Media Tepat Undang Keindahan

Filed in Pojok luar by on 01/10/2009 0 Comments

 

Akuarium alam terlihat elok bila tanaman-tanaman air yang mengisinya tumbuh rimbun secara alami. Namun, proses ini memakan waktu lama hingga berbulan-bulan. Sebab itu perlu ada pemeliharaan aquascaping untuk jangka panjang. Pada bagian ini yang paling sulit dilakukan adalah memilih media tepat sebagai sumber hara untuk tanaman air tumbuh dan tahan lama.

Beberapa jenis tanaman seperti riccia dan tumbuhan berbatang memang dapat beradaptasi baik di lingkungan bawah air. Tanaman itu menyerap hara langsung dari permukaan daunnya. Namun, ada pula yang menyerap hara melalui akar seperti cryptocoryne, echinodorus, hair grass, glossostigma, dan cobra grass.

Semua tanaman-tanaman air yang disebut di atas sering dipakai sebagai ornamen untuk membuat aquascaping tampil indah. Maka dari itu media yang digunakan harus kaya hara. Pun mikroorganisme yang membantu proses penyerapan hara oleh akar tanaman harus tumbuh dalam media.

Kerikil dan tanah

Di alam, tanah banyak mengandung bahan organik dari bagian tumbuhan seperti daun yang berguguran dan melapuk. Selama proses penguraian yang dibantu oleh mikroba tanah, senyawa organik diubah menjadi senyawa anorganik sehingga mudah diserap oleh tanaman.

Jika mekanisme seperti di alam itu dapat diwujudkan dalam akuarium, tumbuhan air akan tumbuh baik. Namun, bahan organik yang ditaruh begitu saja di bawah kerikil dapat membusuk karena kekurangan oksigen. Akibatnya kualitas air menurun. Pori-pori halus dalam kerikil tersumbat karena tekanan air. Dampaknya kerikil menjadi tidak dapat ditembus alias impermeable. Pada kondisi ini tanaman sulit tumbuh.

Tanaman akan tumbuh baik pada bahan organik bercampur butiran kasar batu apung yang memiliki permukaan berlekuk-lekuk. Campuran itu kemudian diletakkan di bawah kerikil. Batu apung mencegah pori-pori media tersumbat sehingga mikroorganisme aerobik yang membutuhkan oksigen bebas untuk mengurai bahan organik dapat bekerja dengan baik. Campuran ini cocok sebagai dasar media.

Penggunaan pasir laut kasar di atas dasar substrat itu perlu dihindari karena meningkatkan kesadahan air. Kesadahan tinggi dapat membuat beberapa jenis tanaman air sulit tumbuh baik.

Tanaman tumbuh baik terutama pada tanah hitam yang kaya asam organik seperti asam humat dan unsur mikro seperti besi. Tanah alam umumnya asam dan memiliki kemampuan menyerap ion kalsium. Itu pula yang menyebabkan tanah alam dapat mengubah air menjadi agak asam dan kesadahannya berkurang. Kondisi ini cocok untuk pertumbuhan tanaman air.

Namun, bila tanah alam dibenamkan langsung ke dalam akuarium, muncul kendala. Tanah menjadi berlumpur dan air menjadi keruh. Akibatnya media menjadi impermeable. Sebab itu tanah alam perlu diolah menjadi partikel-partikel kecil sehingga dapat dipakai sebagai media.

Partikel tanah itu memperbaiki pertumbuhan hampir pada semua tanaman air secara dramatis. Cryptocoryne dan echinodorus yang akarnya cenderung menyebar dalam media, tumbuh baik dalam substrat itu. Begitu juga tumbuh-tumbuhan yang memiliki stolon akar seperti hair grass, glossostigma, dan cobra grass mampu tumbuh baik karena akarnya cepat tumbuh. Air agak asam dan kesadahannya kurang (soft) juga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman berbatang sehingga kombinasi di atas menjadi dasar media akuarium alam.

