa berat,” kata Ratno. Namun, belakangan sesak napas itu justru muncul saat ia bekerja. Kondisi itu membuat Ratno tersiksa sehingga segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter yang memeriksa menyarankan Ratno berhenti merokok. Harap mafhum, dalam sehari pria 38 tahun bisa mengisap 24 batang rokok. Dokter pun membekali ayah satu putra itu obat pereda sesak napas.

Rokok

Rata-rata dalam sehari Ratno mengalami 3 kali sesak napas. Ia mengandalkan obat pereda sesak napas dari dokter saat dada terasa sesak. Menurut ahli penyakit dalam Dr dr Andhika Rachman SpPD KHOM sesak napas bisa timbul karena terjadi inflamasi kronik di saluran napas. Akibatnya trakhea menyempit sehingga terjadi gangguan pernapasan. Orang yang mengalami sesak napas sering mengeluh napasnya pendek dan dangkal.

Ratno menduga sesak napas itu muncul karena ia terlalu banyak merokok. Ia mulai mengisap rokok sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Hasil riset Kristianita Kurnia Putry, Kumboyono, dan Lilik Supriati dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menyatakan terdapat hubungan antara lama merokok dengan kejadian gangguan pernapasan. Dari 40 responden berusia 55—64 tahun memperlihatkan, 70% responden yang merokok di atas 21 batang—lebih dari 40 tahun  mengalami gangguan pernapasan.

Menurut Andhika merokok sangat tidak baik bagi kesehatan. Sebab, “Kandungan bahan berbahaya dalam rokok seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan paru-paru mengalami iritasi,” kata dokter di Rumahsakit Kramat 128, Jakarta Pusat, itu. Elisabetta Rosi dan Giorgio Scano dari University Florence, Firenze, Italia, menyatakan merokok merupakan pemicu gangguan pernapasan pada orang dewasa perokok. Prevalensinya berbanding lurus dengan jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari.

Meskipun mengetahui dampak buruk merokok, Ratno tetap merokok. “Saya sudah ketagihan merokok,” kata Ratno. Kecanduan merokok itu akibat nikotin. Itu sejalan dengan paparan dari American Cancer Society pada 2012 yang menyatakan penggunaan rutin produk tembakau menyebabkan ketagihan. Nikotin termasuk zat adiktif seperti heroin dan kokain. Orang yang kecanduan rokok relatif sulit disembuhkan. “Kalaupun mau berhenti perlu motivasi besar dari si perokok,” kata Andhika.

Ratno kerap berganti dokter untuk mengobati sesak napasnya yang datang dan pergi. Semua dokter yang ia temui menyarankan Ratno berhenti merokok. Bahkan pemeriksaan pada Januari 2013 menunjukkan terdapat flek di paru-paru Ratno. “Flek di paru-paru menandakan terjadinya infeksi di paru-paru,” kata Andhika. Selain karena merokok, Ratno meyakini sesak napas yang ia derita juga karena keturunan. “Kakek saya juga penderita sesak napas,” ucap pria kelahiran Surabaya itu.

Daun avokad

Ratno yang khawatir dampak buruk penggunaan obat kimia beralih ke pengobatan herbal. Ia pun bertemu herbalis di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Zain. Zain menduga sesak napas Ratno juga diperparah kondisinya yang terjangkit tuberkulosis (TB). “Pertama kali datang napas Ratno pendek, tubuh gemetar, dan muka pucat sekali,” ucap ayah 2 anak itu. Ia memberikan Ratno campuran herbal berupa daun avokad Persea americana, biji kemukus Piper cubeba, laos merah Alpinia galanga, jahe merah Zingiber officinale, pegagan Centela asiatica, dan sambiloto Andrographis paniculata.

Zain menjelaskan daun avokad berperan melancarkan peredaran darah. Untuk memperlancar pernapasan di paru-paru, Zain mengandalkan laos merah. Sementara jahe merah berfungsi mengencerkan dahak dan menghentikan batuk. Pegagan dan sambiloto untuk menggempur bakteri. Semua herbal itu berupa serbuk yang tersimpan dalam plastik. Ratno cukup menyeduh 12 g sediaan itu dalam segelas air panas. Itu ia lakukan satu jam sebelum makan setiap pagi dan sore selama satu bulan.

Setelah mengonsumsi ramuan itu Ratno merasakan dadanya serasa ditusuk-tusuk. “Itu tanda herbal sedang bekerja dan rasa sakitnya hanya sementara,” kata Zain. Demi kesembuhan Ratno pun mematuhi saran Zain. Herbalis kelahiran 1970 itu melarang Ratno mengonsumsi penganan yang digoreng karena menimbulkan batuk dan minuman dingin, pemicu dahak. Tiga hari rutin mengonsumsi daun avokad, Ratno merasakan perubahan. “Dada pun terasa enteng,” kata Ratno. Ia kini dapat tidur normal.

Padahal, sebelum mengonsumsi herbal racikan Zain, Ratno kerap merasa sesak dada saat terkena angin pada malam hari. Namun, sejak rutin mengonsumsi herbal ia tidak merasakan gejala itu. Ratno juga bisa tidur telentang. Padahal, sebelumnya ia hanya tidur dengan duduk. “Saya merasa sakit kalau tidur telentang,” kata Ratno. Bagaimana daun avokad mengatasi sesak napas? Belum ada riset ilmiah yang menjelaskan mekanisme hilangnya sesak napas setelah rutin konsumsi daun avokad.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menduga daun avokad memperbaiki kerja ginjal. “Sesak napas terjadi akibat darah mengandung banyak polutan,” kata alumnus Universitas Diponegoro itu. Kerja ginjal yang maksimal dapat membuat polutan tersaring sehingga  darah lancar dan sesak napas berangsur hilang. Lukas sudah lama mengenal daun avokad sebagai herbal. Ia meresepkan daun kerabat kayumanis itu untuk hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat.  (Riefza Vebriansyah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software