Mereka Terpincut Ayam Hias

Filed in Komunitas, Majalah by on 19/02/2020

Brahma blue menjadi ayam favorit Rohmat.

 

Para pencinta ayam hias bersatu dalam komunitas. Mereka memperoleh informasi perawatan yang memadai.

Rohmat anggota sekaligus humas Komunitas Ayam Hias Tangerang.

Rohmat memilih ayam hias sebagai satwa peliharaan. Pehobi di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu memilihara 30 ekor ayam kalkun. Ia mendatangkannya dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada 2014. Pria 39 tahun itu menggemari ayam kalkun karena sosok menarik. “Kalkun juga mendatangkan keuntungan. Permintaan kalkun tidak hanya untuk hobi, tetapi juga konsumsi,” kata Rohmat.

Pria yang bekerja di bidang teknologi informasi itu bukan sekadar menggemari. Rohmat juga mengembangbiakkan ayam. Kini lulusan Universitas Mercu Buana itu mempunyai 14 induk betina dan 6 induk jantan. Faedah lain, hobi memelihara ayam juga menekan stres. “Kadang kalau lagi banyak masalah ya tinggal main sama ayam atau bersih-bersih kandang. Rasanya beban juga hilang,” kata kolektor ayam hias sejak 2010.

Bentuk komunitas

Berkat jejaring sosial Rohmat pun bertemu dengan teman-teman sesama penggemar ayam hias di berbagai wilayah seperti Jakarta, Bekasi, dan Depok. Mesikpun nama komunitas terdapat kata Tangerang, tidak menutup kesempatan bila ada anggota dari daerah lain yang hendak bergabung. Bersama Doni Ezel Pakem, Rohmat membentuk Komunitas Ayam Hias Tangerang pada 23 November 2016. Doni Ezel Pakem menjabat sebagai ketua dan Rohmat menjadi hubungan masyarakat.

Ayam ga tre tan chau salah satu ayam hias asal Vietnam koleksi Komunitas Ayam Hias Tangerang.

Menurut Rohmat anggota komunitas mencapai 3.000-an pehobi. Namun, anggota aktif kira-kira 100 orang. Anggota komunitas berasal dari berbagai kalangan usia, mulai remaja hingga orang dewasa. Hobi memelihara ayam mempersatukan mereka. Anggota biasa mengadakan kopi darat atau pertemuan dadakan di rumah anggota. Frekuensi pertemuan dua kali sebulan. Mereka bukan sekadar bertemu tetapi juga berbagi informasi untuk mengatasi masalah.

Menurut Rohmat setiap anggota menggemari jenis ayam yang berbeda. Doni Ezel Pakem, misalnya, mengoleksi ayam batik kanada dan italia, sedangkan Echo Cintanya memelihara ayam kapas. Ayam brahma juga menarik perhatian Rohmat. Sosok ayam dari India itu besar, bobot jantan mencapai 7 kg per ekor. Bandingkan dengan bobot ayam kampung 1,5—2,5 kilogram per ekor. Bulunya menutupi hingga bagian kaki atau cakarnya. Masyarakat menjulukinya raja unggas karena berukuran besar.

Ayam brahma andalan Rohmat adalah jenis blue. Ia mendatangkan ayam kelas asia itu dari Turki pada Januari 2019. Rohmat dan angggota komunitas terbuka bagi masyarakat yang ingin membeli. Menurut Rohmat harga ayam brahma menurun karena populainya makin banyak di Indonesia. Komunitas itu mengelola lahan 150 m² di Lengkong, Kota Tangerang Selatan.

Di lahan itu beberapa anggota komunitas memelihara beragam ayam hias seperti serama, bantam cochin, black sumatera, dan ayam katai. Komunitas membangun kandang terbuat dari kayu, bambu, dan teralis besi. Biasanya Rohmat dan anggota lainnya mengunjungi di akhir pekan untuk sekadar mengecek kesehatan ayam dan membawa calon pembeli untuk melihat-lihat.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”8129520315″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Aral pehobi ayam

Sebagian besar ayam-ayam itu berasal dari mancanegara. Satwa hias itu beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak jarang ayam-ayam cantik itu tejangkit penyakit seperti flu dan gangguan pencernaan. Para anggota memilih pengobatan herbal untuk mengatasinya. Contoh ketika ayam flu, Rohmat memanfaatkan umbi lapis bawang merah dan bawang putih. Ia mencuci umbi itu, mengiris, dan memberikan langsung kepada ayam.

Ayam ga tre tan chau salah satu ayam hias asal Vietnam koleksi Komunitas Ayam Hias Tangerang.

Adapaun untuk mengatasi masalah pencernaan, para anggota menggunakan daun pepaya. Mereka memetik daun pepaya dan dibiarkan agar agak layu. Daun kemudian dicuci dan diiris hingga cukup di paruh ayam. Rohmat memberikan air itu kepada ayam yang sakit. Para anggota memperoleh pengetahuan itu setelah bergabung dengan komunitas. Rohmat mengatakan, banyak faedah bergabung dengan Komunitas Ayam Hias Tangerang. Selain itu Rohmat juga menyosialisasikan bahwa peran ayam tidak hanya untuk konsumsi atau petarung. (Hanna Tri Puspa Borneo)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software