Nan Langka, Nan Bermanfaat

Filed in dari redaksi by on 03/11/2010 0 Comments

 

Tanaman nan langka di Indonesia itu menarik lantaran sosoknya luar biasa besar. Di zaman Belanda, ia menjadi tanda batas kepemilikan kebun para tuan tanah. Warisan itulah yang kini tersisa di Subang. Dari kota di bagian utara Jawa Barat itu, bibit baobab menyebar ke Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bogor. Di KBR Purwodadi, pohon yang sanggup menyimpan 4.500 liter air di batangnya itu sudah berbuah. Di Bogor, buah tak pernah muncul lantaran cuaca terlalu basah.

Beberapa bulan lalu baobab menjadi buah bibir di dunia maya. Itu lantaran ‘kenekatan’ rektor UI, Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri bekerja sama dengan PT Waskita Karya memindahkan 4 pohon yang bobotnya bisa mencapai 30 ton itu dari Subang ke kampus UI di Depok. ‘Ini pohon masa depan,’ ujar sang rektor. Pemindahan itu diharapkan memicu munculnya cendekiawan yang tertarik meneliti aneka manfaat tanaman keluarga Bombacaceae itu. Saat ini manfaat yang dikenal di mancanegara ialah sebagai: bahan pangan, farmasi, hingga kosmetik.

Pembaca, baobab memang layak disebut super food. Alasan itu yang mendorong kami mengulasnya sebagai topik utama. Sebagai pendamping, kami sajikan tulisan yang menarik dari Jambi. Di sana wartawan Anda, Argohartono, menemukan fakta bahwa getah pohon jernang Daemonorops draco kini dihargai Rp800.000 per kilo. Itulah getah termahal di dunia. Bagi Anda yang berminat memelihara ikan konsumsi, laporan khusus pemanfaatan probiotik di kolam ikan menjadi bacaan menarik. Selamat menikmati.

Salam,

Onny Untung

 

Powered by WishList Member - Membership Software