Organik, Sehat, Menguntungkan

Filed in Laporan khusus by on 06/06/2013 0 Comments

Harga jual beras hitam lebih tinggi dibandingkan beras putihSudah 6 tahun terakhir ini Aji Sobana menanam padi hitam. Memulai di lahan seluas 1 ha kini 3 dari 7 ha sawah miliknya ditanami padi hitam. Ketua Gabungan Kelompok Tani Saluyu di Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu menerapkan budidaya padi hitam secara organik dipadukan dengan  system of rice intensification (SRI). Pada tahun ke-6 ia memanen 6,4 ton gabah kering giling (GKG) per hektar tiap musimnya. Hasil panen pada tahun pertama hanya 5,7 ton GKG karena kondisi lahan masih dalam tahap peralihan dari nonorganik ke organik.

Ayah 3 anak itu memutuskan menanami setengah dari luas lahannya dengan padi mengandung zat besi tinggi karena harga jual lebih tinggi. Harga jual beras hitam organik mencapai Rp25.000 per kg, beras putih organik Rp12.000 per kg. Dengan luasan dan teknik sama, Aji Sobana mengantongi selisih Rp57.600.000 dibanding jika menanam padi putih organik. Aji tidak total menanam seluruh areal lahan dengan padi hitam organik karena permintaan pasar beras putih organik masih lebih tinggi dibandingkan beras hitam. Manisnya keuntungan berkebun beras hitam organik, ia tularkan ke petani sekitar. Tertarik mencoba? Berikut hitung-hitungan Aji menanam padi hitam secara organik. (Pressi Hapsari Fadlilah)

 

FOTO:

 

  1. Harga jual beras hitam lebih tinggi dibandingkan beras putih
  2. Keuntungan menanam padi hitam organik dipadukan dengan SRI lebih besar dibandingkan dengan padi putih organik
 

Powered by WishList Member - Membership Software