Pedaging Bongsor Titisan Peking

Filed in Satwa by on 28/02/2011

 

Persilangan rambon dan peking masih mengandalkan cara tradisional dengan jalan diumbar di area tertentuItulah keistimewaan itik BC, bebek cirebon alias rambon super. Padahal pada umur sama, itik biasa hanya mencapai bobot 1,2 – 1,3 kg. Perbedaan pencapaian bobot itu lantaran ada darah peking menitis pada BC. Peking – dipakai sebagai pejantan – sohor sebagai itik pedaging bertubuh bongsor.

Menurut Ir Dani Garnida MP, dosen Fakutas Peternakan, Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pejantan peking dapat mencapai bobot 3 – 3,25 kg pada umur 2 bulan. Bobot itu dua kali lipat dibandingkan itik lokal pada umur sama. ‘Sifat bongsor dari pejantan itu diwariskan ke turunan berikutnya,’ tutur Ir Elly Tugiyanti MP, staf pengajar Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Bongsor

Untuk mendapat BC, kelompok tani ternak Tigan Mekar di Desa Karanganyar, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengawinkan jantan peking dengan betina lokal cirebon jenis rambon. Penyilangan dilakukan sejak akhir 2007. Menurut Abdul Wahid, ketua kelompok Tigan Mekar, mereka semula berniat beternak peking. ‘Tapi gagal,’ katanya. Musababnya, peternak belum menemukan pasar yang menampung daging peking. Pada awal 2007 tersisa 200 peking jantan dan betina dari semula 500 ekor.

Itik peking tersisa lantas dipelihara bersama-sama itik lokal rambon. ‘Dari pemeliharaan bersama itu ternyata muncul telur berwarna biru laut dengan ukuran lebih besar daripada telur rambon. Telur rambon kehijauan, peking, putih,’ tutur H Rosadi, bendahara kelompok yang mengembangkan BC.

Setelah telur ditetaskan, muncul itik berbulu kehitaman dengan guratan putih di dada. Punggungnya membentuk sudut 200 seperti entok, bagian pantat membulat mirip itik peking. Namun, mukanya menyerupai itik. Saat dibesarkan, bobot mencapai 2 kg dalam 2 bulan dengan pemberian jenis pakan sama seperti pada rambon. Dari situ Ardi – panggilan akrab Rosadi – mulai serius mengawinkan peking jantan dengan betina rambon.

Intensif

BC didapat dengan mengawinkan peking sebagai jantan dan betina rambon dengan perbandingan 1:5. Jika sebaliknya, jantan rambon dan betina peking hasilnya itik lambat pertumbuhannya karena lebih condong mewarisi darah rambon.

Hasil penyilangan pertama kemudian dikawinkan lagi dengan betina rambon. Diperolehlah itik dengan penampilan yang lebih menyerupai itik biasa. Ciri khas pantat melebar seperti itik peking mulai menghilang. Pertumbuhan tetap sama cepat. Generasi F3 inilah yang dibesarkan sebagai itik pedaging unggul dan diberi nama bebek cirebon (BC).

Itik BC itu dibesarkan secara intensif dengan pemberian pakan 3 kali sehari. Ramuan pakan terdiri dari dedak, menir, dan konsentrat dengan perbandingan 4:4:1. Kadar protein pakan berkisar 18%. Menurut Wahid, itik BC tergolong rakus sehingga jumlah pakan bisa 3 kali lipat daripada itik rambon biasa. Sebagai gambaran, setiap 100 ekor rambon butuh 16 kg pakan/hari. Dengan jumlah populasi sama, itik BC butuh sekitar 45 – 48 kg pakan/hari.

Lebih mahal

BC terus tumbuh besar jika waktu pemeliharaan diperpanjang. Pada umur 3 bulan, jantan BC bisa mencapai bobot 3 kg. Tekstur daging itik BC lembut dan empuk seperti peking, dengan sedikit lemak. Walhasil daging itik BC disukai konsumen. Dari bobot hidup 2 kg, dihasilkan 1,6 kg karkas dengan harga Rp60.000/kg. Harga itu lebih mahal dibanding karkas rambon sekitar Rp32.000/kg. Menurut Ir Setio Utomo dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Cirebon, itik BC potensial untuk memenuhi permintaan daging itik yang terus meningkat.

Keunggulan itu mendorong peternak lain mengusahakan itik BC sebagai pedaging. Contoh, peternak di Bangkinang, Riau, rutin meminta pasokan DOD (day old duck) 150 ekor/minggu. Peternak lain di Tangerang, Banten, bahkan meminta 1.000 ekor/bulan. ‘Permintaan itu belum bisa dipenuhi karena produksi DOD terbatas sekitar 50 ekor/pekan,’ kata Wahid.

Meski memiliki keunggulan, untuk menghasilkan itik BC butuh indukan pejantan peking cukup banyak. ‘Untuk memurnikan itik BC perlu 5 generasi persilangan, dan menuntut induk berkualitas,’ tutur Wahid. Kelemahan lain produksi telur itik BC belum stabil, sangat fluktuatif. Misalkan dari populasi 100 ekor pada hari tertentu bisa dipanen 60 telur. Esoknya, produksi telur itu anjlok menjadi 25 – 40 butir. Artinya perlu upaya lebih agar potensi BC sebagai pedaging unggul terwujud. (Faiz Yajri)

 

 

Permintaan DOD BC belum bisa dipenuhi karena produksi baru 50 ekor per minggu

Persilangan rambon dan peking masih mengandalkan cara tradisional dengan jalan diumbar di area tertentu

Abdul Wahid itik BC potensial dikembangkan sebagai itik pedaging

Itik BC umur 2 bulan mampu capai bobot 2 kg

Keturunan generasi pertama masih lekat dengan ciri peking

 

Powered by WishList Member - Membership Software