Masker Flora : Berfungsi Juga Bergaya

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 09/06/2020

Masker karya Hollywinarni Jamiharja dengan motif megamendung dari akar oncidium dan hiasan kuntum phalaenopsis.

Masker flora membuat penampilan jadi luar biasa. Tetap berfungsi mencegah penyebaran virus korona.

Masker terbuat dari selembar kain polos atau berwarna. Di tangan perangkai bunga masker menjelma sebagai aksesori yang modis. Lihat saja masker buatan Hollywinarni Jamiharja. Perangkai bunga di Bandung, Jawa Barat, itu membuat masker bermotif batik megamendung dengan hiasan bunga segar dari kebun sendiri. Ia memetik kuntum phalaenopsis jingga yang sedang mekar.

Masker buatan Sandra Taslim dengan hiasan flora segar

Hollywinarni juga mengambil beberapa lembar akar oncidium, daun hoya, dan daun anggrek spesies. Ia melekatkan flora segar itu pada selembar kain hitam. “Motif megamendung pada masker terbuat dari sulaman akar oncidium,” kata Hollywinarni. Masker kreasi Hollywinarni meraih juara pertama lomba menghias masker yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPC IPBI) Jakarta Barat.

Masker juara

Menurut ketua DPC IPBI Jakarta Barat, Sandra Taslim, lomba bertujuan mencari wajah-wajah baru dalam dunia perbungaan di tanah air. “Kami mengangkat tema etnik dalam lomba sebagai wujud kecintaan terhadap budaya bangsa,” kata Sandra.

Tim juri yang terdiri atas Andy Djati Utomo SSn AIFD CFD, Lily Sutanto, dan Nancy Mudali menobatkan masker karya Hollywinarni sebagai juara pertama lantaran memenuhi kriteria penilaian mendekati sempurna. “Masker buatan Hollywinarni begitu trendi dan rapi. Pun tetap bisa digunakan sesuai fungsinya,” kata Nancy Mudali. Masker buatan Gratia Ali Noverita dan Janti Kurniadi juga apik.

Masker dengan hiasan hanjuang segar dan bunga artifisial karya Janti Kurniadi.

Gratia membuat masker dengan hiasan bunga artifisial yang detail. Ketelitiannya membawa kreasi Gratia meraih juara kedua. Sementara Janti memadukan flora segar dan artifisial dalam karyanya. Ia memanfaatkan daun hanjuang merah. Janti melipat dahulu daun hanjuang sebelum ditempelkan pada masker berbahan kain. Selanjutnya ia menambahkan flora artifisial serupa anggrek dan mawar. Juri mengganjar masker Janti sebagai juara ketiga.

Masker milik Thalia Sugiarni Tan sebagai pemenang favorit.

Dalam lomba itu panitia dan tim juri menobatkan masker buatan Thalia Sugiarni Tan sebagai pemenang favorit. Thalia membuat masker dari lembaran daun pandan yang telah diubah sedemikian rupa menjadi bentuk kelopak mawar. Ia lantas menempelkan bentuk mawar itu pada masker yang telah dilapisi daun pandan pula. Selanjutnya, ia meletakkan babys breath kering dan bunga artifisial berupa ranunculus.

Masker buatan Grace Yanuar, perangkai bunga di Jakarta Selatan (Model: Dewi Octavia)

Inspirasi Seni

Perangkai Bunga di Jakarta Barat, Grace Yanuar menciptakan masker dengan desain amat nyentrik. Grace mengubah anyaman bambu menjadi masker dan hiasan kepala bernuansa etnik yang unik. Pada anyaman bambu itu Grace menyelipkan lili paris. Kemudian, ia meletakkan anggrek bulan ungu persembahan dari perkebunan Eka Karya. Sang bulan itu berpadu apik dengan gomprena berwarna senada dan alang-alang kering. “Masker ini tidak digunakan untuk kegiatan sehari-hari, melainkan sebuah bentuk karya seni,” kata Grace.

Kreativitas

Masker buatan para peserta juga berpenampilan unik. Lihat saja masker karya Sandra Taslim. Sandra membuat masker dari kain batik dengan hiasan flora segar seperti bunga statice Limonium sp. ungu, yustisia Justicia aurea kuning, gomprena Gomphrena globosa, dan babys breath.

Ada pula masker etnik milik Sindhunata Setiadharma. Sindhunata membuat masker dari kain batik lurik. Pada masker itu ia menambahkan ornamen berupa kain yang dipuntir sehingga memberikan dimensi. Kemudian, Sindhunata menghias masker dengan flora artifisial berupa hortensia dan daun ivy. Masker buatan Sandra dan Sindhunata itu mendapat apresiasi sebagai partisipan terbaik.

Masker dari kain lurik dengan hiasan bunga artifisial buatan Sindhunata Setiadarma.

Menurut anggota tim juri, Lily Sutanto kreativitas peserta dalam menghias masker patut mendapat pujian. Musababnya, bukan perkara mudah menggabungkan masker dan flora hingga menjadi sebuah karya yang bukan cuma indah, tetapi juga nyaman dikenakan. Perangkai juga harus memilih materi flora yang tepat dan menyusunnya secara rapi. Saat pandemi korona, masker itu bukan saja berfungsi mencegah, tapi juga tampil elok. (Andari Titisari)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software