Percula Mengelak Maut

Filed in Ikan hias by on 05/09/2010 0 Comments

 

PerculaDr Istiyanto Samidjan MsSelama ini pelet menjadi pakan utama ikan badut yang ditangkarkan di luar habitat aslinya. Selain tinggi protein, pelet mudah diperoleh. Pembiak maupun hobiis akuarium laut juga memberikan rebon sebagai pakan tambahan. Harap mafhum, rebon memang menjadi salah satu pakan alami penghuni karang itu. Namun, hati-hati! Terlalu banyak memberikan pelet atau rebon membuat tingkat kelulusan hidup rendah.

Menurut Dr Istiyanto Samidjan, MS, ketua Program Studi Budidaya Perairan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, SR percula di penangkaran masih rendah, berkisar 3 – 20%. ‘Percula tumbuh baik saat jumlah pakan yang dicerna dan diserap melebihi jumlah yang dibutuhkan,’ kata Istiyanto.

Berdasarkan penelitian Istiyanto yang dilakukan pada Agustus – Oktober 2005  selain meningkatkan SR, kombinasi 75% pelet dan 25% rebon membuat pertumbuhan ikan maksimal saat umur 3 bulan. Saat itu panjang mencapai 6,39 cm dan bobot 5,41 g.

Ramu pakan

Sebanyak 200 bibit diambil dari perairan di Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah. Istiyanto lalu meramu pelet terbuat dari jagung, tepung kedelai, tepung ikan, 5% minyak ikan, 5% multivitamin, dan 1%  perekat.  ‘Pelet dibentuk berukuran 2 – 3 mm/butir, sesuai mulut ikan,’ kata kepala Laboratorium LPWP Undip itu.

Pakan buatan kaya akan protein 36%, abu dan mineral 14% , karbohidrat 3%,  lemak 2,8%, dan 12% kelembapan. Pakan diberikan bersama rebon dengan dosis 3% dari bobot ikan/ekor/hari. Pemberian dilakukan 2 kali setiap pagi dan sore. Kombinasi pakan buatan dan rebon itu  bisa diterapkan untuk 27 jenis clown fish lain.

‘Hanya saja rebon lebih berperan ganda untuk jenis clown fish berwarna jingga dan merah,’ kata Istiyanto. Musababnya, seperti udang lain, rebon mengandung beta karoten yang kaya warna merah. Oleh karena itu warna jingga percula semakin kental.

Kombinasi itu juga dapat diberikan pada tahap pembenihan. Menurut Dra Kadek Ari Wahyuni, perekayasa di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, larva umur 2 minggu sudah dapat diperkenalkan dengan pelet. ‘Jumlahnya 50% pelet dan 50% pakan alami seperti rebon dan rotifer,’ ucap Ari.

Pilih pelet berukuran kecil sesuai mulut larva, sekitar 200 – 300 mikron. Pelet ukuran itu banyak dipakai pada pembenihan kerapu yang harganya berkisar Rp55.000 – Rp60.000/kg. ‘Setelah umur sebulan ikan dapat mengkonsumsi 100% pelet. Ukuran pelet bertahap mulai dari 400 – 1.000 mikron,’ tambah Ari.

Selain itu, pakan lain yang dapat diberikan adalah cacing Tubifex sp.  Selain mengandung 58% protein, ukuran tubifex kecil sehingga ikan mudah mengkonsumsinya. Tubifex memberikan tingkat kelulusan hidup 90% saat jumlah yang diberikan 5% dari bobot ikan/ekor/hari.

Itu berbeda dengan perlakuan di Phuket Coastal Fisheries Research and Development Center (PCHRD) – lembaga di bawah DKP Thailand yang sukses menangkar 11 jenis clown fish. Pakan yang diberikan saat burayak umur 1 – 10 hari adalah rotifera. Selanjutnya sampai umur 30 hari diberi artemia. Saat umur sebulan ikan diberi pelet.

Kualitas air

Selain pakan, padat tebar diatur 1 ekor/l. Yang tak kalah penting adalah kualitas air. Itu dengan mengatur salinitas 30 – 32,5 ppt. Pun oksigen terlarut berkisar 5,5 – 7,5 mg/l. Caranya dengan menambahkan aerasi dan blower. ‘Oksigen terlarut itu berperan dalam meningkatkan nafsu makan ikan,’ kata Dr Coco Kokarkin, kepala Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Bate di Aceh.

Suhu air diatur 25 – 290C dan pH 7,4 – 8,02. Untuk pengolahan air dibutuhkan sistem filtrasi. Itu supaya jumlah amonia yang ditimbulkan dari sisa pakan dan kotoran rendah. ‘Kandungan amonia yang dapat ditolerir 0,01 – 0,021 mg/l,’ imbuh Istiyanto. Lebih dari itu dapat meracuni ikan. ‘Pun nitrit dijaga tidak lebih dari 0,5 mg/l,’ tambah Istiyanto. Filter cukup menyaring 2 kali, lalu air kembali masuk ke kolam. Percula pun tumbuh sehat. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Nesia Artdiyasa)

 

Ramu Pelet

  1. Campur bahan: jagung, tepungkedelai, tepung ikan 5% minyak ikan, dan 5% multivitamin
  2. Tambahkan perekat 1%
  3. Bentuk seperti pelet berukuran 2—3 mm/butir
  4. Panggang dalam suhu 400C
  5. Pakan instan diberikan 3% dari bobot ikan/hari
 

Powered by WishList Member - Membership Software