Misi Roh Kecil di Muka Bumi

Filed in Eksplorasi by on 01/02/2009 0 Comments

Sepasang kupu-kupu Idea leuconoe yang Trubus lihat di Penang Butterfly Farm, Pulau Pinang, Malaysia, itu tengah kawin. Dua sejoli itu terbang dan hinggap dalam posisi bersatu hingga proses kawin selesai. Lamanya, jika merujuk pada riset Dr Tati Subahar, peneliti kupu-kupu dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (ITB), sekitar 1 jam pada Papilio memnon.

Sementara pengamatan Dr Herawati Soekardi, pemilik Taman Kupu-kupu Gita Persada, Lampung, lamanya kopulasi kupu-kupu kelompok Troides mencapai 4 jam. Itu sesuai dengan penelusuran literatur Dra Dewi Sartiami, MSi, entomolog dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, kopulasi kupu-kupu menghabiskan waktu 20 menit sampai 24 jam.

Bagi kupu-kupu yang umur hidupnya pendek, waktu kopulasi maksimal 24 jam itu berharga. ‘Umur kupu-kupu dewasa hanya 2 – 3 minggu,’ tutur Dr Noor Farikhah Haneda, entomolog di Laboratorium Entomologi Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Itu berarti pada kasus jenis kupu-kupu yang melakukan kopulasi selama 24 jam, sebanyak 7% kehidupan imago – sebutan fase dewasa – dihabiskan untuk bercinta.

Meski masa hidupnya pendek, serangga bernama psyche – dalam bahasa Yunani kuno berarti roh kecil – itu mampu menjalankan 3 misi penting. ‘Misinya hadir di bumi: makan, kawin, dan bertelur,’ kata Lim Wui Tiong, entomolog di Penang Butterfly Farm. Itu bisa dipahami karena posisi kupu-kupu dewasa dalam rantai makanan bertugas sebagai penyedia pakan hewan di atasnya. Misalnya, burung yang memakan telur dan ulat kupu-kupu.

Ketika populasi jantan dan betina berimbang, kupu-kupu kawin 1 kali seumur hidup. Beda jika jumlah jantan lebih sedikit daripada betina. ‘Betina bisa kawin sampai 5 kali,’ tutur Noor Farikhah. Itu dibuktikan oleh riset Greg Hurst. Pakar kupu-kupu dari London itu meneliti 25 sampel kupu-kupu Hypolimnas bolina yang diambil dari pulau-pulau di Asia Selatan dan Pasifik.

Di salah satu pulau perbandingan jantan betina sangat ekstrim 1:40. Serangan bakteri Wolbachia sp pada fase embrio, membuat populasi kupu-kupu jantan merosot tajam. Riset Greg menunjukkan, pada setiap tubuh betina sampel, terdapat 5 paket sperma dalam spermateka – kantong sperma. Ketika kawin, betina memang menyimpan sperma jantan dalam spermateka. Sperma lalu dikeluarkan bertahap ketika telur matang dan siap dibuahi. Telur lalu diletakkan di tanaman inang.

‘Jumlah paket sperma dalam spermateka menunjukkan frekuensi betina kawin,’ lanjut Noor. Bila ada 5 paket, artinya betina 5 kali kawin. Penelitian Greg belum menjawab pertanyaan mengapa betina jadi gemar kawin ketika populasi jantan sedikit. Dugaan sementara pada setiap proses kopulasi, butuh sejumlah sperma untuk membuat kantong sperma penuh. Itulah jumlah yang dibutuhkan untuk membuahi telur yang diproduksi betina.

Diduga jantan yang bertahan hidup dari serangan wolbachia sebetulnya membawa bakteri itu di dalam tubuhnya sehingga produksi sperma menurun. Makanya untuk memenuhi kantong sperma, betina kawin berkali-kali. Dugaan lain jantan menghemat sperma yang dikeluarkan karena mengamati populasi betina yang bisa dikawininya tinggi.

