Olah Tapioka Jadi Dekstrin

Filed in riset by on 01/08/2009 0 Comments
  • Proses berikutnya hidrolisis dengan menambahkan 10 ml asam khlorida berkonsentrasi 32%. Asam itu diencerkan dengan 4 liter air, diaduk selama 2—3 jam dengan kecepatan 40—50 rpm sehingga menghasilkan pH 6—7.
  • Proses hidrolisis juga bisa dilakukan dengan menambahkan enzim alfa amilase sebanyak 0,1% dengan pengadukan selama 2—3 jam. Hasil yang diperoleh berupa dekstrin dengan nilai DE 8.
  • Jika menginginkan nilai DE lebih tinggi, hidrolisis dilanjutkan lagi dengan penambahan 1 cc larutan asam klorida dengan waktu pengadukan 2—3 jam berkecepatan 40—50 rpm.
  • Larutan dipindahkan menggunakan pipa ke tabung evaporasi. Di tabung evaporasi, larutan diserap kadar airnya dengan mesin berkekuatan 2,5 PK dan laju aliran 10 liter/30 menit. Jadilah larutan dekstrin.
  • Larutan dekstrin yang kental dibuat menjadi bubuk dengan cara dikeringkan dengan pengering semprot atau spray dryer. Sekali masuk 20—25 liter dekstrin dan menghasilkan 8—10 kg bubuk dekstrin per jam.
  • Dekstrin yang telah diperoleh diukur kadar DE-nya. Caranya dengan memberi 2 tetes larutan metilen blue pada dekstrin yang telah diberi air. Setelah warna biru terbentuk, larutan dekstrin dititrasi dengan larutan fehling hingga warna biru hilang. Jumlah larutan fehling yang digunakan untuk menghilangkan menjadi dasar penentuan DE.***
  •  

    Powered by WishList Member - Membership Software