Penjinak Nikotin

Filed in Perkebunan by on 31/05/2011

Menyebut nikotin, ingat tembakau. Daun bahan rokok itu memang mengandung nikotin. Padahal, nikotin bukan hanya terdapat di tembakau, tetapi juga pada tomat dan terung yang masih sekerabat. Kadar nikotin pada daun  tembakau berbeda-beda, 0,3 – 9%. Nikotin berupa cairan berminyak, jernih, rasa pahit, dan pedas.

Hasil riset peneliti di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang, Jawa Timur, Suwarso dan rekan,  menunjukkan bahwa kandungan nikotin antarvarietas dan galur yang ditanam di Bojonegoro dan Bondowoso relatif sama. Namun, perbedaan lokasi tanam menyebabkan kadar nikotin juga berlainan. Kadar nikotin tembakau dari Bondowoso lebih tinggi daripada tembakau dari Bojonegoro.

Perokok pasif

Menurut anggota Komisi Revitalisasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur, Prof Dr Samsuri Tirtosastro, APU, kandungan nikotin tiap daun tembakau berlainan. Jenis tembakau, varietas, posisi daun di batang, pemangkasan dan pewiwilan, pupuk nitrogen, jarak tanam, pengairan, dan lokasi penanaman mempengaruhinya.  Kadar nikotin daun rajangan temanggung 0,5 – 9%, rajangan madura (0,5 – 4%), dan virginia (0,5 – 3,5%).

Semakin ke atas posisi daun, maka kadar nikotin pun kian tinggi.  Tiga hingga empat daun teratas, memiliki kadar nikotin tertinggi. Begitu juga dengan pemangkasan dan pewiwilan, makin sedikit daun tersisa di batang, kadar nikotin pun semakin tinggi. Pemberian pupuk nitrogen yang semakin banyak, kadar nikotin pun kian tinggi. Varietas tembakau berkadar nikotin rendah (0,5 – 2,5%) antara lain tembakau madura varietas prancak 95, prancak N1, dan prancak N2.

Menurut Samsuri, penanaman tembakau berkadar nikotin rendah kurang efisien. Sebab, kadar nikotin berpeluang naik lagi akibat pemberian pupuk nitrogen, tinggi rendah pangkasan, lokasi budidaya, kesuburan lahan, dan iklim. Selain itu pekebun juga kurang menyukainya karena produktivitas  rendah, hanya 0,8 ton rajangan kering per ha. Produktivitas tembakau lain rata-rata mencapai 1,2 ton rajangan kering per ha. Apa lagi  tak ada kompensasi harga dari pembeli.

Nikotin berfungsi sebagai pembawa rasa “khas” asap rokok dan merangsang saraf otak sehingga terasa lebih segar bagi perokok.  Periset dari  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fenty Alvian Amu, menjelaskan bahwa sebatang rokok mengandung 8,4 mg nikotin. Jika terbakar, nikotin menjadi tar 1,6 mg per batang. Sedangkan nikotin dalam asap rokok yang terhirup, akhirnya mencapai saluran napas kecil dan alveoli hingga 82 – 92%.

Periset dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dewi Susanna, meneliti 6 jenis rokok yang terdiri atas 3 jenis rokok filter dan 3 jenis rokok kretek (nonfilter). Hasilnya kandungan nikotin dalam asap rokok filter yang terisap perokok rata-rata 1,10 mg; kadar nikotin asap yang dilepaskan ke lingkungan, 4,62 mg/batang. Pada rokok kretek kandungan nikotin lebih tinggi, masing-masing 1,25 mg dan 6,13 mg per batang.

Itu berarti perokok mengisap nikotin lebih sedikit daripada yang terlepas ke lingkungan. Jumlah nikotin asap rokok yang dilepas ke lingkungan  4 – 6  kali lebih banyak. Oleh karena itu perokok pasif justru lebih berbahaya daripada perokok aktif. Perbedaan jumlah nikotin dalam asap rokok itu karena asap rokok yang terus-menerus dihasilkan selama rokok menyala, walau perokok sedang tidak mengisap.

Perokok aktif

Menurut Dewi Susanna, perbedaan kadar nikotin dalam rokok dipengaruhi oleh jenis dan campuran tembakau, jumlah tembakau dalam tiap batang rokok, bahan tambahan untuk meningkatkan aroma dan rasa, serta keberadaan filter di batang rokok. Meski  perokok mengisap nikotin dalam jumlah kecil, tetapi jika berlangsung lama mengakibatkan gangguan kesehatan. Dosis toksik nikotin 0,5 – 1,0  mg per kg bobot tubuh atau 30 – 60  mg.

Jaringan paru menyerap nikotin dan terdistribusi ke otak dan jantung 2 jam kemudian. Penyerapan nikotin ke paru-paru mengikuti proses sirkulasi darah melalui bilik kiri jantung. Jantung memompa nikotin langsung ke otak dan bagian lain dalam tubuh. Konsentrasi nikotin yang tinggi di pembuluh arteri melalui inhalasi asap rokok. Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.

Efek lain denyut jantung bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, dan aliran darah pada pembuluh koroner bertambah. Selain itu nikotin meningkatkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan agregasi sel pembekuan darah.

Menurut Samsuri untuk menekan kadar nikotin, “Gunakan kertas berpori dilengkapi filter lebih efektif menahan kondensat asap.” Dalam kertas berpori terdapat rongga untuk sirkulasi udara sehingga kadar nikotin yang terserap dapat berkurang.

Reaksi organ dan jaringan terhadap inhalasi asap rokok bermacam-macam, antara lain berkembang menjadi kanker paru, kanker rongga mulut, kanker esofagus, penyakit kandung kemih, tuberkulosis, kanker pankreas, hipertensi, asma, impotensi, penyakit jantung, dan diabetes mellitus.  Menurut herbalis di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Brury Mahendra berbagai herbal mampu mengurangi efek buruk rokok.

Brury Mahendra meresepkan 10 gram pegagan dan 10 gram buah mengkudu. Pecandu rokok tinggal merebus dalam 2 gelas air hingga mendidih. Daun kaki kuda atau pegagan Centella asiatica meregenerasi sel yang rusak akibat nikotin, mengkudu Morinda citrifolia berperan membantu metabolisme. Herbal lain untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah jintan hitam. Menurut Brury, air kelapa muda juga bagus sebagai penawar nikotin.  (Desi Sayyidati Rahimah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software