Naga Atasi Mag

Filed in Uncategorised by on 01/07/2012 0 Comments

Buah naga memberikan efek dingin dan nyaman di lambungPenderitaan akibat mag selama 20 tahun sirna dengan buah naga.

 

Sri Budiarti hanya bisa menelan ludah saat melihat semangkuk bakso. “Menyantap bakso dengan sambal cabai yang banyak, pasti enak sekali,” ujarnya. Sayang, ia mesti menahan hasrat menyantap makanan favoritnya itu. Pasalnya, jika sampai tergoda untuk mencicip, maka dalam sekejap asam lambung Atik-sapaan Sri Budiarti-naik. Jika sudah begitu rasa perih yang hebat langsung mendera lambungnya. “Lambung seperti ditusuk-tusuk, kaki kesemutan, dan demam,” ujarnya.

Saking sakitnya Atik sering kali pingsan. “Tiga  hari setelah minum obat dokter baru bisa berdiri,” tutur perempuan kelahiran 1969 itu. Dalam sebulan Atik bisa sampai 3 kali memeriksakan diri ke dokter. Penderitaan itu Atik rasakan sejak 1990. Awalnya ia seringkali pusing, mual, dan perih di lambung. Diagnosis dokter menyebutkan perempuan 43 tahun itu menderita mag akut.

Untuk mengurangi rasa sakit, Sri Budiarti menyandarkan kesembuhan pada obat mag dari dokter. “Namun, jika obat habis, rasa sakit sering kali kambuh,” kata wanita asal Malang, Jawa Timur, itu. Mag kambuh bila Atik terlambat makan  serta mengonsumsi makanan pedas dan masam.

Diet ketat

Atik menderita mag akut akibat diet ketat yang ia jalani. Profesinya sebagai anggota staf personalia dan penerima tamu di sebuah kantor farmasi mendorong ia selalu tampil cantik dengan tubuh ideal. Itulah sebabnya ia membatasi asupan makanan. Pada setiap pagi, ia hanya sarapan roti dan susu, siang secentong nasi atau setara 100 g, dan roti pada malam hari.

Sri Budiarti, mag akut sembuh setelah konsumsi buah nagaDiet ketat selama 5 bulan itu sukses menurunkan bobot tubuh Atik dari semula 49 kg menjadi 39 kg. Namun, bobot tubuh itu lebih rendah daripada bobot ideal. Untuk memperoleh bobot tubuh ideal, Atik sejatinya hanya perlu menurunkan bobot

5 kg, bukan 10 kg. Diet yang berlebihan itu tak hanya membuat tubuh terlalu kurus, mag akut pun turut menimpa lambungnya akibat mengonsumsi asam berlebihan.

Puncak penderitaan akibat mag akut terjadi pada 2008. Kondisi tubuh Atik anjlok sehingga mesti dirawat di sebuah rumahsakit di Malang, Jawa Timur. “Saking lemasnya, duduk saja tidak bisa,” ujar anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara itu. Bobot tubuhnya terus menyusut hingga menjadi 37 kg. Kondisi itu diperparah dengan adanya infeksi di saluran kemih.

Menurut dr Zen Djaja, dokter dan konsultan kesehatan di Jakarta, penyebab mag alias tukak lambung adalah produksi asam lambung berlebih. “Akibatnya terjadi iritasi di dinding lambung dan menyebabkan luka,” ujarnya. Produksi asam lambung meningkat bila pasien menjalani pola makan tidak sehat seperti makanan asam, pedas, dan alkohol. Hasil riset Brain & Co dan Kalbe Farma pada 2007 menunjukkan, dari seluruh pasien mag, 70-80% di antaranya dipicu pola makan yang tidak sehat dan faktor psikis.

Zen menuturkan mag jangan dianggap enteng. Mag dapat berimbas menyerang lever atau hati bila pasien tidak melakukan pengobatan, seperti dialami Atik. Dokter mendiagnosis lever ibu dua anak itu mengalami pembengkakan. “Luka di lambung menyebabkan pengolahan makanan tidak sempurna sehingga memacu kerja lever sebagai organ penyerap racun. Akibatnya, fungsi hati terganggu,” kata Zen.

Untuk mengatasi mag akut, pada 2009 sang ibu menyarankan Atik untuk mengonsumsi labu parang Cucurbita moschata. Secara turun-temurun orangtua dulu memanfaatkan waluh-sebutannya dalam bahasa Sunda-untuk mengobati mag. Atik mengukus buah anggota keluarga Cucurbitaceae itu dan menyantapnya 3 kali sehari masing-masing 50 g. “Waluh memberikan efek dingin di perut,” ujarnya. Konsumsi waluh ampuh mengurangi frekuensi kambuh. Namun, jika 2 bulan tidak mengonsumsi waluh, sakit akibat mag kembali menyerang.

Buah naga

Pada 2010, dokter yang pernah mengobati ayah mertuanya menyarankan Atik agar mengonsumsi buah naga. “Kebetulan saya menanam buah naga di halaman rumah,” ujarnya. Karena berharap sembuh, wanita yang kini berdomisili di Bogor, Jawa Barat, itu mengonsumsi 200 g buah naga setiap hari setelah makan siang. “Makan buah naga membuat perut terasa dingin,” ujarnya. Setelah 2 tahun rutin  mengonsumsi buah naga, mag tak lagi kambuh.

Makanan pedas picu munculnya magMenurut herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, buah naga memberikan efek dingin dan rasa nyaman di lambung. “Tekstur buahnya yang lembut membuat lambung tidak bekerja keras dan memproduksi asam yang tinggi,” ujar alumnus Universitas Diponegoro itu. Lukas juga meresepkan buah naga untuk membantu mempercepat penyembuhan pasien kanker, gangguan jantung, saluran pencernaan, dan kulit. “Buah naga mampu menjaga daya tahan tubuh,” katanya. Alumnus Universitas Diponegoro itu menuturkan kandungan antioksidan buah naga yang tinggi membantu membuang oksidan atau zat negatif bagi tubuh. Pasien dapat mengonsumsi buah naga segar minimal 100 g hingga 300-400 g per hari.

Maski mag tak lagi menyambangi, Atik tetap rutin mengonsumsi buah naga dengan dosis dan frekuensi yang sama. Ia juga mengonsumsi waluh 2 kali dalam sepekan. Berkat kedua jenis buah itu kini ia tak khawatir bila mengonsumsi pedas dan asinan yang sebelumnya mesti dipantang. Bobot tubuhnya juga naik menjadi 44 kg. “Setelah 2 tahun konsumsi buah naga mag tidak kambuh lagi,” ujar Atik. (Desi Sayyidati Rahimah)


 

Keterangan Foto :

  1. Buah naga memberikan efek dingin dan nyaman di lambung
  2. Sri Budiarti, mag akut sembuh setelah konsumsi buah naga
  3. Makanan pedas picu munculnya mag
 

Powered by WishList Member - Membership Software