Panen Sawit Melejit

Filed in Inspirasi, Majalah by on 13/10/2021

Tanaman sawit mulai menghasilkan pada semester 6 atau 7 setelah tanam.

 

Pemupukan tepat jadwal, dosis, dan jenis merupakan kunci sukses memanen kelapa sawit maksimal.

Lazimnya tanaman sawit Elaeis guineensis mulai berbuah pada semester enam atau paling lambat pada semester tujuh (umur empat tahun). Menurut dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Purwono, M.S., umur ekonomis tanaman sawit 20—22 tahun dengan produktivitas tandan buah segar (TBS) 14—16 ton per hektare per tahun.

Pada umur 25 atau 26 tahun, sebaiknya pekebun meremajakan tanaman sebab produktivitas hanya 12 ton/ha/tahun. Agar produktivitas tetap tinggi, upayakan populasi tanaman ajek sejak fase tanaman menghasilkan (TM). Selain itu, pekebun memelihara tanaman sesuai prosedur operasional standar terutama pemupukan. Pemberian pupuk mesti sesuai jadwal dengan dosis dan jenis yang tepat.

Pupuk beragam

Produsen pupuk asal Kota Geldermalsen, Belanda, PT Everris, meluncurkan pupuk alami Polysulphate untuk sawit. Riset Everris di Indonesia dan Kolombia menunjukkan peningkatan bobot kering pelepah dan hasil panen. Tim riset Everris tengah meneliti lebih lanjut untuk membandingkan hasil dan kualitas minyak. Aplikasi Polysulphate dapat melengkapi KCl tetapi tidak untuk menggantikan.

Polysulphate merupakan mineral dengan kandungan kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan sulfur (S). Penyerapannya dapat menjadi efisien terutama di daerah dengan potensi pelindian—pemisahan bahan terlarut dari suatu zat melalui penyaringan air—yang tinggi. Produsen pupuk di Jakarta Pusat, PT Novelvar, merilis mekanisme pemupukan baru yakni pupuk injeksi batang atau trunk injection fertilizer mechanism.

Menurut Tim Agronomis PT Novelvar, pemupukan dengan menabur memicu kehilangan pupuk sebesar 70—90% akibat penguapan, penyerapan oleh gulma, dan pencucian oleh hujan. Sisanya sekitar 10—30% diikat oleh tanah dan diserap tanaman. Selain itu, pasokan hara mikro mengandalkan ketersediaan dalam tanah. Pemupukan secara konvensional juga berkontribusi terhadap pemadatan struktur tanah.

Oleh sebab itu, metode pemupukan melalui injeksi pada batang menjadi solusi. Pemupukan injeksi batang dapat dilakukan pada semua tanaman sawit yang berusia lebih dari lima tahun. Tim agronomis PT Novelvar menganjurkannya bagi pekebun di lahan yang sering tergenang dan lahan gambut. Aplikasinya sekali sebulan dengan dosis pupuk 1 kg dan penyeimbang pH (pH balancer) 1 pak yang dilarutkan dalam 9—10 liter air. Dosis itu cukup untuk populasi satu hektare.

Adapun pupuk injeksi batang (PIB) ada tiga jenis yakni PIB No. 1, PIB No.2, dan PIB No. 3. Aplikasinya bergantian mulai bulan pertama PIB No. 1, bulan kedua PIB No. 2, bulan ketiga PIB No. 3. Lalu bulan keempat kembali dengan PIB No. 1. Begitu seterusnya. Aplikasi PIB dengan melubangi batang sawit sedalam 23 cm pada sudut kemiringan 45º. Menurut Tim Agronomis Everris, formulasi penyeimbang pH dalam paket PIB mengandung zat-zat yang dapat melindungi tanaman akibat pengeboran. Oleh sebab itu, pertumbuhan tanaman tak terganggu. (Sinta Herian Pawestri)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software