Melon Anyar Manis

Filed in Buah, Majalah by on 07/09/2020

Melon hanna jenis melon cantaloupe yang bersifat genjah dan manis.

 

Dua melon baru yang tahan virus, adaptif, dan bercita rasa manis.

Firhat Lausi menguji coba hanna di lahan 300 m2. Petani di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, itu penasaran. Melon hanna disebut-sebut bercita rasa manis, daging jingga, produktif, dan genjah. Ia ingin membuktikan sederet kelebihan itu dengan menanam 50 bibit di lahan 300 m². Firhat mempertahankan dua buah per tanaman agar optimal.

Petani di Kabupaten Kalianda, Provinsi Lampung, Gede Santiasa, menanam melon kemas.

Melon cantaloupe itu berbentuk agak lonjong mirip bola rugbi berkulit hijau dan berjaring. Petani kelahiran 1 Januari 1961 itu mengatakan, bentuk buah yang unik menjadi salah satu daya tarik hanna. Petani sejak 2001 itu memanen 300 kg melon hanna pada November 2019. Itu persis 70 hari sejak tanam sehingga tergolong genjah. Daya simpan melon hanna mencapai 7 hari setelah panen.

Tahan virus

Firhat lantas membelah buah melon menjadi dua bagian. Tampak daging buah jingga. Ketika mencicipi sepotong daging buah hanna, cita rasa manis dan bertekstur renyah. Menurut Product specialist PT East West Seed Indonesia, Ibnu Habibi Rahman, tingkat kemanisan hanna mencapai 16° briks. Pada umumnya tingkat kemanisan melon di pasaran hanya 12o briks.

Setelah mengetahui kelebihan itu, Firhat kembali menanam hanna pada April 2020 di lahan 1.800 m² berpopulasi 300 tanaman. Menurut Rahman melon hanna adaptif di segala kondisi, tetapi cenderung kuat pada musim kering. Ibnu Habibi Rahman mengatakan, keunggulan lain melon baru itu adalah tahan virus gemini. Gemini merupakan peyakit utama pada melon.

Baca juga : Melon Anyar Incaran

Tingkat kerugian akibat serangan virus gemini mencapai 100%. Kehadiran melon hanna salah satu jawaban untuk mengatasi gemini. Selain hanna, pilihan lain melon baru bernama kemas hasil pemuliaan PT Benih Citra Asia. Petani di Kabupaten Kalianda, Provinsi Lampung, Gede Santiasa, menanam melon varietas baru yang rilis pada akhir 2018. Santiasa menanam 2.000 bibit pada Februari 2019 Tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu panen pada umur 65 hari sejak tanam sehingga tergolong genjah. Santiasa memanen rata-rata 2 buah per tanaman sehingga menuai total 6 ton. Menurut Direktur Marketing PT Benih Citra Asia, Alfasyahri Pane, “Dari populasi 4.000—6.000 tanaman, kemas berpotensi menghasilkan 25—30 ton per hektare. Sudah diuji coba juga di Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.”

Tekstur daging buah melon kemas renyah dan produktivitas tinggi.

Seperti namanya kemas—akronim kecil dan manis—ukuran buah memang relatif kecil, berbobot 1,5—1,7 kg. Tujuannya agar sekali makan oleh keluarga langsung habis. Melon kemas tergolong ke dalam jenis rock melon. Melon baru itu bercita rasa manis dengan kadar 13—14o briks. Menurut Alfasyahri Pane tekstur daging buahnya renyah dan daya simpan tinggi, yakni selama 15—20 hari.

Sosok buah menarik karena jaring yang tebal dan timbul. Kemas tahan terhadap tekanan, jadi aman selama perjalanan untuk pengiriman jarak jauh. Kemas mampu bertahan dalam segala cuaca. Melon disarankan ditanam di lahan berketinggian kurang dari 700 meter di atas permukaan laut.

“Dari populasi 4.000—6.000 tanaman, kemas berpotensi menghasilkan 25—30 ton per hektare. Sudah diuji coba juga di Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi,” kata Alfisyahri. Melon kemas adaptif di berbagai lokasi tanah air. Pengujian di perbedaan cuaca juga telah dilakukan. Kemas mampu bertahan dalam segala cuaca. Melon disarankan ditanam di lahan berketinggian kurang dari 700 meter di atas permukaan laut. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software