Oasis di Kebonsirih

Filed in Tak Berkategori by on 01/08/2012 0 Comments

Setiap 1 Juli, koleksi pohon di ruang terbuka hijau kompleks perkantoran Bank Indonesia itu bertambah satu.

Begitu memasuki kompleks perkantoran Bank Indonesia (Koperbi) di Jakarta Pusat, langsung terasa asri. Berbagai macam tanaman seperti flamboyan Delonix regia, maja Aegle marmelos, buni keraton Ardisia elliptica, kurma Phoenix datcylifera, dan asam kranji Dialium indum menghiasi taman 40.000 m2 dari total areal seluas 70.000 m2. Menurut Anang Firdaus, anggota tim dari Departemen Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia, taman di kompleks perkantoran Bank Indonesia berguna untuk mengikat bangunan yang menjulang tinggi di tengah-tengah ibukota.

Selain itu, “Untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan kompleks perkantoran Bank Indonesia sehingga menarik, aman, nyaman, dan sehat,” kata Anang. Ruang terbuka hijau di Bank Indonesia terbagi menjadi 3 area, yakni publik, semiprivat, dan privat. Area publik merupakan taman paling luar untuk kesinambungan pola tata hijau sebagai penyatu jalan kota. Ruang hijau untuk publik itu berupa tanaman pembatas, palem raja setinggi 4 m, yang mengelilingi areal kompleks perkantoran.

Lima lokasi

Taman semiprivat diperuntukkan bagi para karyawan dan tamu Bank Indonesia. Ruang terbuka semiprivat tersebar di 5 lokasi, yakni di antara gedung Radius Prawira dan gedung Thamrin; gedung C dan gedung D; gedung Arsek, Tipikal, dan area parkir; gedung Kebonsirih dan masjid; serta wing utara sampai selatan. Jenis tanaman di area semiprivat berupa perdu atau semak seperti soka Ixora sp, teh-tehan Acalypha sp, dan lolipop Pachystachys lutea yang ditanam berulang dalam garis lurus. “Jenis penanaman seperti itu bertujuan untuk memunculkan kesan formal dan sebagai penunjuk arah,” kata Fibrica Indriana, bagian Teknik Sipil dari Departemen Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia.

Sementara ruang terbuka privat mencakup daerah yang memerlukan prosedur pengamanan untuk masuk ke daerah itu. Ruang terbuka privat berupa koridor yang ditanami pohon dengan bentuk tajuk silindris atau piramidal. Misalnya deretan pohon sawo kecik dalam pot berukuran 1 m x 1 m x 1 m di selasar ruang terbuka privat. Jejeran pohon sawo kecik Manilkara kauki itu mengarah pada aksis antara gapura gerbang Bank Indonesia dan vista Monas.

Di ruang terbuka privat terdapat taman koleksi. “Taman koleksi merupakan taman yang diperuntukkan karyawan di Koperbi untuk bersantai sekaligus menambah ilmu pengetahuan tentang tanaman,” kata Nazar Hadiwantoro dari bagian lanskap tim Departemen Logistik dan Pengamanan Biro Perencanaan Logistik. Di lahan seluas 1.000 m2 itulah jumlah tanamannya selalu bertambah satu setiap tahun. Pada 1 Juli 2012, bertepatan dengan tanggal ulang tahun Bank Indonesia, misalnya, deputi gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, menanam pohon jaboticaba Myrciaria cauliflora setinggi 2 m.

Kehadiran jaboticaba itu menambah koleksi tanaman yang saat ini berjumlah 25 pohon seperti jamblang putih Syzygium cumini, asam kranji Dialium indum, bisbul Diospyros blancoi, dan trembesi Samanea saman. Tanaman lain seperti anggrek bulan berwarna ungu, menambah ragam warna di taman koleksi Bank Indonesia. Pengunjung taman juga bisa duduk santai di 10 bangku menikmati burung merpati yang tinggal di pohon dadap merah Erithrina cristagalli setinggi 5 meter.

Perawatan intensif

Untuk menghadirkan suasana hijau, Departemen Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia juga menghias power house-bangunan seluas 50 m2 berisi genset dan berdinding putih-dengan Vernonia eliptica. Tanaman itu tumbuh dalam planter box 100 cm x 30 cm berjarak tanam 5 cm. Puluhan kotak itu diletakkan di tepi atas bangunan yang bertingkat-tingkat. Untaian vernonia membuat power house itu terlihat lebih menarik.

“Untuk pengairan vernonia kami menggunakan sistem irigasi tanaman yang diadaptasi dari taman dinding,” tutur Nazar Hadiwantoro. Sumber air berasal dari penampung air yang mengalir-dengan sistem irigasi tetes-setiap 30 menit per jam. Lamanya air menetes di planter box selama 15 menit.  Dengan begitu vernonia  tetap sehat dan tampil menarik.

Secara keseluruhan kondisi taman yang nyaman nan asri di Koperbi itu berkat perawatan intensif dari 40 tenaga kebun dan 4 penyelia. “Mereka rutin menyiram tanaman 2 kali sehari pada pagi dan sore, pemupukan sebulan sekali, dan pencabutan gulma setiap hari,” kata Nazar. Adapun pembersihan untuk material keras-seperti perkerasan, air mancur, lampu taman, bangku taman, pot tanaman dan material lunak (tanaman, tanah, dan air) dilakukan sebulan dua kali. Dengan perawatan seperti itu ruang terbuka hijau pun terjaga keindahan dan kenyamanannya. Itu bagai oasis di tengah semrawut Jakarta. (Pranawita Karina)

Foto :

  1. Pengguna taman koleksi bisa menikmati rindangnya pohon dan burung merpati
  2. Tajuk pohon sawo kecik bentuk piramidal ditanam berulang dan teratur digunakan sebagai tanaman penunjuk arah
  3. Tanaman vernonia sebagai penghias power house
  4. Suasana kompleks perkantoran yang hijau, asri, dan nyaman di daerah semi privat
  5. Lahan di salah satu sudut bangunan dimanfaatkan dengan menanam semak, anggrek, dan sikas

################################################################################

 

Taman Dinding

Departemen Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia juga menghadirkan taman asri di museum Bank Indonesia di daerah Kota, Jakarta Barat. Bedanya, di museum itu tim logistik menghadirkan taman dinding. “Itu karena ruang terbuka di museum BI terbatas,” kata Fibrica Indriana, bagian Teknik Sipil dari Departemen Logistik dan Pengamanan Bank Indonesia.

Taman vertikal setinggi 2 m dengan panjang 20 m itu berada di belakang museum, tepatnya di dinding yang membatasi kawasan museum Bank Indonesia dengan museum Bank Mandiri. Semula dinding sepanjang 20 meter itu terlihat monoton karena berupa dinding putih polos. Bila siang hari dinding memantulkan cahaya matahari, sehingga menyilaukan mata pengguna jalan. “Penggunaan taman dinding di area masuk itu bertujuan untuk mengurangi pantulan sinar matahari,” kata Fibrica.

Taman dinding itu terbuat dari dua lapis kain geotekstil yang dibentuk dari rangka baja ringan yang ajek. Di antara rangkaian ratusan rumput swiss, ipomoea, dan selaginella, dibuat rangka untuk tanaman merambat. “Tujuannya untuk menghemat biaya pembuatan,” ujar Fibrica. Menurut Fibrica taman dinding hanya memerlukan sedikit perawatan karena dilengkapi dengan irigasi otomatis yang terletak di bagian belakang taman. (Pranawita Karina)

Foto :  Taman dinding dapat mengurangi pantulan sinar matahari berlebih

 

Powered by WishList Member - Membership Software