Pandemi Korona dan Tradisi Lokal

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 10/06/2020

Bahan alam untuk menangkal korona. Dari kiri: ekstrak rimpang temulawak, jahe, dan adas.

 

Kekayaan alam Indonesia untuk menangkal virus korona.

Indonesia sibuk menghadapi pandemi virus koronaHampir setiap pemerintah daerah membuat program sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan. Jalanan aspal dan beton yang panas oleh terik matahari tak luput terkena semprotan. Alih-alih membunuh virus korona, beragam mikrob baik ikut mati. Tubuh manusia pun terancam keracunan.
Pada saat bersamaan, Indonesia juga berada di ambang keracunan.

Minyak asiri juga berpeluang untuk mengatasi virus korona.

Disinfektan sederhana yang direkomendasikan adalah pemutih pakaian berbahan klorin yang banyak beredar di pasaran. Petugas menyemprotkan disinfektan pada permukaan benda mati seperti pintu, kursi, dan meja. Sementara untuk tubuh manusia yang hidup direkomendasikan gliserol yang dicampur alkohol dan hidrogen peroksida encer sebagai antiseptik.

Bahan alami

Pada praktiknya, banyak disinfektan untuk benda mati disemprot pada tubuh manusia sehingga berbahaya. Semua bahan di atas bila terlalu banyak dan sering digunakan berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan. Padahal, pada hakikatnya Covid-19 sama seperti mikrob lain—bakteri, cendawan, dan virus—yang dapat dibersihkan dengan sabun biasa maupun sabun antiseptik di pasaran.

Zat aktif sabun mampu mencuci mikrob yang menempel di permukaan terutama pada air mengalir. Sementara zat aktif yang bersifat antiseptik mampu membunuh mikrob. Prinsip lainnya adalah mikrob tidak mampu hidup pada suasana ekstrem dingin dan ekstrem panas; ekstrem basah dan ekstrem kering; pun ekstrem asam dan ekstrem basa. Setiap mikrob memiliki niche alias ceruk suasana paling nyaman untuk hidup optimal.

Di luar ceruk itu kehidupannya mati, inaktif, atau terhambat. Pada konteks itu menyemprot aspal pada siang hari terik adalah pemborosan karena pada aspal panas mikrob termasuk Covid-19 sebentar saja langsung mati. Fakta Covid-19 dapat mati oleh sabun dan antiseptik di pasaran membuka peluang bangsa ini menggali kembali antiseptik dan disinfektan dari sumberdaya lahan dan tradisi lokal.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Lahan di bumi Nusantara sejak berabad silam dikenal sebagai gudangnya antibakteri, anticendawan, dan antivirus. Sebut saja kayu gaharu Aquilaria sp., cendana Santalum sp., kemenyan Styrax sp., damar Agathis sp., dan kapur barus Dryobalanops sp. yang digunakan bangsa Cina dan bangsa Arab sebagai pengawet, kosmetik, obat, pengharum, dan dupa. Pembakaran kemenyan, gaharu, dan cendana di tempat ibadah dan tempat pengobatan juga berperan sebagai disinfektan.

Namun, mereka tak menyadarinya. Asap dupa mampu masuk ke dalam ruang-ruang benda mati yang terkecil dan membunuh mikrob jahat, tetapi tetap aman bagi mikrob baik. Asap mampu masuk ke dalam pori jauh lebih baik dibandingkan dengan partikel berukuran nano. Asap dupa juga terbukti berabad-abad aman bagi manusia yang menghirupnya. Di Arab dupa dikenal sebagai buhur, sementara di Cina sebagai hio.

Pembakaran dupa di tempat ibadah berfungsi juga sebagai diinfektan.

Pada masa lalu dupa banyak digunakan untuk beragam tujuan. Sebut saja mengusir roh jahat, melakukan upacara ritual atau upacara religius tertentu, mempersiapkan pengantin yang akan menikah, meningkatkan keindahan wanita, maupun menyambut tamu. Kini bagi masyarakat modern membakar dupa dapat dianggap bernuansa mistis sehingga belum tentu dapat diterima dengan baik.

Minyak asiri

Teknologi modern dapat mengambil prinsip dupa sebagai disinfektan yang alami dan aman. Misalnya teknologi penyulingan untuk memperoleh minyak asiri tanaman yang telah dikenal luas sebagai pestisida alami seperti serai, cengkih, eukaliptus, pala, dan sirih. Selama ini minyak asiri—terutama yang berasal dari bunga—hanya akrab di masyarakat atas sebagai aromaterapi untuk kesehatan yang mahal. Minyak atsiri dapat diencerkan dengan air lalu menyebar di udara dengan alat diffuser.

Kementerian Pertanian tengah mengkaji peran minyak asiri sebagai antibakteri, anticendawan, dan antivirus yang menyerang manusia. Selama ini beragam bahan tanaman itu turun-temurun digunakan sebagai pestisida alami untuk mencegah hama dan penyakit pada tanaman pangan, tanaman hias, maupun tanaman perkebunan.

Alternatif lain disinfektan alami yang murah adalah dengan memanfaatkan teknologi charcoal atau arang aktif. Teknologi itu sebetulnya mirip dengan bahan dupa di masa lalu yang dipadatkan bersama serbuk kayu. Bedanya bahan padatan yang dipakai adalah arang aktif, yaitu arang yang dibuat pada suhu sangat tinggi.

Arang aktif lalu dicampur bahan tanaman bersifat disinfektan seperti sereh Cymbopogon citratus, pala Myristica fragrans, cengkih Syzygium aromaticum, maupun tembakau Nicotiana sp. Bahan itu telah akrab bagi masyarakat pedesaan sebagai sumberdaya lokal pencegah hama dan penyakit pada tanaman dan ternak. Dengan teknologi minyak asiri dan charcoal, disinfektan menjadi ramah bagi tubuh manusia dan lingkungan.

Di dunia modern sebetulnya keduanya telah banyak digunakan di spa-spa kecantikan. Asap tanaman yang mengandung disinfektan dapat menempel ke permukaan benda bahkan menyusup ke dalam pori yang sangat kecil hingga berukuran nano sehingga pertumbuhan mikroba terhambat.

Minyak asiri dan arang aktif bermanfaat bagi kesehatan terutama untuk relaksasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Bukan tak mungkin pandemi virus korona menjadi kebangkitan kembali sumber daya lokal Nusantara yang terlupakan. Destika Cahyana, SP, M.Sc, Peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementerian Pertanian dan Pendiri Institut Agroekologi Indonesia (INAgri)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software