Meniru Desain Alam

Filed in Pojok luar by on 01/04/2010 0 Comments

Prinsip dasar belajar dari alam adalah memahami ekosistem dan mengamati lingkungan di dalamnya, sehingga akuarium alam dapat menampilkan suasana alam lewat penggunaan bahan-bahan alami. Bahan-bahan itu antara lain tumbuhan air, satwa air, serta mikroorganisme. Pertunjukan khas akuarium alam tampak saat makhluk hidup itu tumbuh dan berkembang biak, meski kemudian populasinya akan menurun seiring waktu.

Sebagai contoh, tidak terlihat perubahan besar pada komposisi tanaman air maupun driftwood (semacam kayu apung, red) dalam aquascaping berumur 3 tahun—kini berumur lebih dari 6 tahun—di galeri Nature Aquarium Aqua Design Amano (ADA). Yang tampak hanya perubahan kecil pada tanaman air yang digunakan sebagai latar belakang dan daun Bolbitis heudelotii yang tumbuh subur.

Driftwood yang ada di bagian tengah aquascaping menjadi bagian penting setelah ditumbuhi bolbitis, anubias, microsorium, dan willow moss Fontinalis antipyretica. Memang butuh waktu lama hingga keberadaan driftwood tampak menarik: menunggu sampai tumbuhan air yang menempel berdaun rimbun. Paduan driftwood dan tumbuhan-tumbuhan itu kini menjadi komponen utama dalam aquascaping setelah diperkenalkan lewat gaya akuarium alam. Penggunaan bolbitis dan anubias di atas driftwood terinspirasi oleh pemandangan serupa di salah satu sungai kecil di Afrika.

Di habitatnya, tanaman air itu mudah dijumpai tumbuh di kayu atau batu, bukan media pasir atau tanah. Sebab itu pula pada pembuatan akuarium alam, sebaiknya tanaman ditumbuhkan pada driftwood sesuai habitatnya di alam.

Filosofi lain dari nature aquarium adalah menyediakan lingkungan ideal bagi kehidupan ikan yang menjadi aspek penting pada penampilan keseluruhan akuarium alam. Sebab di akuarium ia hidup hingga kematian menjemput.

Jangka panjang

Pada akuarium alam, pemeliharaan jangka panjang merupakan tujuan. Ketika melakukan pemeliharaan jangka panjang, hal dasar yang harus dilakukan yaitu memangkas tumbuhan berkayu di bagian latar akuarium sekaligus memendekkan tumbuhan di bawahnya. Sayang pemangkasan dapat menurunkan keindahan tampilan aquascaping.

Banyak cara agar keindahan itu tidak lenyap. Bagian tengah akuarium alam, misalnya, dapat ditanami tumbuhan epifit, seperti bolbitis di atas driftwood. Dengan teknik itu penampilan akuarium tetap menarik meski tumbuhan berkayu Rotala indica di bagian latar dipangkas. Teknik ini penting diketahui para aquascaper saat memakai tumbuhan berkayu sebagai latar akuarium besar.

Selama 3 tahun dipelihara, bolbitis misalnya, telah tumbuh secara alami di driftwood. Pada waktu bersamaan, daun tumbuhan epifit di bagian tengah akuarium telah tumbuh hingga menyembul di atas permukaan air. Tampilan itu persis seperti kondisi di habitat aslinya di Afrika Barat. Pada akhirnya akuarium alam yang dipelihara dalam jangka panjang harus berkesan alami seolah-olah mereka telah tumbuh bertahun-tahun.***

April 2005, desain tetap indah meski willow moss dipangkas

Tampilan layout selang 3 tahun sejak dibuat. Pada November 2007 bolbitis menutupi bagian akar tumbuhan berkayu di bagian belakang dan menciptakan bayangan di pasir putih

  1. Oktober 2006 desain berubah drastis setelah bolbitis berdaun
  2. Bolbitis liar di Afrika Barat
  3. Keluarga paku-pakuan dan anubias tumbuh di atas driftwood di sebuah sungai kecil di Afrika Barat
  4. Aquascaping tetap indah meski dilakukan pemangkasan pada tanaman air
 

Powered by WishList Member - Membership Software