Memacu Tumbuh Bibit Sawit

Filed in Inspirasi, Majalah by on 17/01/2020

Pemberian pupuk organik cair (POC) dapat bersamaan melalui irigasi sprinkel sehingga lebih efisien.

 

Kiat agar bibit kelapa sawit tumbuh optimal sejak di persemaian.

“Merawat bibit kelapa sawit ibarat merawat bayi. Perlu perhatian ekstra karena kualitas bibit akan menentukan keragaan mereka di lapangan,” kata Edy Suprianto, sekertaris perusahaan PT Riset Perkebunan Nusantara. Tahap pembibitan menjadi penentu tanaman tumbuh bagus atau sebaliknya. Pembibitan kelapa sawit terbagi menjadi 2 tahap, yakni prenursery (PN) yaitu perkembangan kecambah dari usia 0—3 bulan.

Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.S., guru besar Ilmu Tanah Universitas Padjadjaran.

Tahap selanjutnya main nursery (MN) tahap lanjutan untuk persiapan tanaman siap pindah ke lahan terbuka. Biasanya usia bibit rentang 3—12 bulan. Pertumbuhan bibit tanaman Elaeis guineensis tidak optimal akibat kekeringan dan kurang nutrisi. Menurut Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.S. dari Universitas Padjadjaran sumber bibit yang jelas kunci utama menghasilkan tanaman sehat.

Bahan organik 5%

Tualar mengatakan, “Bila kecambahnya jelas asal usulnya, perlakuan dan perawatan selanjutnya lebih mudah,” kata Tualar. Guru besar Ilmu Tanah Universitas Padjadjaran itu menuturkan, acuan dalam pertumbuhan bibit tanaman anggota famili Arecaceae itu adalah media tanam yang subur. Kandungan bahan organik pada media tanam bibit sawit minimal 5%. Menurut Tualar, perawatan selanjutnya adalah penyiraman dan pemupukan.

Petani dapat memberikan sumber hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium serta hara mikro yakni boron (B), besi (Fe), seng (Zn), dan tembaga (Cu) secara rutin. Tualar menuturkan, agar hasil optimal petani bisa mengombinasikan pupuk dengan foliar feeding. “Aplikasinya dapat melalui irigasi, jadi lebih efisien” kata doktor alumnus Justus Liebig Universitat Giessen, Jerman, itu.

Media tanam yang sesuai dengan standar kultur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)adalah top soil gembur. Menurut Lukman Mei Widitya, S.P., top soil adalah lapisan tanah atas. Ketebalan top soil antara 20—30 cm. Warna fisik cenderung lebih gelap dibandingkan dengan lapisan bawah karena terbentuk dari serasah yang terdekomposisi sehingga tanah mengandung bahan organik yang tinggi.

“Lapisan tanah atas memiliki tingkat kesuburan yang tinggi,” kata alumnus Ilmu Tanah, Universitas Brawijaya itu. Kandungan unsur hara yang tinggi menyebabkan lapisan tanah atas kerap dimanfaatkan untuk persemaian. Riset Mira Ariyanti dan rekan dari PPKS menunjukkan kombinasi subsoil dan kompos dengan perbandingan 1:3 menjadi alternatif media tanam. Ariyanti menerapkan penyiraman yang tepat yakni 2 hari sekali.

Kesehatan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery menjadi penentu kesehatan tanaman dewasa.

Hasilnya pertumbuhan bibit kelapa sawit lebih optimal. Tinggi tanaman pada umur 8 pekan setelah persemaian sama dengan tinggi tanaman dengan media tanam hanya tanah lapisan atas. Artinya, kombinasi subsoil dan kompos dapat menggantikan peran top soil. Menurut Ariyanti pemberian kompos pada media tanam menekan penyiraman sampai 50%, sehingga perawatan lebih efisien.

Pupuk organik cair

Media tanam bibit kelapa sawit harus dipastikan mengandung unsur hara minimum 5%.

Agar pertumbuhan bibit kelapa sawit makin baik, petani dapat menambahkan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari urine kambing. Riset Alvi Bisri dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran membuktikan pemanfaatan urine kambing berpengaruh baik pada bibit kelapa sawit. Aplikasi POC dengan konsentrasi 120 ml per liter meningkatkan bobot kering tajuk.

Bobot kering tajuk tanpa perlakuan 35,68 gram sedangkan dengan pemberian POC lebih berat yaitu 58,97 gram. Peningkatan bobot kering tanaman beriringan dengan pertumbuhan tanaman yang makin baik. Bisri membuktikan urine kambing menjadikan bobot kering akar lebih berat. Bila bobot kering akar bibit kelapa sawit tanpa perlakuan hanya 17,74 gram, dengan penambahan POC bobot kering akar 18,77 gram atau peningkatan 5,8%.

Pedoman PPKS juga memberikan alternatif bila tanah yang digunakan kurang tepat. Petani dapat menambahkan pasir dengan perbandingan 3:1 jika tanah kurang gembur. Sebelum memasukkan ke dalam polibag, ayak tanah terlebih dahulu dengan ayakan 2 cm. Tujuannya agar ukuran tanah seragam. Campurkan tanah dan pupuk fosfor (P) dengan konsentrasi 500 gram per 10 liter air di setiap 1 m³ tanah. Masukkan tanah dan diamkan selama 1 bulan sebelum menanam kecambah sawit. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software