Naga Mini di Tahun Kelinci

Filed in Buah by on 31/12/2010 0 Comments

 

Rasa agak manis mirip buah naga, tapi agak langu dan sedikit pahit. Buah muda berwarna hijau dan buah matang belang putih merahBunga dragon fruit mini hanya mekar semalam sehingga bukan daya tarik utama. Buahnya yang uniklah yang membuatnya cantik di potDua bulan belakangan sebuah nurseri di kompleks Vihara Gayatri di Cibinong, Bogor, memajang belasan pot berisi tanaman bersulur hijau. Sembilan pot dipajang di rangka besi melingkar. Tanaman di pot hijau berdiameter 40 cm tumbuh lebih rimbun. Beberapa sulur memamerkan buah bulat seukuran bola pingpong berwarna merah belang.

Itulah dragon fruit mini yang diperoleh Geraldus Parman, pemilik nurseri Gayatri, dari seorang kenalan di Bogor. ‘Bentuk buah mirip buah naga, tapi tidak bersirip. Daging buah serta bijinya juga mirip,’ kata Parman. Sepintas sulur mirip tanaman hias Epiphyllum anguliger yang pipih. Pantas kenalan Parman menyebut dragon fruit mini sebagai epiphyllum yang mengalami kelainan. Bedanya sulur dragon fruit mini lebih tebal dan tumbuh melingkar-lingkar.

Pada Desember 2010, Trubus sempat mencicip buah yang matang pohon. Rasanya agak manis mirip buah naga. Sayang, masih ada rasa sedikit pahit dan agak langu. ‘Ini bisa menjadi alternatif tabulampot buah naga atau parcel buah naga dengan harga lebih terjangkau,’ kata Parman. Maklum, tabulampot dan parcel buah naga rata-rata dibanderol di atas Rp750.000.

Dua tahun silam Eddy Soesanto, pemilik nurseri Tebuwulung, memperoleh tanaman serupa dari seorang kenalan di Jepang. ‘Di sana memang populer dengan sebutan dragon fruit mini,’ katanya. Di negeri Matahari Terbit dragon fruit mini lazim dipakai sebagai tanaman buah dalam pot berukuran kecil. Tabulampot mini itu menjadi penghias ruangan atau kado di saat hari-hari besar.

Kelainan biji

Pada pertengahan Desember 2010 Trubus menyodorkan gambar dragon fruit mini itu pada Greg Hambali, pakar taksonomi di Bogor, Jawa Barat. ‘Kemungkinan ini kelainan dari Epiphyllum sp,’ katanya. Sayang, ia tak berani memastikannya sebagai kelainan Epiphyllum anguliger. Yang jelas Greg pernah menemukan tanaman serupa di nurseri Ban’kampu milik Surath Vanno di Thailand 3 tahun silam.

‘Ini tanaman buah yang pantas menjadi tabulampot hias. Buah bisa bertahan berhari-hari,’ kata Greg. Pasalnya, keindahan bunga tanaman itu tak bisa dinikmati karena mekar hanya sebentar di malam hari. Greg menduga dragon fruit mini itu berasal dari biji yang disemai hobiis di Jepang. ‘Dunia mengenal masyarakat Jepang menyukai kaktus dan sukulen sejak dulu. Kelainan itu lalu dipelihara dan menyebar hingga ke Thailand,’ tutur Greg.

Menurut Greg keluarga kaktus tergolong tanaman yang mudah mengalami kelainan bentuk. Contohnya kelompok genus Hylocereus yang memiliki 3 – 5 rip. Atau Astrophytum myriostigma yang aslinya memiliki 5 rip berubah menjadi 4 atau 8 rip. Kelompok kaktus itu juga seperti anggrek yang dapat saling menyerbuki antarspesies. Makanya banyak sosok anggrek dan kaktus yang ada saat ini tak ditemui di habitat aslinya.

Imlek

Menurut Parman, Epiphylum sp itu layak menjadi buah penghias imlek. ‘Sejak 10 tahun belakangan buah naga identik dengan buah imlek. Ia bisa menjadi buah baru yang dihias saat perayaan tahun baru,’ kata Parman. Menurut Sudrajat, tokoh masyarakat Tionghoa di Jakarta, sejak satu dasawarsa terakhir buah naga memang menjadi buah imlek baru seperti jeruk dan apel.

Bedanya jeruk dan apel dikenal sebagai buah imlek lebih dari 500 tahun silam. ‘Jeruk dalam bahasa China disebut pon kam atau lo kam yang pengucapannya mirip kam yang berarti kesejahteraan. Apel diucapkan ping guo yang mendekati lafal ping an yang artinya keselamatan,’ tutur Sudrajat. Sementara buah naga masuk ke China baru belakangan.

Sudrajat menduga kata naga dalam bahasa China yang menjadi simbol keperkasaan, kekuatan, dan kejayaan menjadikan buah naga sebagai buah imlek. ‘Seiring dengan kreativitas budaya, buah yang semula untuk persembahan berkembang menjadi hiasan,’ kata Sudrajat.

Karena itu, menurut Sudrajat, pada budaya Tiongkok yang terbuka, buah yang sebelumnya tak dikenal sangat mungkin menjadi buah imlek baru. Contohnya pisang mas dan pisang raja di Indonesia menjadi bagian buah persembahan dan buah hiasan imlek karena mas bermakna kesejahteraan dan raja bermakna kejayaan. Padahal, di negeri China pisang sulit ditemukan. Jadi, ‘inilah buah imlek baru di tahun baru kelinci,’ kata Parman. (Destika Cahyana)

 

Powered by WishList Member - Membership Software