Ukuran butir

Layout alias penampilan akuarium alam bisa diciptakan dalam wadah kecil sampai besar. Meski begitu ukuran butir tanah kerap menjadi masalah. Di akuarium besar, butir tanah ukuran standar cocok untuk menanam tanaman air besar. Sebaliknya untuk tanaman kecil di akuarium kecil, butir tanah ukuran standar bisa terlihat terlalu besar.

Terlebih ada beberapa jenis tanaman air seperti semanggi eropa Marsilea sp dan rumput mutiara ‘cuba’ yang sulit tumbuh baik di tanah berpartikel besar. Untuk menanam jenis-jenis ini, selapis tipis tanah bertipe bubuk dapat ditaburkan ke atas media dasar. Pada akuarium besar – panjang di atas 60 cm – sebelum substrat dilapisi tanah tipe bubuk, media tetap dilapisi tanah ukuran standar. Ini karena tanah tipe bubuk yang langsung ditaburkan bisa menyumbat pori-pori.

Seringkali dijumpai tanaman air yang baru ditanam terlepas lagi dari media dan mengapung di akuarium. Jika itu terjadi, tanaman dapat langsung ditanam kembali dan ditaburi lebih banyak tanah bubuk untuk menahan agar tidak lepas. Tanah tipe ini cocok digunakan karena dapat melalui celah-celah daun tanaman air dan jatuh di akar atau media di bawahnya. Untuk menutupi penampilan tanah yang kurang menarik, pasir hias dapat digunakan sebagai latar depan.***

 

^ Komposisi media yang pas ciptakan akuarium alam indah

> Akuarium alam yang unik, tanaman airnya sehat pojok luar

 

*) artikel serupa pernah diterbitkan oleh majalah Tropical Fish Hobbyist, Amerika Serikat

> Selapis tipis tanah tipe bubuk ditempatkan di atas permukaan substrat membantu tumbuhan air kecil seperti rumput mutiara ‘cuba’ Hemianthus callitrichoides tumbuh dengan baik.

DATA

Akuarium (pxlxt) : 30 cm x 30 cm x 36 cm

Cahaya : lampu NA 20W X 4

Filter : filter superjet ES-600

Media : Aqua Soil, Power Sand Special S, Bacter 100, Clear Super, Tourmaline BC, Penac W/for aquarium, Penac P

CO2 : Pollen Glass, 3 gelembung per detik melalui CO2 Gass Counter (menggunakan Tower/20)

Aerasi : Lily Pipe P-2

Aditif : Brighty K, Green Brighty STEP2; ECA

Pergantian air : 1/3 volume, sekali seminggu

Kualitas air : suhu 26°C, pH 6,8, TH 20 mg/l

Tanaman air : Eleocharis acicularis, Hemianthus callitrichoides

Satwa air : Hemigrammus rodwayi, Crossocheilus siamensis, Otocinclus sp, Caridina japonica

Foto-foto: Takashi Amano

Substrat porous berlapis-lapis memungkinkan tumbuhan air yang sulit tumbuh seperti jenis-jenis Cryptocoryne dan cobra grass tumbuh rimbun dan sehat

DATA

Akuarium (pxlxt) : 120 cm x 45 cm x 60 cm

Cahaya : lampu NAG-150W hijau X 2 (Solar)

Filter : filter superjet ES-1200

Media : Aqua Soil, Power Sand Special L, Bacter 100, Clear Super, Tourmaline BC, Penac W/for aquarium, Penac P

CO2 : Pollen Glass Beetle 50, 3 gelembung per detik melalui CO2 Beetle Counter (menggunakan Tower/20)

Aerasi : Lily Pipe P-4

Aditif : Brighty K, Green Brighty STEP2

Pergantian air : 1/3 volume, sekali seminggu

Kualitas air : suhu 24°C, pH 6,6, TH 20 mg/l

Tanaman air : Cryptocoryne sp ‘hijau panjang’, Cryptocoryne retrospiralis, Cryptocoryne beckettii, Cryptocoyne wendtii ‘hijau’, Cryptocoryne walkeri

Satwa air : Trigonostigma heteromorpha, Crossocheilus siamensis, Otocinclus sp, Caridina japonica

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software