Mentimun Top 40 ton/Ha

Filed in Sayuran by on 30/11/2011

Ahmad Suryana, pekebun mentimun di Sumedang, Jawa Barat, bersukacita. Mentimun baru yang ditanam di kebun seluas 1 ha memberi hasil 40 ton  ha. Sebelumnya dari luasan sama Ahmad hanya menuai 18-20 ton. Produksi nasional lebih rendah lagi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian RI menunjukkan produktivitas mentimun rata-rata nasional pada 2010 hanya 9,61 ton/ha. Jumlah itu lebih rendah dibanding 2009 yang mencapai 10,39 ton/ha.

Menurut peneliti di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) di Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Uum Sumpena BSc, produktivitas rendah karena penggunaan benih tidak terseleksi. Petani kerap memanfaatkan buah sisa panen sebagai sumber benih atau varietas bersari bebas alias nonhibrida.

Lima tetua

Oleh karena itu Uum Sumpena, Ery Sofiary, Ahsol Hasyim, dan Rinda Kirana dari Balitsa terdorong merakit hibrida Cucumis sativus unggul. “Pelepasan mentimun unggul mampu meningkatkan asupan gizi bagi masyarakat,” tutur kepala Balitsa, Dr Ahsol Hasyim. Dalam 100 g mentimun mengandung 15 kalori, 0,8 g protein, 0,19 g pati, dan 3 g karbohidrat serta 30 mg fosfor, 0,5 mg besi, 0,02 g tianin, 14 mg asam serta 0,05 g riboflavin alias vitamin B2.

Banyak petani menanam mentimun karena kerabat labu siam itu salah satu sayuran buah yang cepat panen. Penanamannya secara intensif pun menguntungkan. Berdasarkan hitungan analisis usaha tani yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian pada 2010, dari setiap hektar (populasi 17.000 tanaman) petani menuai pendapatan Rp42-juta selama 60 hari penanaman. Setelah dikurangi biaya produksi sebesar Rp28.735.000 petani masih mengantongi Rp13.265.000 per dua bulan.

Perakitan Cucumis sativus unggul itu dimulai pada 2000. Bekerja sama dengan Asean Vegetable Network (A-VNET), Balitsa mengumpulkan beragam genotip unggul dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara  Akhirnya terpilih 5 tetua. Dua tetua berkode LV 1043 dan LV 2276 asal Indonesia. Dua tetua lain berkode LV 2904 dan 2906 dari Thailand serta kode LV 2908 (Filipina).

Unggul

Dari silangan 5 tetua itu terpilih 3 galur terbaik yang akan dilepas sebagai varietas unggul mentimun pada 2012. Hibrid-1 yang  ditanam Ahmad merupakan persilangan tetua jantan LV 2908 dari Filipina dan tetua betina LV 2276 asal Indonesia.

Tanaman mulai berbunga pada umur     30 hari dan buah dipanen pada umur 35 hari. Lazimnya panen mentimun berlanjut hingga tanaman berumur 60 hari. Produktivitasnya top, mampu mencapai 56,60 ton/ha. Buah muda berkulit hijau tua, buah tua berwarna kuning. Buah tahan simpan dalam suhu ruang selama lebih dari 7 hari. Panjang buah 20,845 cm, tekstur padat, rasa pangkal buah tidak pahit

Hibrid-6 dan hibrid-7 juga produktif (lihat tabel). “Kehadiran hibrida baru diharapkan mampu mendongkrak produktivitas mentimun nasional,” tutur Uum Sumpena dan Ahsol Hasyim sepakat. (Faiz Yajri)

 

  1. Uum Sumpena BSc (kiri) dan Dr Ahsol Hasyim, hibrida baru dongkrak produktivitas mentimun nasional
  2. Produktivitas rata-rata nasional pada 2010 hanya 9,61 ton/ha
  3. Hibrid-1 produktivitas mencapai 56,6 ton/ha

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software