Manjur Atasi Kista

Filed in Uncategorised by on 01/08/2012 0 Comments

Kista terus mengecil setelah Mayasari konsumsi ekstrak daun sirsak.

 

Mayasari-bukan nama sebenarnya-merasakan keanehan pada tubuhnya pada September 2011. “Interval datang bulan saya begitu pendek. Seminggu sekali saya datang bulan, biasanya 25 hari sekali,” katanya. Akibatnya saat Ramadan ketika itu ia kerap tak berpuasa. “Saat datang bulan perut seperti teriris-iris dan terasa mual,” tutur Mayasari.

Setelah 3 kali datang bulan dengan interval tidak teratur, Maya lalu memeriksakan diri ke dokter sepesialis kandungan dan kebidanan di rumahsakit di Jonggrangan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan menggunakan ultrasonografi menunjukkan di indung telur Mayasari sebelah kiri bersarang kista berukuran 3,2 cm.

Tumor kelenjar

Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kista adalah tumor kelenjar. Namanya tergantung letak kelenjar. Misalnya bila kista muncul di ovarium, disebut kista ovarium, jika muncul di ketiak, kista aksial; di payudara, kista mame. Sidi mengatakan salah satu gejala kista ovarium adalah datang bulan yang tidak teratur. “Pada kista ovarium terdapat cairan di kelenjar vagina yang tersumbat sehingga membesar dan munculah kista,” tutur dokter alumnus Universitas Gadjahmada itu.

Menurut ahli kandungan di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, dr Tagor Sidabutar SpOG, kista di kandungan berasal dari indung telur. Bila dibiarkan kista ovarium akan membesar sehingga membahayakan penderita karena mendesak sel telur dan menimbulkan nyeri. Setelah 2 bulan mengonsumsi obat, Mayasari masih merasakan sakit saat datang bulan dan intervalnya tidak teratur.

Atas saran seorang teman, ia mengonsumsi ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul sejak akhir November 2011. “Saya mengonsumsi satu kapsul tiga kali sehari pada pagi, siang, dan sore,” kata Mayayasri. Pada 13 Desember 2011 ia memeriksakan diri. “Kista saya mengecil menjadi 2,8 cm,” tuturnya. Pada awal 2012, sakit saat datang bulan tak terasa lagi. “Interval datang bulan saya kembali normal, 25 hari sekali,” kata perempuan 44 tahun itu. Kini ia terus mengonsumsi ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul tanpa mengurangi dosis.

Hasil pemeriksaan pada 2 Februari 2012 menunjukkan bahwa, “Ukuran kista saya turun lagi jadi 2,5 cm, pada 16 Mei 2012 menjadi 2,2 cm,” kata Maya. Setelah itu ia tidak melakukan pemeriksaan kista lagi. “Saya merasa tubuh saya kembali sehat seperti dahulu,” ujarnya. Menurut herbalis di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, daun sirsak memang dapat membantu mengatasi kista.

Untuk mengatasinya, Valentina meresepkan 25 g daun sirsak bersama herbal lain yaitu 15 g barucina, 15 g benalu teh, dan 20 g rimpang temumangga. “Rebus semua serbuk itu dengan api kecil dalam 2 gelas air. Setelah mendidih matikan api, lalu saring. Minum air rebus 2 kali sehari,“ tuturnya. Tingkat keampuhan ramuan itu berbeda-beda pada tiap pasien. “Kondisi pasien rata-rata membaik setelah mengonsumsi ramuan selama 3 bulan,” kata herbalis yang kerap melatih yoga di Thailand itu.

Terbukti ilmiah

Riset paling mutakhir daun sirsak dilakukan oleh peneliti dari Sekolah Farmasi Purdue University, Jerry L McLaughlin serta peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD. Hasil riset mereka membuktikan senyawa aktif yang terkandung dalam acetogenins manjur mengatasi beragam sel kanker. Senyawa annopentocins A, misalnya, mampu menghambat sel kanker pankreas 3,58 x 10-2, ananopentocins B (sel kanker ginjal 3,58 x 10-1), annopentocins C (sel kanker paru-paru 2,06 x 10-2), dan cis-annomuricin & trans-annomuricin (sel kanker payudara 6,11 x 10-1).

Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD menuturkan acetogenins dapat menghambat adenosina trifosfat (ATP). “ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,” tutur Sastrodihardjo. Menurutnya acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP.

Menurut Valentina cara kerja daun sirsak mengecilkan kista adalah dengan memicu tubuh menyerap atau secara biokimiawi mengurangi volume cairan dalam folikel ovarium. Agar proses penyembuhan lebih cepat, Valentina menyarankan untuk menghindari konsumsi daging. “Dalam daging mengandung senyawa heme yang dapat menjadi radikal bebas dan merusak sel tubuh sehingga memperlambat pengecilan kista,” tuturnya.

Meski tubuh Mayasari sudah bugar, hingga kini ia masih mengonsumsi ekstrak daun sirsak untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. “Saya mengurangi dosis menjadi dua kali sehari, masing-masing satu kapsul,” katanya.  (Bondan Setyawan/Peliput: Riefza Vebryansyah)

FOTO-FOTO :

  1. Daun sirsak mengurangi volume cairan dalam folikel ovarium
  2. Valentina Indrajati resepkan daun sirsak  untuk mengatasi kista
  3. Mengonsumsi daging dapat memperlambat pengecilan kista
 

Powered by WishList Member - Membership Software