Perbanyak Benih Kedelai Biosoy, Balitbangtan Siap Dukung Produksi Pangan

Filed in Peristiwa by on 09/04/2020

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah memperbanyak benih kedelai biosoy di lima provinsi meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Biosoy merupakan kedelai varietas unggul baru (VUB) rakitan Balitbangtan yang memiliki karakter biji besar dan berproduktivitas 3,5 ton per hektare.

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry, menyebutkan bahwa ukuran biji kedelai biosoy besar dan mirip biji kedelai impor yang berbobot sekitar 20 gram per 100 biji. Artinya kedelai biosoy memiliki produktivitas 14—18% lebih tinggi dibandingkan dengan varietas kedelai sebelumnya. Menurut penanggungjawab lapangan perbanyakan benih biosoy, Dr. Dodin Koswanudin, perbanyakan benih dilakukan dalam dua tahap yakni memproduksi benih dasar atau foundation seed (FS) dan benih pokok atau stock seed (SS).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di setiap provinsi menyiapkan lima hektare lahan dengan target produksi 6 ton benih dasar. “Beberapa daerah sudah mulai tanam. Bahkan Yogyakarta sudah menanam pada 9—17 Februari 2020. Sementara Sulawesi Selatan baru menanam pada akhir April karena menyesuaikan jadwal panen padi ,” ujar Dodin di Kantor Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor, Jawa Barat.

Lebih lanjut peneliti di Balitbangtan itu menjelaskan, benih yang telah dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI). “Kami tidak bisa lepas dari direktorat jendral teknis yang memiliki peta lahan dan kami memasok benihnya,” jelas Dodin.

Berdasarkan data di lapangan, kedelai biosoy yang ditanam menunjukan pertumbuhan maksimal. Kedelai yang ditanam di Jawa Tengah memasuki fase berbunga dengan daya tumbuh sekitar 97%. “Meski intensitas hujan tinggi, tapi kondisi kedelai biosoy aman dan normal. Saya optimis hasil panen mencapai dua ton sehingga total bisa didapat lebih dari 6 ton calon benih per hektare,” kata penanggungjawab perbanyakan benih biosoy di Jawa Tengah, Dr. Joko Triastono.

Menurut Dr. Fadjry Djufry Produksi benih biosoy terus diperbanyak dan sudah mulai didistribusikan ke petani-petani di Indonesia. Keberhasilan pengembangan kedelai biosoy diharapkan memberi dampak terhadap peningkatan produksi kedelai nasional menuju swadembada kedelai dan penghematan devisa. (Andika Bakti/ Balitbangtan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software