Panen 28 Hari Lebih Cepat

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 10/10/2016

Lili aeroponik panen empat pekan lebih cepat, produksi bunga pun serempak.

Penanaman lili secara aeroponik lebih simpel.

Penanaman lili secara aeroponik lebih simpel.

Petani memanen lili pada umur 3 bulan ketika bunga masih kuncup. Bunga akan mekar penuh saat dipajang di gerai penjualan. Namun, Allessia Farm mampu menyingkat masa pertumbuhan lili, yakni panen pada umur 60 hari. Itu terbukti dari percobaan di kebun Allessia Farm di Pasirmuncang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lahan itu berketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Suhu pada siang 26°C dan malam 22°C.

Allessia Farm menanam lili asal Belanda di 8 rak masing-masing sepanjang 8 m dan lebar 1 m. Di atas rak aeroponik itu terdapat penutup berupa papan stirofoam setebal 3 cm cukup kuat menahan tanaman lili berbunga. Ukuran sebuah papan stirofoam 2 m x 1 m sehingga perlu 4 lembar per rak. Dengan jarak tanam 16 cm x 16 cm atau 30 tanaman per meter memungkinkan setiap tanaman mendapat cukup sinar matahari.

Akar baru

Akar baru muncul di batang yang baru terbentuk.

Akar baru muncul di batang yang baru terbentuk.

Jarak tanam itu ideal mencegah tanaman saling menaungi karena menghambat proses pembungaan akibat intesitas sinar matahari rendah. Di bawah papan stirofoam terdapat selang polietilen berdiameter 20 mm yang dipasang memanjang sesuai ukuran meja tanam untuk mendistribusikan nutrisi. Semua selang saling terhubung dengan tangki nutrisi sehingga membentuk jaringan fertigasi.

Setiap jarak 75 cm terdapat sprinkler untuk menyemprotkan nutrisi sehingga membasahi akar tanaman selama 24 jam. Debit nutrisi 50 l per jam. Untuk menyalurkan nutrisi ke umbi lili Allessia Farm menggunakan pompa bertekanan tinggi sehingga dapat menghasilkan kabut lewat jet spray. Tekanan minimal 2 atmosfer agar menghasilkan kabut pekat berukuran 100 mikron (1 mm =1.000 mikron).

Volume larutan yang sampai ke akar cukup tinggi dan dapat menunjang tanaman hingga berproduksi. Akar-akar baru mulai tumbuh yang berperan utama dalam memproduksi biomassa tanaman.

Hasil budidaya lili aeroponik menghasilkan bunga layak jual sangat tinggi tanpa retur atau pengembalian.

Hasil budidaya lili aeroponik menghasilkan bunga layak jual sangat tinggi tanpa retur atau pengembalian.

Diameter batang menjadi lebih besar dan tegap, Daun tanaman tetap berwarna hijau mengilap dan tidak gugur. Tanaman menunjukkan tidak ada gejala defisiensi unsur hara. Umur tanaman pun lebih singkat sehingga panen lebih cepat. Tanaman lili mempunyai nilai ambang fitotoksisitas tinggi, dengan elektro conductivity EC 3,5 mS. Bila menggunakan EC 2,5 mS selama masa pemeliharaan tanaman tetap aman.

Tingkatkan produksi
Bila ingin meningkatkan volume produksi, pekebun dapat meningkatkan curah alias flowrate. Misal meningkatkan tekanan dari 2,0 atm menjadi 2,5 atm. Biasanya dengan meningkatkan selama beberapa hari, meningkatkan nilai 2,28 mS. Pada angka itu, ambang fitotoksisitas tetap tidak tersentuh dan produksi tetap meningkat. Peningkatan produksi dapat pula dicapai dengan meningkatkan curah nutrisi dengan mesin yang lebih besar.

Pada pekan ke 8, tinggi tanaman lili aeroponik mencapai 80 cm.

Pada pekan ke 8, tinggi tanaman lili aeroponik mencapai 80 cm.

Atau mengganti sprinkler dengan debit yang lebih besar kapasitasnya. Misal dari kapasitas 50 l/jam diganti dengan debit 90 l/jam. Hal itu dilakukan terutama saat akar sudah lebat sehingga dapat membuat produksi optimal. Dengan menerapkan teknik aeroponik maka asupan nutrisi pun teratur sehingga kualitas bunga meningkat. Bahkan petani pun dapat memetik bunga serempak.

Caranya dengan mengurangi asupan nutrisi ammonium dan memperbesar nitrat. Petani memberikan nitrat untuk memenuhi kebutuhan nitrogen. Tujuannya ukuran daun menjadi kecil sehingga sinar matahari dapat menembus hingga ke daun bagian bawah. Itu akan meningkatkan rasio karbohidrat/protein pada tajuk dan memicu terbentuknya kuntum bunga lebih banyak. Selain itu petani juga harus meningkatkan unsur fosfor, kalium, magnesium, serta menggunakan EC 2,5 mS.

Dengan pengabutan aeroponik, tanaman menerima oksigen terlarut sangat tinggi sehingga memiliki energi yang banyak untuk menyerap nutrisi dan air. Konsistensi sel dengan kepadatan nutrisi dalam sel yang tinggi menyebabkan warna menjadi cerah. Daun dan bunga juga berkilauan yang menandakan tingginya turgor pada tanaman. Bunga pun mekar sempurna karena memiliki energi yang cukup banyak apalagi menerima pencahayaan maksimal sepanjang pertumbuhan. Warna bunga pun cemerlang tanda tanaman sehat.

563_-87Pada umur 8 pekan, tinggi tanaman 80—100 cm dan diameter batang 8—10 mm. Bila tanaman mencapai fase colouring atau muncul warna semburat di beberapa kuntum bunga, tanda siap panen. Jumlah kuntum bunga layak jual pun sangat banyak. Panen lebih cepat berarti petani menghemat pupuk, listrik, pekerja, air, bunga bank, dan lain-lain. Demikian pula dengan frekuensi produksi dapat ditingkatkan menjadi 4 kali penanaman dalam setahun. (Ir Yos Sutiyoso, praktikus hidroponik dan aeroponik di Jakarta).

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software