Musuh Ulat Grayak

Filed in organik by on 01/02/2013 0 Comments

Ulat grayak Spodoptera litura kerap meresahkan petani kedelai. Kerugian akibat serangan ulat tentara itu bisa mencapai 80%, bahkan serangan berat bisa menyebabkan puso alias gagal panen. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan Pelaksana Lanjutan pada Laboratorium Residu Bahan Agrokimia, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Aji Mohammad Tohir, punya cara jitu mengendalikannya. Hancurkan 100 g biji saga Abrus precatorius, kemudian campur dengan air perbandingan 1:3. Blender campuran itu selama 15 menit. Biarkan selama 24 jam, kemudian saring dengan kain halus dan larutan siap digunakan. Hasil pengujian di laboratorium, sepekan setelah aplikasi, ulat grayak mengalami penurunan aktivitas  makan sebesar 18,2%. Semakin tinggi dosis maka semakin tinggi efektivitasnya. ***

 

519-Feb-2013-50-3Jeringau Atasi Lalat Buah

Kabar baik bagi petani buah dan sayuran. Yulia Pujiastuti dari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya menemukan bahan atraktan baru untuk lalat buah. Yulia memanfaatkan ekstrak jeringau Acorus calamus dan ekstrak buah belimbing. Ia mengambil ekstrak belimbing dengan cara memeras buah dan mengambil airnya, sementara untuk jeringau, Yulia menyulingnya terlebih dahulu. Cairan itu kemudian diteteskan ke kapas yang diletakkan di dalam botol plastik sebagai perangkap lalat. Dosis 0,25 ml ekstrak buah belimbing dan 0,75 ml ekstrak jeringau mampu menangkap 1.250 ekor imago lalat buah, dengan waktu efektif memerangkap 18,75-54,75 hari.***

 

Powered by WishList Member - Membership Software