Omzet Super Ayam Jowo Super

Filed in Majalah, Satwa by on 07/10/2019

Rak mesin setter otomatis membalik telur tiap beberapa menit.

 

Putus kuliah demi memelihara ayam. Kini omzetnya melebihi Rp200 juta sepekan.

Bambang Hermanto berbisnis ayam sejak kuliah.

Rumah seluas hampir 150 m2 berdiri kokoh di dekat pusat kota Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Seorang pria bertubuh ramping dengan rambut tebal tersisir rapi menyambut di ambang pintu dan mempersilakan Trubus masuk. “Maaf masih berantakan, saya baru pindah 3 hari lalu,” katanya. Pria itu, Bambang Hermanto menekuni produksi ayam berumur sehari atau day old chicken (DOC) ayam kampung super alias jowo super (joper). Ayam joper hasil persilangan ayam pejantan bangkok dengan ayam ras betina petelur. Joper akronim dari jawa super.

Setiap pekan ia mampu memproduksi 72.000 DOC. Pemuda 31 tahun itu memanfaatkan 3 mesin tetas berkapasitas total 180.000 telur—1 mesin dalam tahap pembuatan. Menurut Bambang omzetnya hampir Rp223 juta setiap pekan. Bambang hanya menggunakan separuh kapasitas mesin. Sisanya untuk melayani jasa penetasan dengan biaya Rp800 per DOC yang menetas. Adapun jasa penetasan 60.000 telur menghasilkan 36.000 DOC dengan tingkat keberhasilan penetasan 60%.

Efisien

Bambang mengatakan, jasa penetasan telur memberikan tambahan omzet Rp28,8 juta per pekan. Padahal, kalau Bambang menggunakan semua mesin itu sendiri, omzet pekanannya melonjak menjadi Rp388 juta. Alih-alih berhenti melayani jasa penetasan, Bambang memilih “langkah sulit” dengan menambah jumlah mesin penetas telur dari 2 menjadi 3 mesin. Ayah 2 anak itu memberi gambaran, harga satu unit mesin penetas buatan pabrik berkisar Rp800 juta—Rp900 juta.

Betina petelur di kandang baterai.

Peternak yang menggeluti penetasan ayam sejak 2012 itu mampu merancang sendiri mesin penetas berdaya tetas 60—65%. Meski kapasitas mesin rancangan hanya dua per tiga buatan pabrik, biaya pembuatannya tidak sampai Rp100 juta. Sebanyak 35 pekerja memastikan kelancaran produksi. Anak kedua dari tiga bersaudara itu memelihara 4.000 induk betina dalam 3 kandang baterai dan 200 pejantan di lahan seluas 3.000 m2 di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Saat mulai memelihara ayam kampung sebagai sambilan di sela kuliah, ia tidak mengira bakal menjadi peternak besar seperti sekarang. Bersama 2 teman—semua dari luar pulau Jawa—Bambang memelihara ayam kampung dalam kandang berkapasitas 300 ekor di pekarangan kontrakan. Seiring waktu, teman yang menjadi rekan bisnis berubah pikiran sementara penjualan yang meningkat menuntut perhatian lebih. Merasa kedua rekannya tidak lagi sepemikiran, Bambang mengembalikan modal kedua temannya lalu menangani sendiri pemeliharaan dan penjualan.

Mesin setter rancangan sendiri biayanya jauh lebih murah.

Yakin

Bambang pindah kontrakan pada 2011 lalu memulai pembesaran ayam kampung di kontrakan baru. Ia menggunakan gaji sebagai penjaga toko—bekerja sambilan—sebagai modal berbisnis ayam. Saat kekurangan modal, ia kerap menggadaikan laptop untuk ditebusnya kembali setelah pembeli membayar. Waktu itu ayam joper ditertawakan oleh pedagang ayam lokal. “Mereka menganggap joper ayam aneh,” katanya.

Bambang bergeming karena yakin ayam joper adalah jawaban dari kesulitan pasokan ayam kampung. Ia menyatakan, restoran yang menyajikan ayam kampung nyaris selalu kesulitan mendapat pasokan. Keyakinan Bambang terbukti. Peternak di berbagai kota di Jawa berangsur-angsur beralih memelihara ayam joper setelah merasakan keunggulan hasil persilangan pejantan bangkok dengan betina petelur itu. Bambang menerapkan inseminasi buatan (IB) untuk menjaga kualitas. Teknik itu memastikan setiap telur terbuahi.

Perjalanan Bambang Hermanto hingga titik sekarang cukup panjang. Ia belajar banyak hal seperti desain laman maya, konstruksi mesin tetas, konstruksi kandang, atau teknik inseminasi buatan.Jalan yang harus ia tempuh masih panjang. “Sebanyak apa pun materi yang kita miliki, tidak ada gunanya kalau kita tidak berarti bagi orang lain,” katanya. Tidak pernah ragu membantu orang lain menjadi salah satu kunci suksesnya. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software