Naga Premium, di Atas 500 g

Filed in Buah by on 02/02/2011

 

Panen di tahun kedua itu begitu istimewa bagi Rufwan. Total jenderal ia memetik 1 ton dari populasi            4.000 tanaman setara 1.000 tiang. Sebanyak 80% panen bobotnya 700 – 800 g per buah. Sisanya rata-rata 500 g. ‘Saya betul-betul tak menyangka. Ini kejutan karena panen tahun lalu kecil-kecil,’ kata Lintang Rumanda Rufwan, putera Rufwan, yang mengelola kebun itu dengan bendera PT Brother Dream Farm (BDF) itu.

Pada Desember 2009 Lintang memang sudah memanen 1 ton buah naga dari tanaman umur 8 bulan. Bedanya 80% buah yang dipetik bobotnya hanya 300 – 400 g. ‘Dulu dapat yang berbobot di atas 500 g senang banget. Sekarang bobot seperti itu sudah biasa,’ kata Arnold Permana, lulusan Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Padang, Sumatera Barat, yang merawat kebun. Arnold menduga pada panen kali ini – periode Desember 2010 hingga Maret 2011 – dapat dipetik 3 ton buah naga.

Menurut Sinatra Hardjadinata, pekebun buah naga di Sentul, Bogor, Jawa Barat, bobot buah yang dihasilkan kebun Rufwan memang luar biasa. ‘Perlu teknik budidaya yang tepat untuk menghasilkan kualitas buah seperti itu,’ katanya. Ia menyebut pemupukan tepat waktu dan tepat formula jadi kunci mencetak buah naga kualitas premium: bobot di atas 500 g.

Organik modern

Pada awal Januari 2011, Trubus berkunjung ke kebun Rufwan di Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat, untuk mencicip buah yang baru dipanen. Sulur buah naga yang hijau dan bongsor terlihat menempel di tiang PVC setinggi 1,8 m. Dari sulur itu muncul buah matang, muda, dan bunga. Kebun di ketinggian 600 m dpl itu berada di areal peternakan sapi dan kambing milik Rufwan. ‘Itu (kotoran ternak, red) sumber pupuk kebun ini. Kami 100% menerapkan budidaya organik,’ kata Rufwan.

Meski memilih berkebun buah naga secara organik, bukan berarti teknik yang dipakai seadanya. ‘Pupuk yang dipakai memang organik, tapi prinsip pemupukan mengikuti pertanian modern,’ kata Arnold. Contohnya pupuk diberikan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar berupa kotoran sapi dan domba yang sudah difermentasi. Setiap tiang mendapat 40 – 60 kg pupuk kandang. Sementara pupuk susulan diberikan setiap 10 hari setelah bunga diserbuki.

Tambahan enzim

Menurut Ir Edhi Sandra MS, pengajar fisiologi tumbuhan di Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, tanaman dapat menyerap unsur hara dari tanah secara optimal bila dalam kondisi prima. ‘Di kebun produksi, pemberian pupuk saja belum cukup untuk membuat tanaman prima,’ kata Edhi. Tanaman juga membutuhkan tambahan hormon, vitamin, dan enzim agar proses fisiologis dalam sel berlangsung dengan baik.

Prinsip itulah yang diterapkan Rufwan. Setiap 10 hari ia menyemprotkan campuran vitamin, hormon, dan enzim organik ke seluruh permukaan tanaman. Dosisnya 4 ml per liter. Menurut Rufwan dengan menggunakan satu tangki semprot bervolume 17 liter, cukup untuk menyemprot 80 tiang setara 240 tanaman. ‘Dengan perlakuan itu (kombinasi pupuk, hormon, vitamin, dan enzim, red) sosok sulur hijau, bongsor, dan kekar. Kekuatan tanaman menyerap hara pun tinggi,’ kata Edhi.

Setelah bunga mekar barulah pupuk susulan berupa pupuk hayati yang mengandung kalium tinggi diberikan. Salah satu peranan K di dalam tanaman ialah mengaktifkan enzim yang bertugas menjamin kualitas buah: tingkat kemanisan, ukuran, dan ketegaran sel kulit buah. Trubus mengukur tingkat kemanisan buah naga di kebun itu mencapai 17o briks. Rufwan menyemprotkan pupuk hayati itu setiap 10 hari dengan total pemberian 3 kali. Dosisnya 4 ml per liter.

Menurut Sinatra, perlakuan ala Rufwan itu mematahkan anggapan terhadap pertanian organik selama ini. ‘Dengan berbagai kombinasi teknik, produksi dan kualitas buah naga organik tak kalah dengan buah naga dari pertanian anorganik,’ katanya. Dengan sukses itu Rufwan pun berencana menambah 500 tiang setara 2.000 tanaman pada musim tanam kali ini. (Destika Cahyana)

 

  1. Sebanyak 80% produksi buah rata-rata 700 – 800 g
  2. Dengan perlakuan yang tepat, kebun buah naga organik mulai belajar berbuah pada umur tanaman 8 bulan
  3. Lintang Rumanda Rufwan, berencana menambah 500 tiang setara 2.000 tanaman setelah sukses membongsorkan buah naga
  4. Pupuk tepat waktu dan formula kunci buah jadi bongsor

 

Tahap Jadi Besar

  • Juni – Juli:

Benamkan 40 – 60 kg pupuk kandang yang telah difermentasi di sekeliling tiang

  • Juli – Maret

Semprotkan campuran vitamin, hormon, dan enzim setiap 10 hari sekali dengan dosis 4 ml per l. Biasanya bunga muncul sejak 2 bulan pertama perlakuan

  • Oktober – Maret

Semprotkan pupuk hayati yang mengandung kalium tinggi setiap 10 hari sekali sebanyak 3 kali setelah bunga mekar diserbuki

  • November – Maret

Buah berbobot di atas 500 g siap dipanen

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software