Penjernih Suara Walet

Filed in Majalah, Satwa by on 13/10/2016

Pemanfaatan penyaring suara meningkatkan produksi sarang.

Perangkat penyaring suara rekaman walet.

Perangkat penyaring suara rekaman walet.

Joharno hanya menuai 2 kg sarang walet dari rumah walet 3 lantai berukuran 5 m x 7 m per sekali panen. Pemilik rumah walet di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, itu memetik sarang 2 bulan sekali. Produksi itu amat rendah, idealnya Joharno mampu memetik 40 kg per panen. Produksi anjlok antara lain karena persaingan rumah walet di Palangkaraya sangat tinggi. Joharno menempuh berbagai cara, seperti memasang suara pemanggil untuk memikat walet.

Hasilnya tetap tidak memuaskan ”Sudah lebih dari 30 kali ganti suara pemanggil, tetapi tidak ada perubahan,” kata Joharno. Ia sempat girang lantaran suara pemikat walet yang baru saja dipasang dapat mendatangkan burung ke rumah waletnya. Namun, itu cuma sebentar. Harapannya sirna bersama kaburnya walet. Karena penasaran ia kemudian memperhatikan rekaman walet dan menemukan suara berisik halus di sela suara lengkingan dan cuitan walet.

Saring suara

Bazoka biasa digunakan sebagai pengeras suara pemanggil walet.

Bazoka biasa digunakan sebagai pengeras suara pemanggil walet.

Rekan Joharno menyarankan untuk menggunakan penyaring atau filter suara yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan suara berisik halus dalam rekaman. Suara berisik halus itu ada lantaran ikut terekam dari lingkungan seperti suara manusia, batuk, perpindahan mikrofon, suara benda jatuh, bahkan suara kendaraan yang melintas di kejauhan. Suara-suara itu mengganggu dan membuat walet tidak nyaman dan meninggalkan rumah.

Joharno memasang perangkat penyaring suara rekaman walet pada saluran buang amplifier. Kemudian ia menyambungkan ke pengeras suara seperti bazoka dan tweeter di atap bangunan. Pria 38 tahun itu juga memasang perangkat penyaring untuk saluran menuju lubang udara masuk dan saluran ruang inap. Begitu Joharno mengaktifkan, terdengar suara yang sangat bersih, tidak terdengar suara kasar dan pengotor suara dari lingkungan saat perekaman.

“Suaranya sangat natural,” kata Joharno. Hari itu juga Joharno melihat walet berduyun-duyun mendatangi rumah walet miliknya dan menetap. Setelah 2 tahun mengalami masa sulit Joharno mulai menikmati jerih payahnya. Hasil panen sarang burung walet meningkat. Setahun berselang hasil panen mencapai 15 kg per panen atau tujuh kali lipat dibandingkan dengan panen sebelumnya.

Harry Wjaya sudah mengembangkan dan meneliti penyaring suara sejak 2006.

Harry Wjaya sudah mengembangkan dan meneliti penyaring suara sejak 2006.

Dengan keyakinan itu, kini Joharno juga menerapkan penyaring suara itu di 5 buah rumah walet miliknya. Konsultan budidaya walet di Jakarta, Harry Wijaya, mengatakan, manfaat alat itu menyaring atau menahan suara pengotor yang tidak diinginkan agar tidak keluar di pengeras suara tweeter. Prinsip kerja perangkat itu dengan pembatasan frekuensi. Saluran buang dari amplifier masuk ke dalam perangkat.

Di dalam perangkat suara diproses, terjadi pemisahan menurut frekuensi yang diperlukan dan dikuatkan untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Suara dipisah dan terbagi menjadi 2 kelompok frekuensi rendah 1.500—2.500 hz dan frekuensi tinggi yaitu di atas 2.500 hz. Setiap kelompok frekuensi dikeluarkan dalam saluran buang yang berbeda. “Suara pengotor biasanya mempunyai frekuensi di bawah 1.500 hz sehingga tidak akan keluar,” kata Harry.

Dua kelompok

Perangkat penyaring dikombinasikan dengan amplifier.

Perangkat penyaring dikombinasikan dengan amplifier.

Yang termasuk dalam suara frekuensi rendah adalah suara anak burung minta makan, burung mengerami telur, burung kawin, kepakan sayap, dan cuitan intensitas rendah. Adapun lengkingan dan suara burung mencari makan tergolong suara frekuensi tinggi. Pengelompokan itu berfungsi pada penempatan suara buang dari perangkat penyaring. Penyaring dominan suara frekuensi tinggi dipasang sebagai suara panggil dan ditempatkan di atap untuk menarik perhatian walet di sekitar lokasi rumah walet.

Selain itu juga ditempatkan di ruangan bawah untuk menarik walet agar mau turun ke ruang inap. Untuk suara yang dominan frekuensi rendah ditempatkan di lubang masuk dan ruangan inap. “Penempatan berguna agar walet merasa nyaman untuk tinggal,” kata Harry. Perangkat itu hanya berukuran selebar telapak tangan orang dewasa. Dengan bobot 1 kg penyaring suara tidak memerlukan energi tambahan kecuali dari saluran buang dari amplifier.

Satu-satunya energi listrik tambahan hanya untuk menggerakkan kipas pendingin berkapasitas 6 watt. Harry menyarankan penggunaan penyaring untuk suara buang di 3 tempat, yaitu pada suara tarik di atap, lubang masuk walet, dan ruang inap—masing masing sepasang alat. Selain Janarno, peternak lain yang menggunakan penyaring suara adalah Muhammad Ilyas yang baru merintis usaha walet sejak 2011.

Tweeter digunakan untuk pengeras suara dari perangkat penyaring.

Tweeter digunakan untuk pengeras suara dari perangkat penyaring.

Peternak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu mengelola sebuah rumah walet 3 lantai berukuran 8 m x 6 m. Pada tiga tahun pertama ia hanya menuai kurang dari 1 kg sarang. “Suara menjadi bersih, sama dengan aslinya,” kata Ilyas. Setelah mengoperasikan alat itu, pada pagi dan sore walet tampak selalu mengitari rumah. Banyak yang singgah di tempat Ilyas, sedangkan rumah walet lainnya hanya terlihat sedikit yang datang dan singgah. Pada panen berikutnya Ilyas menuai sarang lebih banyak. Setelah 2 tahun berselang, Ilyas sudah memanen 5 kg sarang. (Muhammad Awaluddin)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software