Modal Tepat Berbuah Lebat

Filed in Topik by on 05/12/2010 0 Comments

 

Cahyaning Tri Gunastri di Bunton, Malang, Jawa Timur, membuktikan itu. Tabulampot khio sawoei, irwin, haden, dan bhadar kandi di kebunnya terlihat digelayuti buah. Padahal mangga-mangga ‘sulit’ itu tak pernah dipacu dengan zat perangsang buah.

Nana – sapaannya – hanya mengandalkan penggunaan media yang gembur dan subur. ‘Ditambah dengan cahaya matahari yang cukup, sehingga proses fotosintesis optimal,’ kata Sarjana Pertanian alumnus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu. Nana menanam mangga dalam pot beton berdiameter 60 cm dan tinggi 50 cm. Media tanam berupa campuran pupuk kandang, tanah, dan sekam dengan perbandingan 2:1:0,5. Penangkar buah lain menggunakan perbandingan 1:1:1 atau malah hanya 0,5:1:1.

Media ala Nana yang lebih banyak pupuk kandang asal kotoran ayam itu jelas lebih subur. Menurut Dr Dedik Budianta, pakar ilmu kesuburan tanah di Universitas Sriwijaya, Palembang, pupuk kandang memasok unsur hara dan mikro tanah yang dapat meningkatkan produksi dan kualitas buah. Sebagai nutrisi tambahan, setiap 2 bulan sekali Nana menaburkan 2 sendok makan NPK.

Plus urine

Ia juga mengendapkan 50 kg kotoran sapi yang terbungkus karung ke dalam tong berisi 200 l air. Pengendapan berlangsung selama sepekan. ‘Sebaiknya gunakan kotoran sapi segar yang masih bercampur dengan urine,’ kata Nana. Menurut Paulus Tribrata Budiharjo, pekebun buah di Yogyakarta, urine sapi kaya kandungan amonia. Amonia yang terurai menjadi nitrat dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis. ‘Bila fotosintesis berjalan optimal maka tersedia banyak energi bagi pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas meningkat,’ kata Paulus yang juga memberikan pupuk kotoran sapi pada tanaman buah naga.

Air endapan kotoran itulah yang Nana kocorkan 3 pekan sekali ke tabulampot. Dosisnya 1 liter per pot. Sehari 2 kali tanaman disiram. Tajuk pun rajin dipangkas, misal dengan membuang sulur-sulur kering bekas dompolan buah. Pemangkasan merangsang tanaman rajin berbunga. Dengan perlakuan itu, Nana sukses membuahkan tabulampot mangga sulit.

AF Margianasari, direktur produksi di Taman Wisata Mekarsari, Bogor, Jawa Barat, mengamini cara Nana membuahkan tabulampot mangga yang susah berbuah. Selain menggunakan media tepat dan pemupukan rutin, Riris – sapaannya – masih menambahkan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) (lihat boks). ‘Di dalam ZPT terkandung zat perangsang pembungaan,’ kata Riris.

Kalau tak mau susah, pilih saja varietas mangga yang genjah dan gampang berbuah seperti chokanan, mangga apel, okyong, khirsapati malda, dan kartikia. ‘Okyong malah bisa berbuah sepanjang tahun,’ kata Riris. Cukup ditanam di media campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1, penyiraman 2 kali sehari, dan pemupukan 3 bulan sekali, tabulampottabulampot itu dipastikan berbuah lebat. (Ari Chaidir/Peliput: Nesia Artdiyasa)

 

 

  1. Tabulampot mangga haden berbuah lebat dengan pemupukan tepat
  2. Okyong tergolong mangga yang mudah dibuahkan di tabulampot
  3. Dengan penambahan ZPT atau paklobutrazol mangga manalagi berbuah lebat di tabulampot
  4. Tabulampot irwin berbunga lebat berkat pemupukan dan pemangkasan rutin

 


 

Ala Mekarsari

Dengan penambahan ZPT atau paklobutrazol mangga manalagi berbuah lebat di tabulampotMenurut AF Margianasari, tabulampot mangga yang sulit berbuah perlu mendapatkan perlakuan khusus. Ia melakukan penyiraman, pemangkasan, pemupukan 50 g NPK 3 bulan sekali, dan 25 kg pupuk kandang per drum setiap 6 bulan dibarengi dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) yang mengandung zat perangsang pembungaan atau retardan (penghambat tumbuh,red) berbahan aktif paklobutrazol.

Penggunaan ZPT dan retardan dilakukan melalui 2 tahap. Pertama, Riris mengocorkan 3 ml ZPT atau retardan yang telah dilarutkan dalam 1 liter air ke dalam drum. Selang 2 pekan, Riris menyemprotkan larutan ZPT atau retardan ke sekujur daun. Kali ini, dosis yang digunakan lebih sedikit, hanya 1 ml per 1 liter air.

‘Pemberian ZPT atau retardan cukup sekali ketika tanaman siap berbunga. Itu ditandai dengan banyaknya jumlah daun tua yang berwarna hijau gelap,’ kata alumnus Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat itu. Dengan teknik itu, Riris berhasil membuahkan tabulampot mangga irwin, khio sawoei, manalagi, dan arumanis.***


Ala Asiong

Tabulampot irwin berbunga lebat berkat pemupukan dan pemangkasan rutinSeperti Nana di Malang, Jawa Timur, Asiong, penangkar buah di Kedoya, Jakarta Barat, juga tak butuh perangsangan untuk membuahkan mangga tabulampot. Ia cuma menggunakan pupuk mengandung bahan utama berupa 45% bahan organik, 10% nitrogen, 3,5% potasium, dan asam amino lengkap. ‘Pemupukan yang tepat dapat membuat tabulampot rajin berbuah,’ kata Asiong. Asiong menaburkan segenggam pupuk lengkap itu di sekeliling tanaman setiap 3 pekan.

Penyiraman 2 kali sehari, pagi dan sore. Cabang-cabang dipangkas untuk merangsang tumbuhnya tunas terminal – pucuk ranting tempat munculnya bunga. Semakin banyak tunas terminal maka peluang tanaman berbunga pun semakin tinggi. Dengan teknik itu tabulampot irwin dan namdokmai koleksi Asiong pun berbuah lebat.***

 

Powered by WishList Member - Membership Software