Miniatur Bunga Tuan Diplomat

Filed in Tanaman hias by on 01/02/2013 0 Comments

Dua bersaudara sama cantiknya. Yang satu bagai miniatur lainnya.

Deretan tanaman hias dalam pot di sebuah kebun di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu terlihat elok. Dari tajuk tanaman setinggi 30 cm muncul bunga-bunga berwarna merah, merah muda, ungu, dan putih. Bunga berbentuk terompet dengan lima petal berbentuk bulat agak meruncing. Diamater bunga mencapai 4 cm.

 

Warna bunga terlihat kontras dengan hijaunya daun yang berbentuk lanceolate, seperti daun teh. Daun tumbuh sepasang-sepasang masing-masing berukuran panjang 6 cm dan lebar 3,5 cm. Jarak antardaun rapat sehingga tanaman terlihat padat dan rimbun. Bunga muncul satu-satu di ketiak daun.

Sepintas sosoknya mirip mandevilla, tanaman hias rambat asal Brasil yang sempat populer di tanahair pada 2004. Harap maklum tanaman hias dalam pot di Ciseeng itu memang kerabat mandevilla. Ricky Hadimulya, si empunya kebun menyebutnya dipladenia.

Miniatur

Dipladenia dan mandevilla sama-sama tanaman anggota famili Apocynaceae. Sosok keduanya memang mirip sehingga kerap dianggap jenis yang sama. Bahkan banyak yang menyebut mandevilla pada dipladenia. “Perbedaan antara mandevilla dan dipladenia terletak pada daun, bunga, dan batangnya,” kata Ricky yang juga mendatangkan mandevilla sewindu silam. Daun dipladenia misalnya lebih tebal dan lebih sempit. Batangnya berwarna cokelat dan lebih kokoh sehingga bisa tumbuh menyemak. Mandevilla cenderung tumbuh merambat. Hanya saja sosok bunga dan daun yang mirip membuat dipladenia bagai miniatur mandevilla. Ukuran bunga dan daun dipladenia setengah kali mandevilla.

Ricky mendatangkan 4 varian warna bunga dipladenia dari Amerika Serikat dan India. Dipladenia dari negeri Paman Sam didapat dari koleganya, pemilik nurseri Godongijo, Chandra Gunawan. Dipladenia asal India sejatinya juga dari Amerika Serikat. Kenalan Ricky di negeri Bollywood itu mendatangkan dari sana dan memperbanyak di India. “Warna bunga yang dimiliki dipladenia ini belum ada di Indonesia,” kata pemilik nurseri Hara yang belum mendatangkan mandevilla baru lagi. Menurut perancang taman di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Ir Hari Harjanto dipladenia sudah masuk ke tanahair sejak 5 tahun lalu. Yang pertama kali membawanya ialah nurseri Benara.

Pakar florikultura, Benny Tjia PhD, menyebut karakter tumbuh dipladenia unik. “Kalau ditanam di tanah, dipladenia tidak akan merambat, cenderung menyemak. Tapi kalau ditanam di pot dan diberi penopang untuk rambatan, ia akan merambat,” ungkap pemilik nurseri Mandiri Jaya Flora itu. Trubus menyaksikan dipladenia tumbuh menjalar menutup tanah di sebuah anjungan di arena pameran hias kelas dunia Floriade 2012 di Venlo, Belanda. Semula itu diduga cover crop itu mandevilla.

Menurut Benny di tempat terkena cahaya matahari penuh, dipladenia tumbuh agak menyemak. Laju perambatan lebih cepat ketika kerabat adenium itu tumbuh di tempat yang teduh. Benny mengoleksi dipladenia berwarna bunga merah dari Amerika Serikat. Ia menanam tanaman kerabat adenium itu di pot dengan tiang rambatan. Sosoknya secara keseluruhan jadi mirip sekali dengan mandevilla. Supaya tajuknya kompak pangkas tunas-tunas yang menjulur keluar. Pemangkasan cukup dua minggu sekali.

Dipladenia juga elok bila dijadikan pergola. Hanya saja jika tidak terlindung dari hujan akar tanaman rentan busuk. Maklum di habitat asalnya tanaman asli Brasil itu tumbuh di dataran rendah yang panas dan minim air. Di sana hujan paling turun hanya selama 10 menit. Bandingkan hujan dengan di Indonesia yang bisa berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari. “Itu sebabnya dipladenia biasanya ditanam di pot,” kata Benny.

Suka panas

Di negara beriklim tropis dipladenia tumbuh dan bisa berbunga sepanjang tahun. Sementara di negeri Paman Sam yang subtropis kerabat alamanda itu menjadi tanaman semusim. “Sifat muncul bunganya sama dengan bugenvil. Semakin banyak terpapar terik matahari maka semakin banyak bunganya,” tutur Benny yang bolak-balik ke Indonesia-Amerika Serikat. Tanpa pemangkasan sosok dipladenia sudah merimbun.

Dari negeri Abang Sam Benny juga memboyong dua mandevilla baru berbunga merah dan meran muda. Varian lain tanaman yang namanya diambil dari nama diplomat Inggris yang juga seorang pekebun, Henry Mandeville, itu seperti berdaun variegata dan berpetal tumpuk belum masuk ke tanahair.

Lantaran sekerabat, cara rawat dipladenia sama dengan mandevilla. Ricky menggunakan media tanam berupa campuran sekam bakar dan cocopeat dengan perbandingan 1:1. Menurut Hari Harjanto dipladenia agak lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan mandevilla.

Namun, keduanya rentan serangan hama spider mite. Untuk mengatasi dengan menyemprotkan akarisida setiap 3 hari hingga 3 kali. Perbanyakan tanaman dapat menggunakan setek batang dan cangkok. Biasanya umur 2 bulan dari setek tanaman sudah mulai berbunga. (Pressi Hapsari)

Keterangan Foto :

  1. Mandevilla dipamerkan pada Floriade, Juli 2012 di Belanda
  2. Perbandingan ukuran bunga mandevilla dan dipladenia
  3. Dipladenia cendreung tumbuh menyemak
  4. Kanan: dipladenia, kiri: mandevilla. Keduanya tumbuh merambat di kebun
  5. Empat Warna Variasi warna dipladenia milik Ricky Hadimulya
 

Powered by WishList Member - Membership Software