Peluang Bisnis Pertanian

Filed in dari redaksi by on 07/10/2014
Pemimpin redaksi Majalah Trubus (depan, keempat dari kiri) bersama Sekjen Asian Productivity Organization, Mari Amano (tengah depan), dalam acara pembukaan misi studi ke objek kemajuan pertanian di Jepang 8—14 September 2014 yang diikuti 17 jurnalis dari 13 negara Asia

Pemimpin redaksi Majalah Trubus (depan, keempat dari kiri) bersama Sekjen Asian Productivity Organization, Mari Amano (tengah depan), dalam acara pembukaan misi studi ke objek kemajuan pertanian di Jepang 8—14 September 2014 yang diikuti 17 jurnalis dari 13 negara Asia

“Setelah bencana gempa bumi dan musibah kebocoran reaktor nuklir Fukushima (pada 2011, red), masyarakat Jepang melirik dunia pertanian untuk ketahanan pangan mereka,” tutur Prof Dr Toyoki Kozai. Kozai, profesor emeritus di Chiba University, meyakini masyarakat harus bisa memenuhi sendiri kebutuhan pangan mereka, bahkan mereka yang hidup di kota. Untuk itu doktor Teknik Pertanian dari University of Tokyo itu mengembangkan teknologi budidaya yang ia sebut plant factory with artificial light (PFAL), sebuah teknologi budidaya tanpa sinar matahari sebagai sumber energi fotosintesis.

Dengan cara itu budidaya tanaman bahkan bisa di dalam gedung. “Prinsip teknologi ini ada 2, yakni mengedepankan produksi lokal untuk konsumsi lokal dan menyediakan pangan, di lokasi terdekat dengan konsumen,” papar Kozai. Tentu saja karena menggunakan teknologi mutakhir, biaya investasi menjadi tinggi. Lalu apakah cara itu menguntungkan?

Menurut Kozai sejauh ini 25% pekebun pengusaha dengan sistem PFAL sudah menuai untung, 50% mencapai break even point, dan 25% gagal. Kegagalannya karena belum mampu mengefisienkan biaya dan tidak ada pengalaman di industri pertanian sebelumnya.

Pembaca terhormat, informasi tentang kemajuan dunia pertanian di Jepang hasil perjalanan pemimpin redaksi majalah kesayangan Anda atas undangan Asian Productivity Organization itu kami sajikan pada Edisi Khusus Oktober 2014. Informasi itu selaras dengan topik utama yakni potensi bisnis pertanian di tanahair. Di Indonesia sejumlah praktisi juga berbisnis pertanian dari dalam bangunan. Komoditasnya kroto alias telur semut rangrang yang nilai bisnisnya mencapai puluhan juta rupiah. Praktisi lain mengolah produk menjadi produk tak biasa, yakni susu menjadi kefir yang berkhasiat kesehatan, atau memilih komoditas unik misal tanaman buah unik sebagai kekuatan bisnisnya.

Dr Ir Arief Daryanto, direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor, menuturkan dunia agribisnis semakin menarik bagi khalayak. Kami berharap sajian kali ini membuka wawasan Anda tentang potensi dan peluang dunia pertanian ke depan. Selamat membaca. ***

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software