Para Perisai Bulai

Filed in Inspirasi, Majalah by on 07/06/2021

Varietas jagung NK Fantastis menghasilkan rata-rata 11,4 ton per hektare.

 

Jagung baru yang genjah dan berproduksi tinggi, serta tahan penyakit bulai.

Petani jagung di Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Abu Bakar.

Abu Bakar semringah mengetahui peluhnya selama empat bulan terbayarkan. Petani di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu mampu panen 10,5 ton jagung pipil kering per hektare. Itu ia peroleh ketika tanam pada musim kemarau. Hampir tiga tahun terakhir ia ajek menanam varietas NK 7202 atau NK Juara di lahan 1,75 hektare.

Sebelum menggunakan varietas NK 7202 tanaman rentan serangan serangan bulai Peronoslerospora maydis dan busuk batang Diplodia maydis. Beberapa musim tanam itu bulai mewabah. “Petani jagung kalau salah milih benih, risikonya tinggi apalagi saat musim penyakit bulai seperti ini,” kata Abu Bakar. Menurut Abu Bakar bila 60% tanaman terserang bulai petani memongkar dan menanam ulang.

Tongkol penuh

Gejala bulai tampak pada umur 30 hari setelah tanam (hst). Selama itu, petani memupuk dan menyemprotkan pestisida masing-masing dua kali. Mau tak mau biaya produksi turut meningkat akibat penanaman ulang itu. Itulah sebabnya penggunaan benih tahan bulai menjadi solusi. Varietas yang Abu tanam sebelumnya memang memiliki produksi tinggi tetapi tidak terlalu tahan bulai dan busuk batang.

Bila tetap menanam varietas itu, kemungkinan besar hasil menurun. Ada 6 anggota poktan Tani Rukun 1 yang terpaksa bongkar-tanam jagung di lahan 1 hektare. Abu menuturkan, rekannya itu tak menerapkan perlakuan benih dan menggunakan varietas bukan tahan bulai. Perlakuan benih dengan mencelupkannya pada fungisida dan insektisida sebelum menebar di lahan.

Petani jagung di Desa Wonosari, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumadi, mengalami hal serupa. Bulai dan busuk batang menggagalkan panen. Praktis hasil pun menurun hingga setengahnya. Abu Bakar dan Jumadi mengganti varietas jagung. Abu memilih varietas NK 7202 yang terbukti unggul dari sisi produksi dan tahan bulai serta busuk batang.

Petani di Kinali, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumadi.

Setelah menggunakan varietas NK 7202 Abu Bakar tidak risau akan serangan cendawan itu. Sementara itu Jumadi memilih varietas NK 6501 atau NK Super. Menurut Jumadi pengisian biji atau muput—penuh sampai ke ujung tongkol.

Warna biji cerah dan mengilap. “Inilah makanya pabrik mengincar jagung warna cerah ceperti NK Super,” kata Jumadi. Sudah tiga periode Jumadi menanam NK 6501 di lahan gambut. Dengan perawatan intensif, ia bisa memperoleh 6—7 ton satu hektare. Jumadi memperoleh hasil itu pada umur panen 120 hari dengan kadar air 25—26%.

NK Super sesuai untuk lahan tegal dengan rerata hasil 11 ton per ha.

Produksi tinggi

Manajer produk benih PT Syngenta Indonesia, Imam Sujono.

Manajer produk benih PT Syngenta Indonesia, Imam Sujono, menuturkan bahwa produk baru NK 7202 (NK Juara) memang dikhususkan untuk segmen lahan sawah dengan rata-rata hasil 10,7 ton per hektare. Sementara itu NK 6501 (NK Super) untuk lahan tegal dengan rerata hasil 11 ton per hektare.

Dua varietas itu memang terbukti paling tahan penyakit bulai dan busuk batang. Selain dua varietas itu, Syngenta juga merilis NK 8103 (NK Fantastis), NK 007 (NK Andalan), dan NK 117 (NK Hebat). NK Fantastis memiliki rata-rata hasil 11,4 ton per hektare serta tahan serangan hawar daun dan busuk tongkol. NK Andalan menghasilkan rata-rata 8,9 ton per hektare. Batangnya kokoh sehingga tak mudah rebah. Produksi NK Hebat rata-rata 11,05 ton per hektare dan rendemennya cukup tinggi mencapai 83%.

Pilihan lain, petani dapat mencoba jagung hibrida Jhana 1. Varietas yang dirilis pada Maret 2019 itu hasil rakitan pemulia Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Muhammad Azrai dan tim. Petani memanen Jhana 1 pada umur sekitar 101 hst. Produksi rata-rata 9,29 ton pipil kering per hektare dengan kadar air 15% di lahan tanpa naungan.

Bila di lahan dengan intensitas naungan kurang dari 50%, rata-rata hasil 7,85 ton pipil kering per hektare dan kadar air 15%. Potensinya bisa mencapai 12,45 ton per hektare. Jhana 1 tahan penyakit bulai dengan jenis patogen Peronosclerospora maydis serta agak tahan P. maydis, hawar daun Helminthosphorium maydis dan karat daun Puccinia polysora. (Sinta Herian Pawestri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software