Nona Manis Creative Planner Bisnis Gembira Pelaminan Flora

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 08/10/2019

Philodendron dan monstera menjadi materi dalam hiasan di pesta pernikahan.

 

Bergandengan tangan berbisnis dekorasi pelaminan. Omzet ratusan juta rupiah.

Para pendiri Nona Manis Creative Planner Maria T. Dellaocta, Tika Kastelia Kusumawati, Laila Nur Azizah, Lifianti Amalia Putri (dari kiri ke kanan, minus Avi Andreane)

Semula lima perempuan ini: Avi Andreane, Laila Nur Azizah, Lifianti Amalia Putri, Maria T. Dellaocta, Tika Kastelia Kusumawati masih sendiri. Hingga September 2018 mereka belum menikah. Mereka menyebut diri Nona Manis. Pekerjaan mereka justru membuatkan pelaminan untuk orang lain yang hendak menikah. Itulah bisnis utama Nona Manis Creative Planner yang berdiri pada 2016.

Manajer Pemasaran, Laila, menuturkan bisnis dekorasi perkawinan sangat mengasyikkan sekaligus menguntungkan. “Kami bekerja sesuai dengan latar belakang setiap anggota,” katanya. Maklum saja Laila, Tika, Lifianti, dan Avi merupakan alumnus Magister Bisnis Administrasi, Institut Teknologi Bandung. Sementara Dellaocta alumnus Desain Interior, Universitas Kristen Maranatha.

Omzet tumbuh

Nona Manis Creative Planner sering menangani proyek pernikahan skala besar bernilai ratusan juta rupiah. Mereka mempunyai 10 staf yang membantu kelancaran proyek. Bisa dibilang konsumen rata-rata puas dengan dekorasi karya Nona Manis Creative Planner. Oleh karena itu, omzet tahunannya pun bertumbuh. Pada 2016 mereka hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp80 juta. Jumlah itu meningkat setiap tahun.

Omzet Nona Manis Creative Planner berkembang menjadi Rp380 juta pada 2017. Selanjutnya pada 2019 mereka meraup Rp2 miliar. Dellaocta menuturkan, Nona Manis Creative Planner berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan baik berupa materi yang digunakan maupun jasa pembuatan desain. Mereka mengajak pelanggan untuk berdiskusi mengenai desain pelaminan yang diinginkan. “Karena itu setiap desain yang kami buat berbeda antara satu dan lain,” kata Dellaocta.

Dellaocta menuturkan bagi sejoli yang akan mengikat janji, pernikahan merupakan momen istimewa sepanjang hidup. Itu sebabnya menghias pelaminan dengan tema sesuai impian merupakan keharusan. Belakangan rustic menjadi tema pelaminan favorit oleh banyak calon pengantin. Menurut Dellaocta menghadirkan suasana menyatu dengan alam. Oleh karena itu, materi utama yang digunakan mayoritas menggunakan dedaunan.

Pelaminan dengan materi utama berupa palem kipas.

Ada juga yang memesan pelaminan hijau putih. Dekorasi pelaminan tampak tak biasa lantaran menggunakan palem kipas sebagai materi utama. Setidaknya ada 400 daun palem kipas segar yang menghiasi sejumlah titik pelaminan. Daun tanaman anggota keluarga Arecaceae itu berpadu apik dengan beberapa lembar monstera. Kedua jenis daun itu ditata sedemikian rupa bersama dengan bunga hortensia, lili, kala lili, dan snapdragon berwarna putih.

Pelaminan dengan dekorasi dari dedaunan kering.

Menurut Dellaocta kunci bisnis dekorasi berpikir kreatif untuk menciptakan suasana bersahaja, tetapi elegan menggunakan flora-flora sederhana. Palem paling banyak disukai pelanggan lantaran penampilan daunnya menarik. “Lembar daun palem berukuran besar dan bertekstur unik,” kata Dellaocta. Menurut Dellaocta dekorasi pelaminan menggunakan materi utama dedaunan bisa menjadi pilihan bagi sejoli yang ingin menghadirkan kesan alami.

“Dekorasi pelaminan tak melulu berisi ratusan bunga warna-warni untuk menghadirkan kesan romantis, dedaunan pun bisa menghadirkan suasana penuh cinta,” ujarnya. Sementara itu tema rustic tercipta dari flora-flora sederhana yang jauh dari kesan mewah. Dellaocta menuturkan dalam keseluruhan dekorasi pelaminan bikinan Nona Manis Creative Planner menggunakan 60% flora segar, sisanya artifisial.

“Flora artifisial digunakan untuk menyiasati jenis flora impor yang harganya mahal, tetapi pelanggan ingin memakainya dalam dekorasi,” kata Dellaocta. Namun, ada pula pelanggan yang menginginkan seluruh dekorasi menggunakan flora segar. Bagi Nona Manis itu bukan masalah.

Tugas Akhir

Sejatinya Nona Manis Creative Planner lahir pada Desember 2015. Saat itu Lifianti, Tika, Laila, Avi, iseng membuat usaha bersama di dunia dekorasi. “Ketika itu banyak sahabat yang akan menikah sehingga tercetus ide untuk membuat acara bridal shower,” kata Lifianti. Mereka lantas mengunggah karya perdana itu di media sosial. Tak disangka proyek pertama itu mendapat sambutan hangat dari sahabat dan warga media sosial.

Paduan flora segar dan kering menjadi bahan untuk mempercantik momen istimewa.

Terbukti 2 bulan kreasi pertama itu Nona Manis Creative Planner sukses menjaring konsumen yang ingin mengadakan bridal shower dan ulang tahun. Pada awal 2016 barulah mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih besar yakni acara lamaran. Dalam satu bulan mereka bisa menangani 4 acara sekaligus. Nona Manis Creative Planner lantas menghimpun Dellaocta sebagai desainer utama.

Lambat-laun nama Nona Manis Creative Planner semakin berkibar. Pada Desember 2016 mereka berhasil mendapatkan proyek dekorasi pernikahan. Mereka mengusung warna-warna pastel nan elegan yang menjadi ciri khas. “Warna yang kami pilih mencerminkan kepribadian kami. Begitu pula dengan desain yang kami buat,” kata Tika yang masih sendiri.

Dari kelima perempuan itu baru Avi Andreane dan Lifianti Amalia Putri yang sudah menikah, masing-masing pada September 2018 dan Maret 2019. Acara lamaran dan akad mereka pun dibuatkan oleh Nona Manis yang menjadi kenangan manis bagi hidup Avi dan Lifianti. Karya kreatif Nona Manis berupa pelaminan mewarnai kehidupan banyak orang. (Andari Titisari)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software