Sejatinya tak hanya waktu kawin kupu-kupu yang unik. Proses hendak kawin pun menarik. Saat birahi, jantan dan betina dewasa saling mengeluarkan aroma pemikat yang disebut feromon seks. Senyawa dari golongan fenol dan asam benzoat itu berasal dari sayap, rambut, dan tubuh.

Catatan Yong Hoi Sen, dari Jurusan Biologi Universitas Malaysia, dalam Malaysian Butterfly an Introduction, aroma itu dapat tercium pasangannya hingga 11 km. Aroma yang dikeluarkan itu menjadi afrodisiak bagi perkawinan mereka. Saat kawin, mereka hinggap, terbang, dan mengisap nektar bersama. Menurut Dewi, lamanya waktu kawin dan aktivitas terbang bersama itu menimbulkan sebuah konsekuensi berat. ‘Ujung sayap belakang bisa rusak,’ katanya. Itulah sebabnya rusaknya sayap belakang menjadi tanda kupu-kupu telah berkopulasi.

Setelah kawin – beberapa jam hingga 3 hari – betina segera meletakkan telur di tanaman inang. Setiap spesies memiliki tanaman inang spesifik. Tanaman merambat Parsonia helicandra menjadi tanaman inang telur kupu-kupu Idea leuconoe. Famili Rutaceae seperti jeruk menjadi idaman bagi kupu-kupu Papilio memnon.

Telur kupu-kupu yang tunggal atau berkelompok – tergantung spesies – diletakkan di daun. Sekitar 20 – 200 telur berwarna putih, kuning, atau kehijauan itu menetas 2 – 7 hari setelah diletakkan. Jadilah larva – masa paling rakus kupu-kupu. Pertama ia menyantap cangkang telur. Lalu, ‘Memakan habis food plant tanaman inang,’ tutur Dewi. Induk tak perlu merawat anak-anaknya. Penelitian Dewi pada ulat Doleschallia bisaltide dengan tanaman inang handeuleum Grapthophyllum pictum, selama 16 hari masa hidup ulat, doleschallia memakan 6 helai daun handeuleum setara luasan 300 – 400 cm2. Itu kira-kira sama dengan lantai keramik kecil berukuran 20 cm x 20 cm.

Selama menjadi makhluk paling rakus larva berganti kulit 4 – 5 kali. Lalu berubah menjadi kepompong. Saat itulah ia berpuasa dan beristirahat selama 2 minggu. Seluruh tubuhnya diselimuti benang-benang halus. Warnanya bermacam-macam tergantung spesies: cokelat, hijau, keperakan, dan keemasan. Kepompong menggantung di ranting, cabang, dan batang tanaman.

Masa kepompong tahapan akhir sebelum kupu-kupu menjadi dewasa. Lazimnya pada pagi hari, sekitar pukul 09.00, setelah 2 minggu bertapa, dari mulut kepompong muncul individu baru yang bentuknya berbeda. Sosoknya seperti kacang yang diselimuti sayap tipis, lemah, basah, dan kusut. Ia menggantung lemah pada kepompong sambil memulihkan energi. Sayap yang basah mulai bergerak menutup dan membuka perlahan, lalu merentang.

Itulah kupu-kupu, serangga paling cantik di dunia. Rama-rama – sebutan di Malaysia, membutuhkan waktu 1 – 2 jam untuk merentangkan dan mengeringkan sayap hingga ia siap terbang mencari pakan dan pasangan. Dari nektar bunga – pun cairan buah nanas, pisang, dan air gula yang mengalami fermentasi – kupu-kupu mengumpulkan energi. Sembari mencari makan dari nektar bunga, ia membantu penyerbukan.

Lalu si sayap indah itu pun siap melanjutkan misi berikutnya: kopulasi. Tiga empat jam lepas dari kepompong roh kecil itu siap menjalankan misi. (Destika Cahyana/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software