Panen Peko Bermutu Tinggi

Filed in Majalah, Perkebunan by on 11/03/2021

Pemetikan daun teh dengan tangan lebih selektif dan tepat.

Teh putih terbaik dihasilkan dari perpaduan klon dan teknis budidaya.

Bahan baku selektif berupa pucuk yang masih menggulung, proses pengolahan spesial, dan menghasilkan banyak manfaat kesehatan. Itulah teh putih yang termasuk dalam teh spesialti atau specialty tea. Indonesia eksportir teh Camellia sinensis terbesar ke-7 dunia.  Artinya Indonesia berpeluang menjadi produsen utama teh putih (white tea) dari varietas asamika yang banyak dibudidayakan.

Pucuk peko, penghasil teh putih mengilap.

Keunggulan varietas asamika mengandung katekin lebih tinggi daripada varietas sinensis. Kadar katekin total asamika rata-rata 17,26%. Bandingkan dengan kadar katekin varietas sinensis yang hanya 13,52%. Varietas sinensis lebih cocok sebagai specialty oolong dan teh hijau (green tea). Bahan baku teh putih berasal dari pucuk teh belum mekar atau disebut peko. Pucuk teh segar mengandung komposisi 74—77% kadar air dan 23—26% kandungan padatan.

Pucuk peko

Total polifenol merupakan kandungan terbesar dari total padatan teh. Senyawa katekin dan derivat atau turunannya merupakan komposisi dominan di dalamnya. Makin muda pucuk daun teh, makin tinggi kandungan polifenol yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan, teh putih dari Gambung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki kandungan polifenol tertinggi yaitu 25,52% dibandingkan dengan beberapa jenis teh putih lainnya.

Salah satu komponen penting yang memengaruhi penampilan silver needle teh putih adalah trikhoma alias bulu daun. Jarum keperakan alias silver needle merupakan kenampakan teh yang putih mengilap. Trikhoma di permukaan daun menjadikan warna silver needle putih alih-alih hijau gelap atau hitam. Teh putih mengilap atau silver needle dihasilkan dari pucuk aktif (peko) yang berasal dari klon tanaman teh seri GMB. Selain kandungan katekinnya, klon ini unggul dalam potensi produksi daun teh kering di atas 4.000 kg teh kering jadi per hektare per tahun. Adapun klon seri GMB tahan terhadap penyakit cacar daun (blister blight).

Menumbuhkan pucuk peko perlu perawatan optimal. Adapun pucuk dorman disebut pucuk burung. Ciri pucuk burung adalah tunas yang tidak aktif berbentuk titik dan terletak di ujung pucuk. Keberadaannya mengganggu produktivitas pucuk peko sehingga tidak boleh lebih dominan. Apabila pertumbuhan pucuk burung lebih banyak, artinya tanaman mengalami stres.

Trikhoma di permukaan daun menjadikan warna silver needle putih alih-alih hijau gelap atau hitam.

Pemetikan pucuk peko harus menggunakan tangan agar selektif dan tepat. Pada umumnya teh dipetik dengan formasi pucuk dan 3 daun di bawahnya. Berbeda dengan bahan baku teh putih hanya diambil pucuk yang belum mekar (peko) saja. Pemetikan diseleksi dengan formasi pucuk yang secara umur sudah siap dipetik atau manjing, yakni 60–70% sudah memenuhi standar siap petik.

Nutrisi tanaman

Trikhoma di permukaan daun menjadikan warna silver needle putih alih-alih hijau gelap atau hitam.

Pemupukan memengaruhi pertumbuhan pucuk. Oleh karena itu, pekebun harus memperhatikan perimbangan dosis pupuk baik unsur hara makro maupun mikro. Nutrisi itu harus sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang tepat untuk tanaman teh.

Jika frekuensi pemetikan tinggi, tanaman lebih banyak membutuhkan nutrisi dan sebaliknya. Pemupukan yang imbang baik makro dan mikro akan meningkatkan kandungan polifenol, dan menghasilkan rasio pertumbuhan pucuk peko yang lebih tinggi dari pucuk burung.

Agar pupuk yang diaplikasikan dapat efisien dan efektif, maka lima kaidah tepat pemupukan harus dilaksanakan, yakni tepat dosis, tepat jenis, tepat cara pemupukan, tepat waktu pemupukan, dan tepat formula atau imbangan pupuk yang diberikan.

Adapun waktu pemupukan terbaik ketika jumlah curah hujan 60—200 mm per pekan. Apabila kurang, unsur hara tidak dapat diserap sempurna karena belum seluruhnya terurai.  Apabila pemupukan dilakukan ketika curah hujan berlebih mengakibatkan pupuk larut dan terbawa aliran air. Adapun dosis pemupukan harus dipertimbangkan agar kehilangan pupuk dapat terminimalisir namun dapat dimanfaatkan tanaman untuk mengoptimalkan produktivitas. (Erdiansyah Rezamela, S.P., peneliti Agronomi di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Kabupaten Bandung)

 

Powered by WishList Member - Membership Software