Panggung Para Kampiun

Filed in Majalah, Satwa by on 12/04/2019

Kiecatz Blue L Breeze of Candramawa, jawara Champ of the Champ ke-7 di Jakarta Indonesia Pet Show 2019.

Kontes beragam satwa mengukuhkan para kampiun anyar.

Pehobi kucing di Jakarta, Retno Raswaty girang bukan kepalang. Sebab, Kiecatz Blue L Breeze of Candramawa mendapat highscoring atau nilai tertinggi kategori championship dan championship breed of Indonesia. Kiecatz Blue L Breeze Of Candramawa—nama kucing milik Retno—unggul di 8 ring penilaian juri. Kucing ras british shorthair berumur 1 tahun 6 bulan itu menjadi yang terbaik.

Pemilik kucing juara dan panitia Champ of the Champ ke-7.

Semua juri sepakat Breeze layak menjadi terbaik karena sesuai kriteria brtish shorthair jawara. Bulu bagus, pendek, dense atau rapat, dan crispy (tekstur kuat). Warna bulu cantik, pucat dan biru menyala. Kucing itu juga bertubuh kokoh, karakter baik tidak temperamen, dan berkepala bulat, mata besar dan bundar. Sebulan sebelum kontes Retno meningkatkan dosis pakan kering dan daging. Ia juga memberikan vitamin khusus bulu dan daya tahan tubuh.

Perawatan intensif

Retno menghindari mempertemukan klangenannya dengan kucing betina karena mengurangi berahi. Harap mafhum pada kelas championship pemilik tidak mengkastrasi klangenannya. Cara lain mendidik kucing membiasakan bertemu orang lain selain orang di rumah. Itulah sebabnya, Retno mengajak jalan-jalan sehingga terbiasa dengan kedaaan saat kontes. Itu bisa melatih kucing agar tidak temperamen dan tidak mudah takut.

Ia mengajak bermain setiap hari sehingga kucing senang. Jika senang, kesehatan dan suasana hati kucing pun terjaga. Kontes kucing bertajuk Champ of the Champ ke-7 salah satu adu elok pada ajang Jakarta Indonesia Pet Show 2019 pada 22—24 Februari 2019 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Total 150 kucing berpartisipasi, 10% peserta berasal dari mancanegara antara lain Thailand, Malaysia, dan Tiongkok.

Kelinci jenis holland loop milik Yogi Suprayogi meraih best in show versi juri asal Amerika Serikat, Piper Elizabet Smith.

Peserta lokal terjauh datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Persia dan maine coon ras dominan pada kontes. Total 8 ring atau melibatkan 8 juri internasional Cat Fancier Association (CFA) selama 2 hari. Empat juri dari Amerika Serikat, Ukraina, Tiongkok, dan Jepang menilai 4 ring per hari. Kontes lainnya di Jakarta Indonesia Pet Show 2019 yang juga semarak yakni kontes kelinci bertajuk American Rabbit Association (ARBA).

Chaucer Scandalous Byte milik Leilani Ayala—Villorente peraih best in show.

Menurut panitia kontes, Sugita Yohanes Hermantyo, total 208 kelinci mengikuti kontes ARBA ke-8. Jumlah peserta turun dibandingkan dengan kontes sebelumnya. Musababnya kontes regional kelinci hampir diselenggarakan setiap bulan, sehingga animo terbagi rata. Peraih best in show versi juri asal Amerika Serikat, Piper Elizabeth Smith, adalah kelinci milik Yogi Suprayogi. Kelinci ras holland loop betina berumur 7 bulan itu baru pertama mengikuti kontes.

Sebelum kontes, pehobi di Jakarta itu menjaga suhu ruang 16°C. “Jika suhu optimal berimbas pada nafsu makan, jika suhu tinggi dan tidak stabil menyebabkan mudah sakit,” kata Yogi. Jawara best in show lain versi juri asal Indonesia, Agustina Arie Wardhani adalah ras holland loop milik pehobi asal Jakarta, Glenardo.

Pencinta anjing juga menggelar kontes. Indonesian Kennel Klub (IKK) wilayah Jakarta Raya (Perkin Jaya) menyelenggarakan kontes bertajuk The Jakarta Great Show. Menurut panitia, Andreas Boediman, total 275 anjing ras mengikuti kontes. Andreas mengatakan, handler atau perawat saat kontes ada yang berasal dari Tiongkok, Korea, dan Thailand. Total 6 juri  Fédération Cynologique Internationale (FCI) menilai kualitas kesesuaian ras tiap peserta. Setiap juri berhak menentukan best in show atau anjing terbaik.

Edukasi pengunjung

Parkit jawara milik Ahmad Fauzi.

Kontes parkit yang diselenggarakan Indonesian Budgerigar Association (IBA) juga turut mencuri perhatian. Menurut ketua panitia, Guteng Tri, kuota terisi penuh, 120 burung terbagi menjadi 4 kelas. Yakni kelas mutasi normal, mutasi dominan pied, mutasi spangle dan exhibition budgerigar. Jumlah itu lebih banyak 2 kali lipat dibandingkan dengan gelaran sebelumnya yang hanya 60 burung. Peserta terjauh dari Tulungagung, Jawa Timur. Sisanya dari Jakarta dan sekitarnya.

Burung peraih best of the best dari kelas mutasi spangle, milik pehobi asal Tulungagung, Jawa Timur, Ahmad Fauzi. Menurut Guteng kontes kecantikan parkit itu adalah yang ketiga kalinya diselenggarakan IBA. Kualitas burung dari tahun ke tahun meningkat. Begitu juga kuantitasnya. Penangkar mulai tahu target kualitas kontes. Penilaian mengacu pada kesesuaian kriteria World Budgerigar Association (WBO).

Pehobi paruh bengkok Indonesian Parrot Lover (IPL) pun turut menggelar lomba free fly. Menurut panitia acara, Yanuar Bayu, lomba terbang bebas dibagi menjadi 3 kelas sesuai ukuran burung, small, medium, dan large. Jawara kelas large atau bongsor adalah makaw milik pehobi asal Bandung, Jawa Barat, Syarifudin.

Jakarta Indonesia Pet Show 2019, ramai pengunjung.

Menurut ketua umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh., Muhammad Munawaroh MM, pameran satwa klangenan kaya edukasi. Pameran memberikan wawasan luas pada pengunjung. Selain memperkenalkan ragam hewan peliharaan, juga mengedukasi cara memeliharanya dan asupan nutrisi untuk klangenan agar sejahtera. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software