Pendidikan Vokasi Pertanian untuk Dunia Usaha

Filed in Peristiwa by on 16/01/2019

Pendidikan serta dunia usaha dan dunia industri seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Namun, kini masih ada kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP mengatakan, saat ini penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan dunia usaha dan industri memang harus selaras.

“Karena kampus tidak dapat lagi kita pikirkan sebagai suatu lembaga sosial yang berdiri sendiri. Kampus harus kita pandang sebagai suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lokal, daerah, maupun nasional,” kata Idha, Senin (14/1) saat rapat pertemuan dengan semua pejabat eselon 3 dan 4 Pusat Pendidikan Pertanian. Menurut Idha kurikulum pendidikan vokasi pertanian harus diselaraskan dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja. Hal itu sejalan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan).

Pusdiktan mempunyai enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di enam lokasi (Bogor, Medan, Malang, Yogyakarta-Magelang, Gowa, dan Manokwari). Pelaksanaan pembelajaran dalam hal ini kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diajarkan di kampus harus menyesuaikan dengan kompetensi yang diinginkan oleh dunia usaha dan industri. Sebab, dunia usaha dan industri membutuhkan tenaga kerja terampil.

Apalagi pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serbuan tenaga kerja asing akan menjadi momok bagi tenaga kerja lokal Indonesia. “Oleh karena itu, kita harus memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum pendidikan vokasi pertanian di kampus yang harus mampu menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terampil,” kata Idha.Sementara itu, Kasubbid Kurikulum dan Sistem Pembelajan Pusat Pendidikan Pertanian Yudi Astoni, S.TP, M.Sc, membenarkan pendidikan serta dunia usaha dan industri tidak bisa dipisahkan.

“Ketika industri makin maju itu mencerminkan negera tersebut sudah masuk pada capaian yang diharapkan. Bagaimana konsekuensinya harus terus terpelihara dan berlangsung,” kata Yudi. Menurut Yudi kampus harus dapat memberikan berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam bentuk suasana nyata sesuai dengan lingkungan kerja. Itulah sebabnya, diperlukan kerja sama antara kampus dan industri, baik dalam perencanaan dan penyelenggaraan, maupun dalam pengolalaan pendidikan,” kata Yudi.

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software